Minta Bupati TTS Klarifikasi Pernyataan, Keluarga PHM Juga Sesalkan Pelayanan Di RSUD Soe

Keluarga PHM

Nkripost, TTS – Atas meninggalnya PHM di rumah sakit Umum Daerah Soe TTS/NTT, Keluarga PHM sangat menyesalkan dengan pelayanan di RSUD SoE, yang di anggapnya lamban dalam penanganan dan masih sangat jauh dari standar operasional prosedur Rumah Sakit.

Selain itu Keluarga PHM juga tak terima serta menyampaikan protes keras terkait pernyataan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Egusem Pieter Tahun terkait status meninggalnya sang ibunda tercinta PHM yang di sebut Bupati bahwa PHM meninggal karena Covid 19.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh keluarga PHM yang juga salah satunya putra kandung PHM, Eduardus Johanes Sahagun saat di temui Wartawan di kediamannya. Rabu, 30 Desember 2020.

Menurut penjelasan anak kandung PHM Eduardus Johanes Sahagun bahwa mereka dari pihak keluarga sangat menyesalkan pelayanan di RSUD Soe, karena menurutnya saat cairan infus PHM habis ketika dirawat di IGD, Ia sempat meminta kepada perawat yang bertugas di IGD untuk mengganti namun pelayanan itu juga 1 jam lebih baru perawat menggantikan infus PHM. Selain itu, ketika oksigen dalam tabung habis, petugas satpam yang mengantarkan tabung oksigen hanya menaruh tabung oksigen di depan pintu kamar dan meminta pihak keluarga yang memasang sendiri.

“Jujur saya kecewa dengan pelayanan di RSUD Soe. Saat cairan infus mama saya habis lama sekali baru di ganti. Bahkan tabung oksigen hanya diantar di depan pintu dan suruh kami pasang sendiri. Selain itu, saat kondisi mama sekarat tidak ada pihak medis yang menginformasikan kepada kami. Ketika sudah meninggal baru kami diinformasikan,” keluhnya.

Loading...

Sehingga yang menyebut PHM meninggal karena Covid yakni Bupati Tahun selaku ketua gugus berbeda dengan penjelasan direktur RSUD Soe, dr. Ria Tahun. Seperti yang Dikutip dari video Dokter Ria yang dalam keterangannya bahwa PHM meninggal dengan status Probable dan belum dinyatakan Covid-19 karena belum sempat dilakukan swab test.

Suami PHM Kedy Bertolomeus kepada Wartawan mengungkapkan bahwa akibat dari di umumkannya PHM meninggal karena covid, para tetangga merasa takut dan tidak mau bertemu dengan mereka, karena mereka mengira PHM meninggal karena sudah terpapar Covid19. Padahal sudah ada penjelasan dari direktur RSUD SoE.

“Tetangga kami di sini semua takut untuk datang ke rumah atau bertemu dengan kami. Mereka mengira istri saya meninggal akibat Covid-19 sehingga takut tertular dari kami. Padahal tidak ada hasil swab test yang menyatakan istri saya positif terpapar Corona. Saya dan keluarga sudah dapat penjelasan langsung dari direktur RSUD Soe,”jelasnya

Loading...

Lanjutnya bahwa keluarga sebenarnya sudah mencoba untuk bertemu dengan Bupati Tahun guna mempertanyakan dasar pernyataannya yang menyebut PHM meninggal akibat Covid-19. Namun hingga kini, ia dan keluarga belum berhasil bertemu dengan Bupati TTS.

“Saya bingung, kenapa kok sekarang kita mau ketemu Bupati susah sekali. Ajudan alasan ini itu sehingga kita tidak bisa ketemu. Kami dari keluarga hanya mau minta klarifikasi atas pernyataan beliau yang kami rasa sangat merugikan kami,” sebutnya.

Sungguhpun demikian keluarga PHM berharap Pernyataan Bupati sebagai ketua Gugus Tugas tersebut tidak terpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat.

“Semoga pernyataan Bupati TTS tidak berpengaruh kepada masyarakat TTS, sehingga Masyarakat tetap mempercayai Bupati sebagai Ketua Gugus Tugas.” Ujar Bedi Roma, mewakili pihak keluarga sebagai Ponakan PHM.

Tambahnya bahwa kepada RSUD SoE juga semoga ini menjadi pelajaran agar kedepan apabila ada pasien lagi tolong diperhatikan semaksimal mungkin.(rey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *