Para Habib dan PA 212 Lakukan Penolakan, Cawapres Cak Imin Malah Asyik Nonton Coldplay, Lihat, Ini Penjelasannya

Para Habib dan PA 212 Lakukan Penolakan, Cawapres Cak Imin Malah Asyik Nonton Coldplay, Lihat, Ini Penjelasannya

17 November 2023 0 By Tim Redaksi

NKRIPOST.COM – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Anies Baswedan dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu mendukung penuh Coldplay.

Bahkan, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menonton langsung dan asyik bergoyang di tengah kemeriahan konser Coldplay di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (15/11/2023) malam.

Momen kehadiran pria yang akrab disapa Cak Imin itu dalam konser Coldplay terekam kamera dan diunggah lewat twitter pribadinya @cakimiNOW pada Kamis (16/11/2023) dini hari.

Dalam postingan tersebut, terdapat dua video pendek yang dibagikan Cak Imin.

Dalam video pertama, Cak Imin terlihat tengah berada di tribun berbaur dengan ribuan penonton Coldplay.

Dirinya terlihat sibuk mengabadikan momen Coldplay beraksi dengan menggunakan ponselnya.

Dalam postingannya, Cak Imin mengaku tidak mengenal Coldplay, namun masih bisa menikmati sejumlah lagu yang dibawakan sang Vokalis, Chris Martin.

“Pose bapack-bapack lagi nemenin anak nonton konser coldplay Eh, ternyata seru, yo. Opo wae nek kelas dunia itu memang beda. Ngene iki jenenge pertunjukan. Aku yg gak paham-paham banget aja beneran bisa menikmati,” kata Cak Imin.

Sedangkan dalam video selanjutnya, Cak Imin merekam momen ketika Chris Martin menyapa penonton dengan bahasa Indonesia dan melontarkan pantun.

“Hari Selasa ujian fisika, giat belajar biar lulus. Apa kabar, Kota Jakarta. Boleh dong pinjam seratus,” ujar Chris Martin di panggung.

Cak Imin tampak tertawa gembira melihat aksi Chris Martin tersebut.

Cak Imin juga menuliskan pesan di video dimana Chris Martin berpantun.

“Kepingin jawab pantun Chris Martin dengan ‘cakeeeeppp’,” tulis Cak Imin.

Kehadiran Cak Imin dalam konser menjadi bukti berbedanya pandangan antara dirinya dengan PA 212 maupun para habib, di antaranya Habib Novel Bamukmin dan Habib Bahar bin Smith.

Diketahui, Novel Bamukmin melayangkan penolakan keras atas pelaksanaan konser Coldplay di Jakarta.

Alasannya, dirinya khawatir Coldplay mengkampanyekan LGBT dalam konsernya.

Mengingat dalam sejumlah konser, Coldplay selalu mengkampanyekan LGBT dengan membawa sejumlah atributnya yang biasa disimbolkan dengan pelangi.

“Kami menilai Coldplay di dalamnya ada propaganda LGBT, setiap konser mereka selalu membawa simbol-simbol LGBT,” ujar Novel Bamukmin.

“Puncaknya kita akan melakukan aksi besar-besaran, kami langsung bergerak ke GBK, ke Bandara dan kita kepung hotel. Tuntutan kita adalah, untuk membatalkan konser Coldplay yang sama sekali sampai saat ini, tidak ada jaminan untuk tidak ada kampanye LGBT,” ungkap Novel Bamukmin.

Hal senada disampaikan oleh Habib Bahar Bin Smith.

Penolakan disampaikan Habib Bahar lantaran Coldplay merupakan salah satu band yang kerap mengkampanyekan LGBT.

Atas hal tersebut, dirinya melayangkan protes keras atas kedatangan Coldplay ke Tanah Air.

Protes keras pun disampaikan kepada Menko Polhukam, Mahfud MD.

Mahfud MD dinilainya berada di balik terselenggara konser Coldplay di Jakarta.

Mengingat, Mahfud MD menegaskan akan menerjunkan aparat keamanan bila ada pihak yang mencoba menghalangi konser Coldplay.

Oleh karena itu, Habib Bahar menyatakan akan mengajak seluruh kyai dan habaib serta sejumlah ormas Islam untuk berperang melawan kaum LGBT.

Dirinya mengaku akan meratakan semua kaum LGBT yang hadir dalam konser tersebut.

“Hei Mahfud MD, hei menteri to! hei menteri go*! kalau kau pasang badan dengan menurunkan aparat keamanan, maka saya Bahar bin Smith demi Allah saya ajak para ustaz, para kyai, para habib, ormas-ormas Islam, saya akan pimpin perang dan akan saya ratakan kaum LGBT!” teriak Habib Bahar.

“Akan saya ratakan semua saudara-saudara!” tegasnya kepada ratusan para santri di hadapannya.

Potongan video Habib Bahar yang diunggah akun twitter @21_Mozza pada Rabu (15/11/2023) itu viral di media sosial.

Beragam pendapat pun disampaikan masyarakat terkait konser Coldplay, LGBT hingga sikap tegas Habib Bahar.

Alasan Cak Imin Dukung Coldplay

Jauh sebelum sebelum konser Coldplay digelar, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menegaskan tak ada subtansi LGBT dalam lagu Coldplay.

Cak Imin yang kini berpasangan dengan Anies Baswedan kala itu mendukung konser Coldplay digelar di Jakarta.

“Semua substansi lagunya tidak ada LGBT. Musik itu netral, musik itu tidak akan berlawanan dengan agama, dan kita harus anggap musik sebagai inspirasi yang positif yang membawa energi budaya, energi pembangunan,” ujar Cak Imin di kediaman Try Sutrisno, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2023).

“Oleh karena itu, saya mendukung sepenuhnya Coldplay untuk tampil di sini,” katanya.

Selain itu Cak Imin mengaku terkejut melihat antusiasme anak muda Indonesia untuk menonton konser Band Coldplay di Jakarta.

Apalagi ketika mengetahui ada anak muda yang menjual semua barang miliknya demi bisa menyaksikan langsung penampilan grup musik asal Inggris itu.

Karena itu, Wakil Ketua DPR RI itu mengingatkan para anak muda untuk tidak memaksakan diri membeli tiket jika memang belum mampu.

“Jadi yang belum mampu beli tiket, lihat video YouTube saja. Jangan memaksakan diri,” kata Cak Imin kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (20/5/2023).

“Nanti kalau saya (jadi) presiden, saya bikin (konser Coldplay) yang gratis,” ujarnya.

Seperti diketahui harga tiket konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 15 November 2023 dibanderol paling murah Rp 800 ribu dan termahal Rp 11 juta.

Meski kalangan anak muda sangat antusias menonton konser Coldplay, tapi tak sedikit pula kelompok masyarakat yang menentang perhelatan besar itu.

Penolakan misalnya datang dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas.

Musababnya, mereka menilai band asal London itu mendukung dan mengampanyekan LGBT.

Cak Imin tak sependapat dengan tudingan tersebut. Menurut dia, tidak ada unsur-unsur terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dalam lagu-lagu Coldplay.

“Semua substansi lagunya tidak ada LGBT,” ujarnya.

Dia pun tak mempersoalkan konser tersebut digelar menjelang masa kampanye Pemilu 2024.

“Tidak ada masalah, karena (kita) punya pengalaman pemilu smooth semua, lancar-lancar aja. Welcome Coldplay to Jakarta. Kita siap menjaga dan siap menyukseskan,” kata Imin.

Peringatan Novel Bamukmin Terbukti Nyata

Meski mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak, konser Coldplay perdana di Indonesia akhirnya sukses digelar.

Chris Martin dan para personil Coldplay berhasil menggemparkan puluhan ribu penggemarnya di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (15/11/2023) malam.

Konser keliling dunia bertajuk Music of the Spheres World Tour itu berlangsung meriah dan spektakuler.

Tata pencahayaan lampu, xylobands berwarna-warni hingga kembang api pelangi menyemarakkan konser tersebut.

Kemeriahan konser Coldplay dimulai dengan aksi panggung Rahmania Astrini.

Selanjutnya, Coldplay yang dikomandoi Chris Martin membuka konsernya dengan memainkan lagu Higher Power tepat pada pukul 21.10 WIB.

Seperti di konser-konser Coldplay sebelumnya, Chris Martin terlihat memakai baju hingga sepatu warna-warni yang menjadi ciri khasnya.

Sejumlah atribut berwarna pelangi pun terlihat di panggung utama.

“Hello, Jakarta!” kata Chris Martin menyapa puluhan ribu penggemarnya yang memenuhi Stadion GBK Senayan.

Setelah menyapa para penggemarnya, Coldplay kemudian memainkan lagu Adventure of A Lifetime, Paradise, The Scientist dan Viva La Vida.

Lagu-lagu itu membuat para pengemar Coldplay bernyanyi bersama hingga menggetarkan Stadion GBK.

Suasana kian semarak lantaran xylobands yang dikenakan di tangan para penggemar berubah warna serentak sesuai dengan tempo lagu.

Tak hanya itu, menutup konsernya, kembang api berwarna warni terlihat diledakkan bersusulan hingga membentuk susunan pelangi.

“Terima kasih sudah datang, selamat malam Jakarta,” kata Chris Martin menutup konsernya.

Kekhawatiran Novel Bakmumin

Kemeriahan konser Coldplay dengan tata pencahayaan lampu, xylobands hingga kembang api berwarna warni menjadi hal yang dikhawatirkan Novel Bamukmin.

Sebab, warna-warni dan pelangi diungkapkan Juru Bicara Gerakan Nasional Anti LGBT (Granati LGBT) itu merupakan simbol dari kaum LGBT.

Simbol tersebut ditegaskannya tidak boleh ditunjukkan oleh Coldplay sepanjang konser di GBK Senayan.

Hal tersebut disampaikan Novel Bamukmin dan ribuan anggota Granati LGBT dalam aksi unjuk rasa di kawasan GBK Senayan pada Rabu (15/11/2023).

Sejumlah orator yang berada di atas mobil komando menyuarakan orasi terkait penolakan LGBT.

Tak hanya itu, orator dan para pengunjuk rasa pun menyoraki para penonton Coldplay yang hendak masuk kawasan GBK Senayan.

Bahkan tak sedikit dari para demonstran, menuduh penonton berasal kalangan LGBT.

“Huuu, awas LGBT,” teriak sejumlah demonstran.

Novel Bamukmin menekankan penolakan terhadap konser Coldplay karena dikhawatirkan adanya kampanyekan LGBT.

Mengingat dalam sejumlah konser, Coldplay selalu membawa atribut LGBT yang biasanya disimbolkan dengan pelangi.

“Kami menilai Coldplay di dalamnya ada propaganda LGBT, setiap konser mereka selalu membawa simbol-simbol LGBT,” ujar Novel Bamukmin.

“Puncaknya kita akan melakukan aksi besar-besaran, kami langsung bergerak ke GBK, ke Bandara dan kita kepung hotel. Tuntutan kita adalah, untuk membatalkan konser Coldplay yang sama sekali sampai saat ini, tidak ada jaminan untuk tidak ada kampanye LGBT,” ungkap Novel Bamukmin.

Kekhawatiran Novel Bamukmin terbukti nyata.

Konser Coldplay di Stadion GBK diwarnai dengan lampu berwarna warni dan kembang api pelangi.

begitu juga dangan pakaian yang dikenakan Chris Martin yang berwarna warni.

Aksi panggung Coldplay memang identik dengan kampanye LBGT dan pelangi.

Merujuk setiap konser dalam Tur Keliling Dunia Coldplay bertajuk ‘The Music of the Spheres’ di sejumlah negara, Coldplay selalu mengkampanyekan kesetaraan gender dan LGBT.

Seperti dalam konser keduanya di Stadion Nasional Kaohsiung, Taiwan pada Minggu (12/11/2023).

Konser yang menarik sekitar 100.000 penggemar itu diramaikan dengan warna-warni pelangi yang menjadi simbol LGBT.

Lautan manusia yang memenuhi Stadion terbesar di Taiwan itu mengikuti aba-aba Vokalis Coldplay Chris Martin ketika diminta menunjukkan simbol cinta dengan menggunakan kedua tangan mereka.

Momen itu terlihat dalam potret yang dibagikan akun twitter resmi Coldplay @coldplay pada Senin (13/11/2023).

“Show #118, Kaohsiung,” tulis Admin @Coldplay diakhiri dengan tagar #MusicOfTheSpheresWorldTour.

(Sa/ya)