Pondok Pesantren Al-Muhajirin Atambua Di Lahap Si Jago Merah, TNI Pamtas RI-RDTL Berikan Bantuan

Penyerahan Bantuan

Nkripost, Belu – Sebagai bentuk empati dan rasa kemanusiaan, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB menyalurkan berbagai jenis bantuan atas musibah kebakaran yang menimpa pondok Pesantren Al-Muhajirin Atambua (29/01) akibat konsleting listrik. Minggu (31/02/2021)

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif RK 744/SYB Letkol Inf Alfat Denny Andrian, dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Senin (01/02/2021).

Dikatakannya, bantuan yang kami salurkan adalah demi meringankan beban bagi korban kebakaran yakni para santri yang ada di lokadi pondok pesantren Al-Muhajirin Atambua.

Loading...

“Bantuan yang disalurkan adalah beberapa bingkisan berupa pakaian sekolah, berbagai jenis perlengkapan dapur, alat tulis dan buku, susu padat dan bubuk, nasi kemasan cepat saji, dan bantuan lainnya.” jelasnya

Terpisah, Wadan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB Kapten Inf Satriyo Ponandito menuturkan bahwa kehadiran personel Satgas ke lokasi adalah demi meningkatkan moril atas musibah yang menimpa pondok pesantren Al-Muhajirin.

“Kami hadir, selain menyalurkan bantuan juga memberikan motivasi demi tingkatkan moril para satri yang menjadi korban dimana akibat kebakaran tersebut telah mengakibatkan kerugian materiil seperti bangunan Santri Putri yang hangus terbakar termasuk ijazah, pakaian dan segalanya yang ada didalam bangunan tersebut.” tuturnya

“Semoga kehadiran kami melalui support dan bantuan ini dapat meningkatkan moril dan semangat para korban.” tambahnya

Bantuan diserahkan langsung oleh Wadan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB secara simbolis kepada Muhammad Sobri selaku Ustad dan pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Atambua.

Purwadi (55) selaku pengurus Masjid Al-Muhajirin yang menjadi saksi kejadian manceritakan bahwa ketika kebakaran terjadi banyak santri berhamburan menyelamatkan diri dan bahkan ada yang tanpa sadar melompat dari lantai 3 namun syukur tidak ada cidera bahkan luka-luka, dan hanya saja semua barang di dalam bangunan hangus terbakar dan tidak tersisa.

“Saat kebakaran api sudah sangat besar ditambah angin kencang. Ada sekitar 3 unit Damkar dan 1 unit Water Canon Polres Belu yang memadamkan api, dan memakan waktu 1 setengah jam sampai akhirnya api berhasil padam.” ungkapnya

Sementara, Muhammad Sobri selaku Ustad sekaligus pimpinan Ponpes Al-Muhajirin mengucapkan terima kasih kepada Satgas Pamtas RI-RDTL atas bantuan yang diberikan.

“Saya sangat berterima kasih atas segala bantuannya dari satgas Yonif 744 atas musibah yang menimpa pondok pesantren kami.” ucap Sobri

Hadir dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut diantaranya Wadan Satgas Kapten Inf Satriyo Pinandito, Pasiter Lettu Inf Mukmin, Pabintal Letda Inf Ikmal, Pakum Satgas Letda Chk Kadek Dwi M, SH, Bater Serka Haidirdan 10 personel lainnya dari Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur.

Nkripost. Agus Tamelab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *