Kementerian Agama RI Bantu 1M Kepada Gereja Katolik Di Asmat-Papua

Nkripost.com, Agats | Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia, Yohanes Bayu Samodro, S.Pd.,M.Pd hari ini kunjungi Agats, Kabupaten Asmat-Papua dalam rangka Kunjungan Kerja bersama rombongan, Senin (15/03/2021).

Selain rombongan Dirjen dari Kementerian Agama pusat, hadir juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei, S.E.,M.Pdk bersama rombongan dari Kanwil Kemenag Provinsi Papua.

Yohanes Bayu Samodro dan Pdt. Amsal Yowei beserta rombongan ketika turun dari pesawat langsung disambut secara adat di landasan Bandara Ewer, Kab. Asmat oleh tua adat wilayah setempat.

Acara penjemputan yang dilangsungkan dengan pengalungan tas Asmat “Noken” dan ikat kepala “Facin” ini dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asmat, Yohanes Nahak, S.Ag.,M.M bersama panitia serta pemerintah setempat.

Usai acara penerimaan, Dirjen bersama rombongan baik dari Jakarta maupun Jayapura, dirujuk ke ruang protokoler kesehatan Covid-19 untuk melakukan tes atingen. Dan hasil test yang diperoleh dari semua tamu rombongan, dinyatakan negative Covid-19.

Setelah itu, rombongan diarak menuju Agats, ibu kota Kabupaten Asmat-Papua dengan menumpangi transportasi air “Speed Boat”, melintasi sungai dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit.

Loading...

Dalam kunjungan kerja ini, sebagaimana oleh Bayu Samodro dalam sambutannya pada acara yang dihelat di Aula Pusat Pastoral Keuskupan Agats sore ini adalah untuk menyerahkan Dana Bantuan Pembangunan Rumah Ibadah Gereja Katedaral Salib Suci Keuskupan Agats senilai Satu Miliar Rupiah.


Pada kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Katolik ini menyampaikan pesan dari Menteri Agama yang tidak berkesempatan hadir, bahwa pemberian Dana Bantuan ini adalah bentuk perhatian pemerintah, khusunya Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Bimas Katolik kepada umat Katolik di Asmat Papua.

Bayu Samodro mengatakan bahwa perhatian pemerintah kepada masyarakat Papua melalui Kementerian Agama ini sudah dicanangkan sejak menteri yang lama melalui program “Kita Cinta Papua”.

Loading...

“Program Kita Cinta Papua adalah program yang dicanangkan Menteri Agama yang lama, Fachrul Razi dan kini diteruskan sebagaimana program ini adalah perwujudan kecintaan masyarakat Indonesia yang disampaikan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama, yang sebenarnya sudah ada jauh waktu sebelumnya”, jelas Dirjen Bimas Katolik yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah lumpur Asmat ini.


Bayu juga menjelaskan bahwa Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sungguh memberi perhatian pada pembangunan di Papua, lebih khusus dari sektor keagamaan dimana Jokowi dalam intruksi kepada para menterinya di awal pemerintahannya untuk membuat terobosan dengan program yang dapat menunjang sumber daya manusia.


“berkenan dengan itu, Bapak Presiden Republik Indonesia betul-betul memperhatikan sumber daya manusia. Dan Bapak Presiden mengarahkan kepada para menterinya khususnya menteri agama waktu itu untuk membuat program yang mana dari sektor keagamaan bisa mendukung perberdayaan masyarakat Papua”, beber Bayu.


Sebelumnya, Bupati Asmat yang diwakili oleh Wakil Bupati, Thomas Eppe Safanpo, S.T dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai pemerintah daerah setempat pihaknya menyambut gembira kedatangan Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama R.I di Asmat-Papua dimana menurutnya ini adalah yang pertama kali pejabat setingkat Eselon I dapat bertahan di Asmat sampai 3 hari lamanya.

Hal ini dikatakannya di tengah keterbatasan Asmat dengan letak geografis yang cukup terpencil dan sulit dijangkau selama ini oleh pejabat lainnya di Pusat.

Lanjutnnya dalam penjelasan, bahwa proses pembangunan gedung Gereja Katedaral ini cukup panjang dimana sebagai pemerintah setempat pihaknya telah berupaya sebisa mungkin melalui intervensi APBD dan kebijakan-kebijakan yang diambil. Namun, ia juga mengaku rancangan bangunan yang hematnya cukup besar ini tentu akan alami kesulitan dalam hal ini keterbasatasan dana, sehingga ia berharap dengan adanya perhatian Kementerian Agama Republik Indonesia dapat mendorong terlaksananya pembangunan tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Papua, Pdt. Amsal Yowei, bahwa tentunya untuk membangun suatu rumah ibadah seperti di Asmat perlu kerjasama dari pelbagai pihak, termasuk umat setempat. Sehingga tertanam rasa memiliki atas rumah ibadah tersebut.

Lanjut Pdt. Amsal, ada hal-hal yang dalam tatanan hidup manusia perlu disentuh dengan adat. Karena itu perlu dijaga dan dilestarikan. Tentang adat, ia mengapresiasi masyarakat Asmat yang masih menjunjung tinggi adat istiadatnya.

Loading...

Sehingga dengan yakin, orang nomor satu di Kanwil Kemenag Prov. Papua ini mengatakan Papua adalah rumah besar bagi bangsa Indonesia karena di dalamnya ada semua suku, agama dan bahasa. Keberagaman inilah paparnya, Papua sebagai Indonesia yang sesungguhnya.

Atas perhatian dan kehadiran Kementerian Agama Republik Indonseia untuk umat Katolik di Asmat ini, otoritas Gerja Katolik di Kesukupan Agats, uskup Aloysius Murwioto, OFM dalam sambutan di awal acara menyampaikan terima kasih dari umat Asmat kepada pemerintah negara Republik Indonesia dimana melalui Kementerian Agama, pihaknya mendapat Bantuan Dana sebesar 1M untuk pembangunan Gereja Katedaral salib suci Agats.


Hadir juga dalam acara ini, Kapolres Asmat, Pabung Kodim1707 Merauke di Asmat, Wakil Ketua DPRD Asmat, sejumlah OPD Kab. Asmat, pejabat dan seluruh ASN di lingkup Kemenag Asmat, Biarawan/I Keuskupan Agats serta tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.


Acara seremoni penyerahan Bantuan Dana ini, berlangung sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 dengan jumlah tamu udangan terbatas.*** (Jefry)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *