Pastor Paroki Kristus Raja Seon bersama Umat Turun Gotong Royong Perbaiki Jalan Provinsi Belu-Malaka

NKRIPOST, MALAKA- Pastor Paroki Kristus Raja Seon, Rm. Aloysius Kosat, Pr bersama umat Paroki Kristus Raja Seon turun gotong royong membantu memperbaiki jalanan di sepanjang jalan Provinsi.

Kondisi jalan Provinsi Belu dan Malaka kini rusak parah akibat hujan deras. Aktivitas jalanan lumpuh. Ada jalan yang berlubang hingga 30 cm.

“Kalau total di sepanjang jalan wilayah Paroki Kristus Raja Seon, kondisi jalan rusak dan berlubang itu mungkin lebih dan puluhan titik. Makanya, tadi Saya bersama Orang muda dan umat lainya yg berpartisipasi berinisiatif menimbun sebagian lubang jalan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan,” kata Pastor Paroki Kristus Raja Seon, Rm. Aloysius Kosat, Pr.” Senin (8/3/2021).

Menggunakan peralatan manual, umat secara sukarela menggunakan pasir dan batu aset pastoran Kristus Raja Seon. Mereka bersama menimbun lubang-lubang jalan yang dianggap rawan.

Pantauan awak media, kegiatan penambalan lubang di jalan dilakukan Pastor Paroki Seon bersama Pastor Rekan, bersama Umat. Jalanan rusak seputaran Desa Kusa dan Desa Wemeda, Kecamatan Malaka Timur.

Langkah darurat yang dilakukan itu, karena sebagian kondisi lubang jalan itu dinilai sudah membahayakan pengendara, karena kondisinya cukup lebar dan dalam. Apalagi di musim hujan, lubang bisa tidak terlihat kalau tertutup genangan air. Pengendara roda dua, bisa terjatuh bila terperosok.

Loading...

“Sudah tiga tahun berturut-turut mulai tahun 2019, selain kerja bakti APP di Gereja, Kapela, sekolah dan sebagainya, kami turut merawat fasilitas umum, salah satunya adalah jalan raya. Kami sering menimbun badan jalan yang berlubang-lubang karena terkikis air (erosi) dan dirusak oleh kendaraan roda 2 – sampai roda16 (fuso dan tronton)”, tambahnya.

“Kami merasa prihatin dan turut bertanggung jawab untuk merawat/ menimbun jalan yang rusak karena jalan utama di wilayah Paroki Seon mulai dari Teun (Kab. Belu) sampai Nindatan (Kab. Malaka) rusak parah. Akibatnya menimbulkan berbagai kendala dan masalah sosial, misalnya; waktu perjalanan yang lama, berbagai kecelakaan lalu lintas dan juga aksi sosial berbalut tindakan pemalakan. Padahal jalan jalan utama ini setiap saat dilalui kendaraan beroda dua sampai roda enam belas, yang menghubungkan kota-kota dalam kabupetan NTT khususnya di Timor, bahkan menghubungkan NKRI dengan RDTL jalur selatan”, Kata Rm. Alo kesal.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malaka ketika di konfirmasi mengungkabkan bahwa dirinya sudah berjuang dan mengatakannya di setiap sidang Komisi III bersama dinas PUPR kabupaten Malaka.

Loading...

“Sudah dianggarkan tahun lalu melalui APBD Provinsi, namun masih dipending. Menurut informasi yang kami peroleh dari dinas PUPR akibat adanya pandemi covid-19”, ujar Ans Taolin, Sekertaris Fraksi Gerindra Kabupaten Malaka.

“Buktinya sudah ada jembatan yang kita lalui. Waktu itu kita dapat 1 jembatan yang sudah kita lalui, dan 15 Km sepanjang jalan kabupaten Belu dan Malaka. Sebagai Wakil Rakyat saya tidak akan berhenti berjuang. Baru-baru ini kami RDP saya masih memberi penegasan soal jalan Provinsi dan Masalah air bersih di Desa Dirma”, tutup ADPRD Malaka Milenials tersebut.(Killer- Malaka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *