SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Wayan Darmawa: Pembangunan Pariwisata Dan Ekonomi Kretif Di New Normal

BAGIKAN :
Kepala Dinas Pariwisata Privinsi NTT, Wayan Darmawa

NKRIPost, NTT – Kepala Dinas Pariwisata Privinsi NTT, Wayan Darmawa kepada NKRIPOST bahwa, pembangunan percepatan di bidang pariwisata cepat normal tentunya dari kebijakan pusat mulainya dari kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif dalam rangka pelaksanaan new normal dan industri pariwisata.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Wayan Darmawa pada hari Senin, 13/07/2020 di ruang kerjanya.

Lanjut Wayan, langka-langka yang dilakukan adalah, pertama gerakan Indonesia bisa jadi gerakan itu namanya breding bisa, bersih indah sehat dan aman diangkat dari NTT bisa. Oleh karena itu kita rapat dan mendorong brending pariwisata di paska new normal. Kita juga tawarkan beberapa lokasi sebagai program NTT bisa nanti. Kementrian pariwisata juga membuat program percepatan pariwisata (ribond pariwisata), jadi Dinas Pariwisata NTT mengusulkan dibeberapa lokasi seperti di Labuan Bajo dan Kelimutu, Kelimuta akan dilakukan festival Kelimutu kerja sama anatara pemerintah Provinsi dan Kabupaten Ende pada tanggal 11-12 Agustus 2020  akan dikaitkan dengan prorag ribond. Jelas Kadis Pariwisata NTT.

Ribond juga akan dilaksanakan di Alor, integrasikan festival dogroon dan kur an tua  dilaksanakan pada tanggal 29-30 Juli 2020, dan juga mengusulkan  proram ribond di Kampung adat Praijing Kabupaten Sumba Barat, dan juga rencana di kampung adat pulau Samau karena Pulau Semau sebagai destinasi baru tentu ada ivent-ivent yang perlu didorong, karena Dinas pariwisata telah mencanangkan Semau sebagai Destinasi Wisata terbersih Indonesia 2021 itu targetnya.

Isi programnya adalah dukungan kegiatan bersih, dukungan sarana kesehatan. Dinas Pariwisata Provinsi NTT juga memberikan dukungan penuh kepada pelaku ekonomi kreatif di desa-desa pariwisata, dan juga peningkatan kualitas  Homestay baru, targetnya 35 Homestay baru.

Targetnya pada tahun ini di 7 lokasi pariwisata  dan lokasi-lokasi yang potensial. Juga  melakukan sekolah lapang di 7 lokasi wisata ini, sekolah lapang ini untuk membangun ekosistim pariwisata, mewujudkan integrasi pembangunan pariwisata secara utuh, hulu hilir bukan saja atraksi wisata yang kita optimalkan tetapi bagaimana pertaniannya, peternakan, perikanan, industri jasa itu terintegrasi di pembangunan pariwisata untuk meningkatkan rantai ekonomi. Dan juga ada dukungan dari Gubernur NTT untuk melakukan peningkatan kwalitas, aminitas di Lasiana, jadi perbaikan mulai dari pintu gerbang dan lopo-lopo juga diperbaiki. Jelasnya.

Loading...

Dan juga akan mendukung festival-festival untuk menyiapkan modal untuk  pelaku ekonomi kreatif dan kuliner, sehingga memberikan uang kepada peserta festival itu tidak gratis tetapi berbayar. Akan diadakan festival Otan, festival Liman, destival Sandalwood, festibal dugong dan juga festival di Kelimutu, itu diberikan dukungan penuh kepada mereka.

Kita juga akan mengadakan pesona Indonesia karena kita termasuk destinasi terbaik seperti, makanan tradisional daging sei, industri kerajinan dan hoping di pulau Meko, surga tersembunyi mulut seribu, rumah adat radamata di Sabu.

Kepala Dinas Pariwisata NTT  juga berharap kepada wisatawan dan pengelola destinasi wisata berdisiplin dalam penerapan protokoler kesehatan  untuk membantu meringankan beban daerah, beban Negara dan juga menjamin bahwa tidak terpapar covid-19. Intinya bahwa protokoler kesehatan itu bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga. Tutupnya.(/)

NKRIPOST NTT – Y. TAMONOB.

Terbitkan Pada: 13 Juli 2020 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami