Masyarakat Jepara Masih Minim Tentang Pemahaman Kebakaran

NKRIPOST.COM, JEPARA – Angka kebakaran yang terjadi di Kabupaten Jepara hingga tahun lalu masih tergolong tinggi. Ini disebabkan salah satunya karena minimnya pemahaman masyarakat dalam menangani si Jago Merah.

Kepala Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Surana, menyebutkan sedikitnya ada 140-an kasus kebakaran yang terjadi. Baik di permukiman masyarakat maupun di gudang-gudang perusahaan.
”Bisa dibilang angkanya masih tinggi. Terutama di gudang-gudang meubel. Karena ada kegiatan oven kayu yang tak jarang mengakibatkan kebakaran,” kata Surono saat melatih pemadaman kebakaran, Jumat (19/3/2021).

Pihaknya mengungkapkan, minimnya pengetahuan tentang pemadaman kebakaran mengakibatkan masyarakat gagap saat terjadi musibah kebakaran. Api yang mestinya bisa dikendalikan dengan mudah, sebab kecil, tak jarang justru membesar.

Surana menjelaskan, memadamkan api di rumah sebenarnya cukup mudah. Yaitu ketika sudah mengetahui sumber api, pemilik rumah mestinya bisa mengendalikan api pada lima menit pertama. Caranya yakni dengan menggunakan kain basah untuk di tutupkan pada sumber api.

Pemadaman akan lebih mudah jika di rumah terdapat alat pemadam api ringan (apar). Sayangnya, tidak semua rumah memiliki apar. Bahkan, di beberapa gudang yang terbakar pun, sering kali hanya tersedia apar sedikit. Inilah yang mengakibatkan gudang-gudang rawan terbakar.

Surana menambahkan, kebakaran di Jepara didominasi peristiwa kebakaran pada pabrik atau gudang mebel. Yaitu disebabkan terbakarnya ruang pengeringan kayu. Selain itu, minimnya apar di tempat produksi mebel rumahan.
“Kalau gudang mebel, baiknya bahan-bahan yang mudah terbakar tidak ditempatkan di tempat terpisah,” kata Surana.

Loading...

NkriPost – Purnomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *