Warga Papua yang kepalanya diinjak TNI AU ternyata bukan orang sembarangan, Ini Pekerjaannya

SOSOK warga Papua yang menuai polemik lantaran kepalanya diinjak oknum aparat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mendadak jadi perbincangan hangat publik.

Sebagaimana diketahui, sebuah video beredar memperlihatkan pria penyandang disabilitas yang merupakan orang Papua itu ditangkap oleh dua prajurit TNI.

Namun penangkapan itu dikecam publik lantaran salah satu di antara mereka tampak menginjak kepala si pria Papua tersebut.

Usut punya usut, identitas pria Papua tunawicara yang kepalanya diinjak oleh dua oknum anggota TNI AU tersebut mulai terkuak.

Dilansir dari Indozone, pria yang kepalanya diinjak oleh prajurit TNI yang bertugas di Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke itu bernama Steven dan merupakan warga asli Papua.

Kabar yang beredar, Steven disebut-sebut dan diduga gemar memalak orang, salah satu di antaranya melakukakan praktik pungutan liar alias pungli dengan meminta uang parkir tidak resmi.

Loading...

Adapun lokasi kejadian yang menghebohkan publik itu terjadi di depan warung penjual bubur ayam di Jalan Raya Mandala, Merauke pada Senin (25/7/2021), sekitar pukul 10.00 WIT.


Kronologis

Diberitakan sebelumnya, sebuah video memperlihatkan 2 anggota TNI AU menginjak kepala seorang warga viral di media sosial dan pesan berantai di WhatsApp.

Loading...

Dalam video berdurasi 1,21 menit itu, korban yang sedang berdebat dengan seseorang di sebuah warung makan, tiba-tiba didatangi oleh kedua oknum anggota Lanud Merauke tersebut.

Salah satunya langsung menangkap korban lalu menarik korban keluar warung dan membantingnya ke trotoar lalu menginjak kepala korban dengan sepatu larsnya.

Korban yang bernama Steven yang merupakan tunawicara itu, sempat merintih kesakitan, namun kedua oknum tersebut terus menginjak kepala dan badan korban sambil menerima panggilan telepon.

Bagaimana kronologi kejadian tersebut?

1. Dua anggota TNI AU melihat keributan dan bermaksud melerainya

Kadispenau Marsma TNI, Indan Gilang Buldansyah menjelaskan, kejadian tersebut berawal pada saat Serda Dimas dan Prada Vian hendak membeli makan di salah satu rumah makan Padang yang ada di Jalan Raya Mandala, Merauke, Papua, Senin (26/7/2021) pukul 10.00 WIT.

Pada saat bersamaan terjadi keributan seorang warga tunawicara bernama Steven dengan penjual bubur ayam yang lokasinya berdekatan dengan rumah makan padang tersebut.

“Keributan ini disebabkan oleh seorang warga yang diduga mabuk, melakukan pemerasan kepada penjual bubur ayam dan juga kepada pemilik rumah makan padang dan sejumlah pelanggannya,” ujar Indan dalam keterangn tertulisnya, Selasa (27/7/2021).

2. Dua anggota TNI AU menginjak kepala tunawicara

Loading...

Kedua anggota Lanud Merauke itu berinisiatif melerai keributan dan membawa Steven ke luar warung. Namun, kedua oknum melakukan tindakan yang dianggap berlebihan terhadap warga.

“Kita menyesalkan tindakan berlebihan yang dilakukan oleh dua oknum anggota ini pada saat mengamakan warga, dan sejak kemarin (Senin) keduanya sudah ditahan di Satpom Lanud Dma untuk proses hukum selanjutnya,” kata Kadispenau.

3. Kedua oknum anggota TNI AU ditahan Lanud J.A. Dimara

Menyikapi kejadian dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh dua oknum anggota TNI AU itu, Kadispenau menegaskan pihaknya akan menindak secara tegas setiap prajurit yang melakukan tindakan pelanggaran.

“Kita akan tindak lanjuti kejadian ini, kedua oknum anggota ini akan ditindak secara tegas, sesuai aturan hukum yang berlaku di lingkungan TNI,” ujar Marsma Indan.

Kadispenau menyesalkan kejadian tersebut, dan memastikan bahwa, kejadian ini sudah ditangani oleh Satuan Polisi Militer Lanud Johannes Abraham Dimara (Dma), Merauke.

Loading...

“Kedua oknum anggota Lanud Dma ini sudah ditahan di Satpomau, dan proses hukumnya sedang berjalan,” sambungnya.

(NKRIPOST/hops)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *