Sudah 8 Bulan, Bupati Jepara Masih “Jomblo”

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Jepara

NKRIPOST.COM, JEPARA – Sosok pendamping Bupati Jepara Dian Kristiandi masih tanda tanya. Hal itu menyusul nama yang direkomendasikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP belum juga turun. Padahal fit and proper test terhadap 12 orang sudah sekitar tiga bulan lalu.

Dengan begitu, Dian Kristiandi ”menjomblo” tanpa pasangan wakil bupati (wabup) dalam menjalankan roda pemerintahan di Jepara selama delapan bulan. Terhitung sejak ia dilantik menjadi bupati Jepara definitif menggantikan Ahmad Marzuqi pada 2 Juni 2020. Sedangkan periode bupati wakil bupati Jepara bakal berakhir pada pertengahan tahun depan.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Jepara Junarso mengatakan, kewajiban DPC sudah ditunaikan. Yakni sampai dengan fit and proper test. Setelah itu, sudah menjadi kewenangan DPP. Tinggal menunggu minimal dua nama dari 12 orang yang sudah menjalani tes. ”Sementara masih belum ada kabar (rekomendasi dari pusat),” katanya.

Loading...

Semula DPC PDIP mengusulkan tujuh kader partai untuk menjadi bakal calon wabup. Mereka, Toyib, Siti Aizatin, Ahmad Rifa’i, Budi Laksana, Mersa Nabela, Nur Kholis, dan Bobby Alfianto.

Namun partai juga tidak menutup pintu untuk sosok di luar kader maupun kader nonstruktural yang memiliki komitmen untuk mengisi kekosongan itu. Sebut saja Mulyaji. Mantan birokrat Jepara dengan jabatan terakhir sebelum pensiun sebagai Asisten Sekda Jepara itu, mendaftarkan diri sebagai bacawabup ke DPC PDIP Jepara.

Disusul Andi Rokhmat. Kader PDIP yang menjabat sebagai direktur Perumda Aneka Usaha Jepara itu, turut meramaikan pengisian bacawabup. Bahkan, aktivis sosial Adib Khoiruzzaman juga mendaftarkan diri. Dari kalangan konsultan hokum, ada Sudiharto yang menyerahkan berkas pendaftaran ke DPC PDIP. Disusul Ahmad Gunawan, salah satu kader partai berlambang banteng moncong putih dari unsur nonstruktural.

Dari 12 nama itu, dari informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus ada satu sosok laki-laki dan satu perempuan yang santer memeliki peluang mendapatkan rekom. Namun Junarso membantah. ”Semua punya peluang yang sama kok. Rekomendasi sifatnya kan tertutup,” tutur wakil ketua DPRD Jepara itu.

Rekomendasi itu, nanti akan diberikan kepada DPRD Jepara sebagai usulan partai melalui bupati Jepara. Selanjutnya, DPRD akan memproses pemilihan calon wabup untuk mendampingi Andi –sapaan akrab Dian Kristiandi.

Terpisah, Ketua Fraksi PDIP DPRD Jepara Edy Ariyanto mengungkapkan, sebagai satu-satunya partai pengusung pada Pilkada 2017 lalu, pihaknya berharap adanya pengisian kekosongan wabup. ”Saya berharap tetap ada wabup. Agar pelayanan dan problem yang ada bisa segera teratasi,” harapnya

NkriPost – Purnomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *