Gas LPG 3 KG Langka Lagi, Ketua Dewan Segera Panggil Pemerintah

Ilustrasi Gas elpiji 3 kg

NKRI POST, KALSEL – Warga Banjarmasin kembali dihadapkan dengan situasi langkanya gas elpiji 3 kg. Di sejumlah kawasan, gas melon yang sebenarnya telah ditetapkan oleh pemerintah Harga Eceran Tertinggi (HET) berkisar Rp 17.500, kini melambung tinggi mencapai Rp 40.000 di tingkat eceran.

Anehnya, di sejumlah pangkalan resmi yang ditunjuk PT Pertamina, gas elpiji 3 kg yang diperuntukkan bagi warga miskin kosong.

Ketua DPRD Banjarmasin H Harry Wijaya SH mengaku prihatin dan akan segera mengkomunikasikan dengan Komisi II DPRD Banjarmasin dan bisa menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan instansi atau pihak terkait, seperti Dinas Perdagangan dan Industri, PT Pertamina, dan Hiswana Migas.

“Mudahan dari itu dapat langkah cepat menanggulangi langkanya gas melon,” ujarnya, Rabu (17/2).

Ia menduga ada oknum yang mempermainkan harga gas yang dikhususkan untuk warga miskin tersebut.

Loading...

Harry berpendapat, untuk meminimalisir permainan tersebut, harus ada kebijakan yang tegas mengatasi kelangkaan gas, dan tetap sinergi dengan aturan pusat.

“Salah satunya menertibkan pemakai gas elpiji 3 kg yang bukan penerima subsidi. Alternatif lain, pihak berwenang segera turun ke lapangan membendung harga di tingkat pengecer yang tinggi,” sebutnya.

Selain itu, ia meminta pihak terkait rutin melakukan operasi pasar yang mengakomodir seluruh kecamatan.

Loading...

“Persoalan langkanya gas di Banjarmasin bukan kali pertama dan ini selalu terulang. Tentu ada yang harus diperbaiki bersama-sama agar tidak merugikan masyarakat,”

REPORTER : YUSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *