Oknum Perwira Polisi yang Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok dan Total Kekayaannya

Oknum Perwira Polisi yang Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok dan Total Kekayaannya

16 September 2023 0 By Tim Redaksi

NKRIPOST.COM – Seorang perwira Polri berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) terlibat jaringan narkoba internasional.

Perwira polisi itu merupakan kurir spesial Kadafi alias David, suami selebgram Adelia Putri Salma.

Ini sosok AG yang tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Satresnarkoba di Polres Lampung Selatan.

Melansir tribun-medan.com, terungkap peran Selebgram cantik asal Palembang Adelia Putri Salma (APS) dijuluki ratu narkoba jaringan internasional Fredy Pratama yang dikendalikan dari Thailand.

Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika menjelaskan, APS diketahui terlibat jaringan narkoba dan TPPU Fredy Pratama. Hal itu berawal dari pemeriksaan suaminya K.

Penyidik memeriksa K yang merupakan tahanan kasus narkoba di Nusakambangan untuk melakukan pengembangan.

“Dibawa ke Lampung terus mengaku tersangka APS menikmati hasil penjualan,” jelas Helmy Santika dalam konferensi pers di Mabes Polri, dikutip dari Breaking News Kompas TV, Selasa (12/9/2023)

Penyidik pun menyita 13 mobil mewah, perhiasan, barang branded, satu Alfamart, dan empat rumah dari tersangka APS.

“Kami tidak berhenti, jadi kalau ternyata ditemukan ada hal lainnya, Insya Allah akan kami tindak lanjuti,” ungkap Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, APS ditangkap saat berada di salah satu salon kecantikan di Jalan Basuki Rahmat, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (26/8/2023).

APS merupakan istri dari, David, yang pernah ditangkap oleh BNNP bersama empat orang pada 2017 lalu.

Setelah ditelusuri, APS termasuk salah satu tersangka jaringan Fredy Pratama.

Adapun Fredy Pratama saat ini masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Fredy tidak hanya disangkakan pasal peredaran narkoba, tetapi juga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Penyidik menyita aset mencapai Rp10,5 triliun.

Sedangkan, barang bukti sitaan narkoba terdiri dari 10,2 ton sabu dan 116.346 ekstasi.

Terdapat 408 laporan terkait jaringan ini dengan total tersangka 884.

Sembilan di antara tersangka tersebut dikenakan pasal TPPU.

Dilansir dari tribunstyle.com, terungkap sudah sosok perwira polisi terlibat kasus jaringan narkoba internasional.

Perwira polisi dari Lampung ini diduga terlibat dalam jaringan narkoba selebgram Adelia Putri Salma dan suaminya.

Hal yang mengejutkannya, perwira polisi tersebut pernah menjabat sebagai Kasat Narkoba.

Belum lagi perwira polisi inii ternyata kaya raya dan memiliki harta kekayan hampir Rp 1 miliar.

Diketahui sosok perwira polisi tersebut adalah Andri Gustami alias (AG).

AG memiliki pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) dan diketahui sebagai seorang mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan.

Kini, AG menjadi sorotan setelah diduga terlibat dalam kasus jaringan narkoba internasional.

Ia diduga menjadi kurir narkoba spesial dari gembong narkoba Fredy Pratama.

AKP Andri Gustami ditangkap Bareskrim Polri pada Juni 2023 bersama 39 orang lainnya yang terafiliasi dengan Fredy Pratama, termasuk selebgram asal Palembang berinisial APS.

Dikatakan Ditresnarkoba Polda Lampung, Kombes Erlin Tangjaya, Andri berperan sebagai kurir spesial.

“Dia berperan sebagai kurir spesial,” kata Erlin, Rabu (13/9/2023).

Jadi kurir narkoba, berapa kekayaan AKP Andri Gustami.

Dikutip dari laman LHKPN, kekayaan AKP Andri Gustami hampir mencapai Rp 1 miliar.

Padahal jika dilihat dari gajinya, AKP Andri Gustami hanya bergaji kisaran Rp 2.909.100 hingga Rp 4.780.600.

Kekayaan Andri diketahui sebanyak Rp 967,5 juta.

Berikut rincian harta kekayaan Andri Gustami, dikutip dari elhkpn.kpk.go.id:

II. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 380.000.000

  1. Tanah Seluas 166 m2 di KAB / KOTA LAMPUNG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 80.000.000
  2. Tanah dan Bangunan Seluas 112 m2/45 m2 di KAB / KOTA KOTA BANDAR LAMPUNG , HASIL SENDIRI Rp. 300.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 575.000.000

  1. MOBIL, TOYOTA INOVA Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp. 120.000.000
  2. MOBIL, MITSUBISHI PAJERO Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 350.000.000
  3. MOBIL, HONDA CITY Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp. 105.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. —-

D. SURAT BERHARGA Rp. —-

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 12.500.000

F. HARTA LAINNYA Rp. —-

Sub Total Rp. 967.500.000

III. HUTANG Rp. —-

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 967.500.000

(Sa/ya)