Yakin Formula E Untungkan Pengusaha, Ketua DPRD DKI Nilai Pemprov Pasti Ikut Kecipratan

BAGIKAN :
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019). RYANA ARYADITA UMASUGI

JAKARTA – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menilai pertandingan mobil listrik Formula E akan mendatangkan banyak keuntungan bagi Jakarta.

Dia memperkirakan hotel yang ada di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan M.H Thamrin akan penuh oleh turis.

Harga sewa hotel pun akan melonjak drastis karena perhelatan internasional ini.

“Nanti lomba start dari Monas, dia jalan panjang ke Thamrin, naik ke Semanggi, masuk ke Sudirman. Itu pendapatan hotel aduh bisa besar sekali. Saya sih pernah nonton F1 ya. (Umpamanya) biasa semalam itu Rp 100.000, (nanti) bisa Rp 1 juta bos. Pengusaha untung, kita untung,” ujar Prasetio saat mendatangi acara syukuran dua tahun Yayasan Ibnu Sina Peduli di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2019).

Walaupun kendaraan elektronik masih belum terlalu sering dipakai warga DKI Jakarta, dia menilai pemakaian akan semakin banyak jika Formula E ini berjalan sukses.

“Makanya itu, bagaimana cara berkampanye pengguna mobil listrik. Kita keluarkan duit misalkan Rp 380 miliar, tahun kedua tahun ketiga bisa dapat lebih,” ujar dia.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah mengajukan anggaran 20,79 juta poundsterling atau setara Rp 360 miliar dalam rancangan APBD Perubahan 2019.

Dana itu akan disetorkan kepada Federasi Otomotif Internasional (FIA) Formula E sebagai tanda Jakarta siap menjadi tuan rumah Formula E pada 2020. DPRD DKI telah menyetujui anggaran itu.

Pemprov DKI juga mengajukan anggaran 22 juta poundsterling atau setara Rp 378,46 miliar dalam kebijakan umum anggaran-plafon prioritas anggaran sementara (KUA-PPAS) untuk rancangan APBD 2020 buat biaya penyelenggaraan Formula E. 

Anggaran ini disebut untuk commitment fee Formula E pada 2021.

Pemprov DKI juga mengajukan anggaran 35 juta euro atau setara Rp 556,22 miliar untuk asuransi.

Selain itu, Pemprov DKI mengajukan anggaran Rp 600 juta dalam KUA-PPAS 2020 untuk sosialisasi dan pre-event Formula E.

Badan usaha Pemprov DKI, yaitu PT Jakarta Propertindo, mengajukan suntikan dana berupa penyertaan modal daerah (PMD) sebanyak Rp 305,2 miliar dalam KUA-PPAS 2020. Dana itu akan digunakan untuk membangun infrastruktur Formula E dan hal lainnya.

Jika dijumlah, anggaran yang diajukan yang bersumber dari APBD mencapai Rp 1,6 triliun.(Kompas)

Publikasi : 22 Agustus 2019 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami