Ketua DPD HIPMIKIMDO NTB Drs Jamaluddin Sebut Anggota UMKM Akan Segera Bentuk Koperasi

Ketua DPD HIPMIKIMDO NTB Drs Jamaluddin Sebut Anggota UMKM Akan Segera Bentuk Koperasi

23 Maret 2021 0 By NKRI POST

DPD HIPMIKIMDO NTB

NKRI POST.Com, NTB – Bahwa pada tahun 1997 Indonesia pernah mengalami krisis moneter.

Demikian dikatakan Ketua DPD. HIPMIKIMDO NTB Drs. Jamaluddin melalui Sekretarisnya sekaligus sebagai Dosen senior Universitas Muhammadiyah Mataram ( UMMAT) Nusa Tenggara Barat (NTB) Mardiah,S Sos.M.Si saat ditemui Wartawan Media ini di Kantor BNI Cakranegara Mataram pada Selasa (23/3/2921) di Mataram NTB.

Dosen senior itu menjelaskan bahwa” Akibat dari krisis moneter yang mendera pada tahun 1997 itu negara ini nyaris tumbang.tuturnya.

Menurut Dia UMKM salah satu penopang utama ekonomi Indonesia pada kala itu. Sementara perusahaan- Perusahaan besar banyak yang gulung tikar akibat krisis moneter yang melanda.

Oleh karenanya aktivitas UMKM di Indonesia perlu mendapat prioritas dan perhatian khusus dari pihak pemerintah. Bahwa dalam waktu dekat anggota UMKM akan segera bentuk Koperasi untuk melayani anggotanya.

Alasannya karena Koperasi dan UMKM sudah teruji kemampuannya penyelamat negara kita yang sedang berada dalam kondisi terpuruk pada tahun 1997 itu.

Kini peran serta fungsi UMKM dan Koperasi masih tetap diperlukan untuk mengangkat derajat perekonomian Indonesia.

Menurut Dosen yang murah senyum ini bahwa UMKM dan Koperasi perlu diberi perhatian serius agar negara ini bisa bangkit dari krisis yang mendera akibat dari bencana Covif-19 yang belum berakhir.harapnya.

Ditempat terpisah Bendahara DPD.HIPMIKIMDO NTB Dian Suryani didampingi Baiq Sri wahyuningsih dan Desiana menyatakan bahwa kita bersukur telah memiliki undang undang Nomor 20 tahun 2008,tentang UMKM.

Kini kita sebagai warga negara yang baik diharapkan mendukung program pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam undang undang tersebut.

Diharapkan UMKM dapat berjalan dengan baik dalam rangka mengatasi ekonomi yang terpuruk akibat dari Covid-19 yang belum berakhir.

Dian berharp agar masing -masing jenis usaha, yaitu usaha mikro, kecil, dan menengah tetap eksis ditengah Covid-19 yang mendera. Dan harus segera bentuk Koperasi katanya.

Jangan surut.maju terus. semoga Allah Tuhan yang Maha Kuasa menolong kita kata Dian.

Dian Suryani yang dikenal santun itu menjelaskan bahwa Usaha mikro adalah jenis usaha yang biasanya dimiliki dan dikelola oleh individu atau keluarga.

Pengelolaan keuangan dalam bisnis mikro ini juga biasanya masih disatukan dengan keuangan pribadi pengelola usaha.jelasnya.

Sembari Dian Suryani persilahkan kepada Desiana Biro Pemasyaran dan Promosi yang berdiri disampingnya untuk menambahkan dan menjelaskan kepada wartawan bahwa menurut Desiana usaha kecil adalah usaha yang memiliki keuntungan bersih pada kisaran 50 juta sampai 300 juta Rupiah setiap tahunnya. 

Usaha ini terdiri dari jenis bisnis informal, seperti industri produk fashion rumahan dan lain lain.sebut Desi panggilan akrab Desiana yang juga pegawai Bumi Putera Sariah itu.

Contohnya lanjut Desi Perusahaan atau institusi skala kecil, seperti toko kecil dan tempat makan.

Sedangkan usaha menengah adalah jenis bisnis yang sudah mempunyai sistem pembukuan yang lengkap dan terstruktur.

Sebagai sebuah bisnis, usaha menengah memiliki pengelolaan yang lebih matang dan dipisahkan dari keuangan pribadi.ungkap Desi.

Biasanya mayoritas usaha menengah telah mengurus kepemilikan NPWP beserta dokumen legalitas lainnya sehingga operasional bisnisnya telah resmi dan diakui oleh negara.katanya.

Sedangkan usaha mikro jenis barang atau komoditi yang tidak tetap dan dapat berganti sewaktu-waktu.

Memiliki tempat usaha yang dapat berpindah jika dibutuhkan.

Belum memiliki penerapan administrasi yang lengkap.

Bahkan, pengelolaan keuangannya juga seringkali masih campur aduk dengan keuangan pribadi. 

Demikian juga lanjut Desi bahwa SDMnya belum memiliki jiwa wirausaha yang terasah sempurna.

Pelaku UMKM kebanyakan tidak mempunyai akses perbankan, meski sebagian sudah mempunyai akses pada lembaga keuangan non bank. 

Sebagian besar tidak memiliki surat izin usaha ataupun legalitas lainnya seperti NPWP. 
Sehingga pengurus HIPMIKIMDO harus membantu UMKM yang belum mendapat legalitas dan NPWP dan lain lain.

usaha ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus meninggalkan kegiatan harian yang tidak dapat ditinggalkan.

Contohnya ibu rumah tangga dapat turut bergabung pada komunitas bisnis mikro maupun kecil dan menjadi pengrajin maupun pekerja di bidang kuliner. tutupnya

Ditempat terpisah salah satu pelaku usaha UMKM sekaligus pengurus DPD.HIPMIKIMDO NTB Dra.Hj.Nurhayati Moerad menyatakan UMKM yang maju menjadi salah satu cara bagi suatu negara untuk bisa mewujudkan kondisi perekonomian yang merata.

Masyarakat tentu mampu mengakses beragam produk dan jasa secara langsung di area sekitar tempat tinggal, tanpa harus menuju ke pusat kota.

Dengan kehadiran UMKM dan mengelolanya dengan baik, secara tidak langsung negara turut menumbuhkan devisa
sebut Nunung yg berparas cantik itu.

Ditempat sama Bendahara DPC.HIPMIKIDO Kota Mataram Herlina menambahkan bahwa pada saat Covud-19 sekarang ini aktivitas jual beli internasional dapat dengan mudah dilakukan melalui internet secara online.

UMKM sudah terbukti mampu membangkitkan ekonomi di saat negara mengalami situasi yang kritis.sebut Lina panggilan akrab Herlina yang ramah itu.

Hal serupa yang terjadi pada tahun 1997 kini kembali terjadi di saat pandemi Covid-19. ungkapnya.

Pada saat adanya anjuran untuk tidak beraktivitas di luar rumah, UMKM dapat beradaptasi dengan menawar
kan barang dagangannya secara online.tutup Lina anak buah kesayangan Ketua DPC.HIPMIKIMDO Kota Mataram Suhaili.S Pd.SH yang santun itu.

Taqwa NTB