Peduli dan Empati Terhadap Sesama, Satgas Pamtas RI RDTL Hadiri Proses Pemakaman Warga Di Wilayah Binaan

Satgas Pamtas RI RDTL Hadiri Proses Pemakaman Warga Di Wilayah Binaan

Nkripost. Atambua – Sebagai bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap sesama, Satgas pamtas RI RDTL pos silawan menghadiri dan membantu proses pemakaman almarhumah ibu Lusiada Pareira (97) yang meninggal karena sakit hipertensi,yang sempat dirawat di rumah sakit Malaka selama 9 hari.

Upacara pemakaman dilaksanakan oleh keluarga dari suku lokatalikum, yang dilaksanakan pada hari Jumat 01 Januari 2021 jam 17.00 di dusun adubitin desa silawan kecamatan tasifeto timur

Hal tersebut disampaikan Dansatgas yonif RK 744/syb dalam rilis tertulisnya 01/01/2021.

Dansatgas mengungkapkan, sebagai wujud rasa empati di wilayah binaan dan turut merasakan duka cita yang mendalam, tiga orang personil Satgas dari Pos silawan dipimpin Letda INF Felisianus nainatu(Danpos silawan) turut hadir dan membantu proses pemakaman almarhumah.

Almarhumah meninggalkan 7 orang anak empat laki laki, tiga perempuan, 26 cucu, 37 Cece dan 1 cici,Kepergian almarhumah membuat keluarga merasa sangat kehilangan dengan duka yang mendalam, namun sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, kita hanya bisa berdoa dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa hidup ini semuanya ada di tangan Tuhan Yang Kuasa.

Loading...

“Kami secara pribadi dan mewakili seluruh Prajurit Satgas pamtas RI RDTL yonif raider 744/syb pos silawan turut berdukacita atas kepergian almarhumah. Semoga segenap keluarga yang ditinggalkan kuat dan tabah menerima cobaan ini,” ujar Danpos.

Setelah proses pemakaman selesai, Fernandes alau(43) mewakili keluarga yang berduka mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga yang hadir termasuk Personil Satgas yonif raider 744 pos silawan atas partisipasi yang diberikan baik selama, kematian sampai dengan membantu proses pemakaman almarhumah.

“Kiranya Tuhan senantiasa melindungi dan memberkati kita semua,” ujarnya.
@yonifradeir_744

yonifraider_744

Loading...

Nkripost. Agus Tamelab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *