Dalam Memperingati Hari Teater Dunia, DKD Jepara Undang Insan Teater Mengirim Karyanya

NKRIPOST.COM, JEPARA – Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara terus berkomitmen menyuguhkan karya-karya insan teater Bumi Kartini. Pada peringatan Hari Teater Dunia (Hatedu) (29/3/2021) nanti, karya-karya teatrikal dipentaskan secara daring.

Ketua DKD Jepara, Kustam Eka Jalu, pada peringatan Hatedu kali ini panitia mengangkat tema “Beragam.Melawan”. Beragam memiliki makna bahwa teater merupakan kesenian yang dilaksanakan secara kolektif dari banyak tokoh dengan beragam karakter. Namun, keberagaman itu mampu memberikan suguhan yang epik.

Sedangkan, lanjut Kustam, Melawan memiliki pesan bahwa seniman teater tidak boleh kalah dengan keadaan. Meskipun saat ini bumi masih diselimuti pandemi, seniman harus tetap berkarya.

Loading...

”Kami mengundang insan teater Jepara untuk mengirimkan karyanya. Nanti waktu Hatedu, kita pentaskan secara daring di Channel YouTube Jepara Art Culture,” kata Kustam.

Kustam menjelaskan, pengirim karya mesti memenuhi syarat yang sudah ditentukan. Yaitu format audio visual MP4 minimal beresolusi 720p, bentuk garapan berupa drama, monolog, puisi kreatif, tari, atau pantomim. Selain itu, durasi video 10-20 menit.

”Pengirim video bisa perorangan atau kelompok. Untuk komunitas, sertakan logo. Untuk pengiriman video, dibuka mulai tanggal 25-27 Maret 2021,” terang Kustam.
Kustam menambahkan, karya-karya yang sudah memenuhi persyaratan bisa dikirim ke alamat email senipertunjukanjepara@gmail.com.

Selama ini, imbuh Kustam, DKD Jepara selalu memperingati Hatedu dengan menyuguhkan karya-karya terbaik seniman Jepara. Pada tahun 2017, peringatan Hatedu digelar di halaman parkir Museum Kartini, berikutnya di Desa Kepuk. Selain menampilkan tetaer, juga menampilkan teater tradisional khas Jepara, yaitu kesenian Emprak.

Kemudian, pada tahun 2019, Hatedu dilangsungkan di Desa Kendeng Sidialit. Bentuk kegiatan lebih beragam. Ada pentas, workshop, lomba make up, dan pameran seni rupa.

”Pementasan demi pementasan terus dihelat saat peringatan Hatedu. Ini menjadi ikhtiar dari kami untuk menjaga eksistensi seni pertunjukan di Bumi Kartini,” tutur Kustam.

NkriPost – Purnomo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *