Lingkungan Tercemar, KLHK Diminta Segera Menindaklanjuti PT. IIS

BAGIKAN :

NKRIPOST, JAKARTA – Pencemaran lingkungan akibat kebocoran limbah yang di duga berasal dari PT. Inti Indosawit Subur (PT IIS). Peristiwa kebocoran limbah ini telah meresahkan masyarakat di Desa Air Hitam Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Hal ini di khawatirkan dapat berdampak buruk pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Kebocoran tersebut belum diketahui jelas apa penyebabnya. Sehingga banyak spekulasi yang muncul. Sampai saat ini masyarakat masih mencari tahu dan menunggu klarifikasi dari pihak terkait PT. Inti Indosawit Subur (PT IIS).

Ini menjadi sangat memprihatinkan dan menimbulkan banyak kecurigaan bagi masyarakat salah satunya Mursalin, Wakil Ketua BEM Fakultas Pertanian UMJ selaku putra daerah kabupaten Pelalawan.

“Kenapa bisa terjadi kebocoran, ini perusahaan lalai atau memang sengaja sehingga limbah mengalir ke sungai dan membuat sungai tercemar,” kata Mursalin, Minggu (22/02/2021).

Saat ini masyarakat meminta pertanggung jawaban dari PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) atas pencemaran lingkungan yang terjadi. Jika tidak segera di pertanggung jawabkan. PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) dapat dituntut dengan undang-undang pencemaran lingkungan.

Masyarakat juga mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk segera memproses dan menindaklanjuti PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) terkait pencemaran lingkungan. Karena yang mempunyai kewenangan terhadap hal tersebut adalah KLHK.

Loading...

“Saya meminta kepada KLHK bisa menghimbau kepada DLHK Riau untuk segera memproses PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) yang di duga menyebabkan terjadinya pencemaran sungai. Pencemaran lingkungan dengan limbah B3 sangat berbahaya dan dapat dijerat hukuman pidana 3 tahun dan denda Rp 3 Miliar Rupiah, sebagaimana tertuang dalam pasal 104 UU Nomor 32 tahun 2009,” ujarnya.

DLH Pelalawan

Tiga kolam Limbah PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) Jebol mencemari sepanjang aliran sungai Pematang dan Sungai Air Hitam, di Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui, kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Senin 1 Februari 2021 diduga perusahaan lalai mengelola limbah.

Di sadur dari pantauan Tim grup Media Corpsnews.com di areal pabrik, tiga kolam limbah tersebut sudah terlihat kosong, dan ketiga tanggul sudah terlihat menganga tanpa penghalang, namun beberapa karyawan sudah mulai melakukan perbaikan dengan menutup tanggul kolam pakai tanah yang di masukkan dalam karung berwarna putih,

Kemudian Tim Media menelusuri aliran Limbah, mulai dari titik jebolnya tanggul sampai ke sungai Air hitam tepatnya di jembatan Air hitam yang ada dipemukiman warga, 25 kilometer dari posisi jebolnya tanggul PT.IISS, banyak ikan mati hanyut dan terapung, di duga akibat tercemar Air limbah PKS PT Inti Indosawit Subur.

Humas PT Inti Indosawit Subur (Danton Sitompul) saat di hubungi Awak Media Corpsnews.com melalui telepon selulernya Rabu 3/2/2021 ke nomor 0822-7236-76xx menjelaskan,”Saya belum bisa ketemu, karena saya sibuk mendampingi Pihak Dinas DLH Pelalawan”, terang Humas.

Rabu 4/2/2021 Tim Media mendatangi Kantor DLH Pelalawan, minta konfirmasi dengan kepala Bidang (Kabid) terkait dengan Jebolnya Limbah PT IIS, yang diduga mencemari aliran sungai menjelaskan, “Kami dari pihak dinas DLH sudah turun ke lokasi, mengecek semua lokasi mulai dari jebolnya tanggul, beberapa titik limbah sudah kami cek, Air yang bercampur limbah sudah kami cek tidak ada rasa bau, karena lumpur yang hitam itu menurut perusahaan bekas sisa Abu Boiler, air bercampur lumpur sudah di ambi sampel, Limbah yang melewati kanal dan aliran sungai Air hitam, sampel sudah kami ambil semuanya Lima titik, dan sampel itu sudah di serahkan kebagian Labor, jadi kita tinggal menunggu hasil LEP nya”, ujar Kabid.

Kabid menyampaikan, untuk masalah ikan mati, menurut sepengetahuan kami belum ada menengok Ikan mati, ucapan berulang ulang, sepengetahuan kami belum ada menengok ikan mati, dan ini Fakta”,jelas Kabid.

Apa benar, tiga kolam Limbah PKS berwarna hitam pekat tidak mencemari Sungai,
Ada apa dengan Pihak DLH.

Sementara Pihak perusahaan sudah melakukan perdamaian dengan Pihak Warga masyarakat Desa Air Hitam, Menurut pengakuan Tokoh masyarakat yang di tuakan di Desa Air hitam mengatakan,” perusahaan sudah menyerahkan uang puluhan juta dan bibit ikan baung sebanyak 15.000 ekor kepada masyarakat di Aula kantor Desa Air hitam 6/2/2021″, ungkap Tokoh.

Menariknya lagi, Kalo tidak ada masalah dengan jebolnya limbah PT IIS, apa ia perusahaan mau memberikan uang cuma – cuma kepada warga masyarakat sampai puluhan juta dan bibit ikan 15.000 ekor. (TIM)

Terbitkan Pada: 21 Februari 2021 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami