Warga Melaporkan Beberapa Oknum ASN di Malaka yang diduga Terlibat Politik Praktis

BAGIKAN :
Adrianus Yuventus Bere,saat menyerahkan berkas laporan dugaan terlibatnya para oknum ASN yang terlibat politik praktis.
(05/02/2020)

NKRIPOST, NTT – Adrianus Yuventus Bere, warga masyarakat yang berdomisili di desa Umakatahan,Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, melaporkan lima ASN di Pemkab Malaka di Bawaslu Malaka, Provinsi NTT, Rabu(05/02/2020).

Sebelumnya, lima ASN Pemkab Malaka diduga ikut mendampingi Fit and Proper Test bakal calon Bupati,dr. Stefanus Bria Seran, di partai Gerindra Kupang, (30/01/2020), Stefanus Bria Seran saat ini masih menjabat sebagai Bupati Malaka.

Lima ASN itu adalah sebagai berikut,
1).Kepala Badan Pengelola Perbatasan (Dr. Yohanes Bernando Seran, SH,.Hum)

2). Kepala Bagian Ekonomi Setda Malaka, (Matilde Niis Seran)

3).Kepala Bagian (Kabag) Humas Dan Protokol Setda Malaka (Hendrina Lopo, S.Sos.

4).Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Malaka (Brinsina Eflrida Klau, S.Sos)

5).Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP)
Malaka (Herman Klau, S.Pi)

Di kantor Bawaslu Malaka, desa Harekakae,Kecamatan Malaka Tengah, pihak Bawaslu atas nama Kanisius Nahak, koordinator Devisi Pengawasan, Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga,menerima laporan warga atas dugaan terlibatnya ASN Pemkab Malaka.

Adrianus Yuventus Bere, kepada NKRIPOST.COM menuturkan bahwa dirinya mengetahui dugaan ini setelah dirinya membaca berita dari media Online.

” Saya mengetahui dugaan terlibatnya para ASN ini lewat media online yang memberitakan kasus ini. Jadi saya sebagai warga negara yang baik,melaporkan ini untuk ditindaklanjuti Bawaslu Malaka,” kata Adi Bere, sapaan akrabnya.

Kanisius Nahak mengapresiasi partisipasi masyarakat yang ikut aktif mengawal proses demokrasi yang bersih dan netral.

” Kita dari Bawaslu mengapresiasi partisipasi dari masyarakat yang giat mengawal dan mengawasi proses demokrasi ini. Kita berterima kasih,” ujar Kanisius Nahak kepada NKRIPOST.COM

Kanisius juga berjanji akan membahas bersama Bawaslu Malaka untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat ini.

” Sejak Bawaslu ada di Malaka,baru kali ini ada warga yang melapor ke Bawaslu atas dugaan terlibatnya ASN dalam politik praktis yang dilarang keras dalam Undang-Undang Komisi ASN. Kita akan tindaklanjuti laporan ini,” ujar Kanisius Nahak.

Menurut Kanisius,aturan atau larangan untuk ASN berpolitik praktis ini melekat selama oknum ASN itu masih menjabat,tanpa harus menunggu tahapan Pemilu.

” ASN dilarang berpolitik praktis itu dilarang sesuai aturan yang sah di KASN. Jadi tiap saat ASN itu dilarang ikut berpolitik,tanpa kecuali. Alasan belum ada tahapan Pemilu tidak benar. ASN itu,selagi dirinya masih sebagai ASN, wajib hukumnya dia menaati aturan yang diberlakukan oleh Komisinya yakni KASN. Jadi kita akan tindaklanjuti. Oknum ASN yang dilaporkan ini akan kita surati ke instansinya masing-masing,” tegas Alumnus GMNI ini kepada NKRIPOST.COM

Penulis : Morgan

Publikasi : 5 Februari 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami