Perhimpunan Tenaga Kesehatan Malaka Demo Pake Fasilitas Negara

NKRIPOST, MALAKA- Perhimpunan Tenaga Lintas Profesi Kesehatan Kabupaten Malaka menggelar demontrasi dalam wujud aksi damai dengan menggunakan fasilitas negara.

Sesuai pantauan, sejumlah ambulance dikendarai tenaga kesehatan (Nakes) Kabupaten Malaka saat menggelar demontrasi dalam wujud aksi damai di Kantor DPRD Kabupaten Malaka yang beralamat di Desa Kamanasa Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka, Kamis (28/1/21) siang.

Selain itu, pengunjuk aksi juga menggunakan mobil ambulance yang bertuliskan Herman Hery. Entah apa alasannya, mobil-mobil ambulance itu dipakai saat aksi damai, belum diketahui hingga saat ini.

Aksi menggunakan ambulance itu lebih nampak usai tatap muka bersama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Malaka. Sirene mobil-mobil ambulance diperdengarkan ketika para pendemo beranjak dari Kantor Dewan Malaka dan sepanjang perjalanan pulang.

Sangat disayangkan, karena dalam perjalanan pulang para pengunjuk aksi berteriak seolah-olah menghina Dewan Malaka. Sesuai video rekaman yang beredar luas, para pengunjuk aksi melontarkan bahasa hinaan tatkala melintasi ruas jalan sekitar sumber mata air Tubaki, perbatasan wilayah Desa Kamanasa dan Desa Wehali.

“Dewan bodoh,” begitu cetusan suara yang terdengar dari barisan kendaraan yang ditumpangi pengunjuk aksi tatkala melintasi ruas jalan di depan kediaman Wakil Bupati Malaka Terpilih, Louise Lucky Taolin.

Loading...

Aksi damai itu mendapat sambutan baik pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Malaka di sela-sela rapat dengar pendapat (RDP) dalam rangka mengevaluasi pemanfaatan dana Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Malaka, Kamis (28/1/21) siang.

Kepada wartawan usai RDP tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Hendrikus Fahik Taek mengatakan aspirasi Nakes sudah disampaikan dan didengar anggota Dewan Malaka yang hadir. Aspirasi ini menjadi masukan untuk diperhatikan ke depan.

Hendrikus tidak berkomentar panjang lebar soal suasana yang terjadi saat para Nakes mendatangi Kantor Dewan. “Tatap muka untuk terima aspirasi sudah dan sudah ditutup,” ujar Hendrik. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *