Tim Sukses SBS-WT Diduga Dibalik Aksi Damai Tenaga Kesehatan Malaka

NKRIPOST, MALAKA– Aksi damai tenaga kesehatan yang tergabung dalam Perhimpunan Tenaga Lintas Profesi Kesehatan Kabupaten Malaka menampilkan suasana berbeda di saat masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Aksi unjuk protes itu dihiasai kerumunan orang.

Sesuai pantauan di Kantor DPRD Kabupaten Malaka, Kamis (28/1/21) siang, sejumlah tenaga medis menyerobot masuk ke Kantor Dewan tanpa menghiraukan sarana cuci tangan yang diletakkan di pintu masuk kantor yang dikendalikan Sekretaris DPRD Kabupaten Malaka, Carlos Moniz.

Tempat cuci tangan berwarna biru yang disimpan di atas kursi itu dilengkapi dengan sabun dalam kemasan botol bertuliskan Hand Mouistueizer Soap. Namun, seolah-olah tidak dihiraukan semua yang berdatangan.

Entah sadar atau tidak, semua orang yang berdatangan baik tenaga medis dan warga lain sepertinya tidak menyentuh sarana taat protokol kesehatan tersebut. Ini terbukti dari ukuran air dalam wadah tersebut tidak habis digunakan pendatang. Ukuran air dalam wadah itu tidak berkurang.

Disaksikan, air dalam wadah baru berukuran setengah. Padahal, jumlah pendatang kurang lebih ratusan dengan puluhan orang yang menyerobot masuk ke ruang sidang seharusnya bisa habis terpakai. Sejumlah tenaga medis menyerobot masuk di saat Dewan Malaka sementara menggelar rapat dengar pendapat (RDP).

Usai didengar pendapat, para tenaga tenaga medis itu pulang dengan mengenderai beberapa ambulance sambil membunyikan sirene.

Loading...

Sebelumnya, para tenaga medis itu tiba di Kantor Dewan, Kamis (28/1/21) sekitar pukul 11. 55 Wita dengan menyertakan oknum masyarakat lain di antaranya Roy Tey Seran (Juru Kampanye SBS-WT), warga Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka.

Pada kesempatan penyampaian aspirasi, utusan tenaga medis, Fery Fahik dalam pernyataan kepada pimpinan dan anggota Dewan mengatakan kedatangan para tenaga medis di Kantor Dewan bertujuan untuk menyampaikan beberapa hal terkait kunjungan Dewan di Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun, Selasa (21/1/21) sore.

Menurut Fery, kunjungan Dewan saat itu para tenaga medis di RSPP Betun merasa tersinggung dengan perkataan Hendrikus selaku pimpinan Dewan saat kunjungan tersebut. Para tenaga medis yang bertugas saat itu merasa tidak layak dan tidak pantas di tengah masa pandemi Covid-19. (tim)

Loading...

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Hendrikus Fahik Taek dan sejumlah anggota dalam menerima aspirasi menyampaikan sambutan penerimaan yang cukup hangat ketika menerima aksi damai para tenaga medis.

“Ini rumah rakyat. Datang dan kita terima. Kita akan mendengar dan menampung. Kita mengatur jalannya diskusi,” kata Hendrikus. Hendrikus mengaku tidak menyinggung perasaan tenaga medis. Kunjungan itu dilakukan secara resmi yang diawali dengan laporan kepada pejabat rumah sakit. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *