Warga Malaka Tak Pernah Rayakan HUT Pemekaran, SN-KT Ajak Warga Heningkan Cipta Saat Kampanye

BAGIKAN :

Nkripost, Malaka – Warga Kabupaten Malaka tidak pernah merayakan hari ulang tahun (HUT) pemekaran, lahirnya Daerah Otonom Baru (DOB) Malaka, 23 Desember. Pasangan calon (paslon) Bupati, Dr. Simon Nahak, SH, MH yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT mengajak warga untuk mengheningkan cipta dalam setiap kampanye.

Di Tahun 2013, saat penetapan DOB Malaka, warga Malaka gegap gempita dan gembira karena diberi hak khusus untuk mengurus rumah tangganya sendiri. Warga Malaka “merayakan” kemerdekaan dan ingin menikmati pembangunan secara mandiri.

Namun, hari bahagia Kabupaten Malaka tidak pernah disebut-sebut, apalagi dirayakan. Sama sekali tidak. Seolah-olah sejarah pemekaran itu dilupakan. “Padahal, kita hanya bisa membangun di atas keberhasilan sejarah. Apa yang kita buat atas jasa-jasa dan perjuangan sehingga Malaka bisa mekar. Kalau tidak, kita dianggap tidak berhasil dan tidak menutup kemungkinan DOB Malaka dievaluasi,” kata Paulus Seran Bouk, saat kampanye di Desa Forekmodok Kecamatan Weliman, belum lama ini.

Baca Juga: Kampanye di Lakulo Kecamatan Weliman Cabup Malaka Simon Sebut Nama Panggilan Masa Kecil

Juru kampanye Paket SN-KT yang lain, Benediktus Bria mengingatkan pentingnya tujuan pemekaran daerah saat kampanye di Desa Oanmane Kecamatan Malaka Barat, beberapa waktu lalu. Kabupaten Malaka dibentuk dengan tujuan mendekatkan pelayanan dan pemekaran dirasakan secara merata dan adil. Namun, kenyataan yang terjadi justeru jauh dari harapan masyarakat.

Benediktus mengatakan Kabupaten Malaka pernah disclaimer sesuai hasil audit pengelolaan keuangan daerah. Kabupaten Malaka juga sudah mencapai predikat Wajar tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah. Itu kewajiban yang harus dilaksanakan bukan prestasi untuk dirayakan. Namun, seiring dengan predikat WTP, Kabupaten Malaka dirundung berbagai kasus dugaan korupsi. “Ini artinya apa, silahkan tahu sendiri,” begitu Benediktus menyentil perihal filosofi pemekaran yang tidak pro kesejahteraan.

Paket SN-KT merasa berhutang budi atas keberhasilan sejarah sehingga mengajak warga, pendukung dan simpatisan untuk mengheningkan cipta dalam rangka mengenang para penjasa pemekaran dalam setiap kegiatan kampanye. Beberapa nama tokoh yang disebut untuk jasanya dikenang antara lain, Taolin Ludovikus, BA selaku Wakil Bupati Belu saat itu, Ina Mako selaku tokoh adat yang terlibat dalam penyelesaian masalah batas Belu-Timor Tengah Selatan dan Drs. Daniel Asa, Wakil Bupati Malaka yang berpulang begitu cepat dan kiprahnya meninggalkan semangat juang tanpa membeda-bedakan kepentingan di Kabupaten Malaka.

SN-KT mengajak warga untuk mengheningkan cipta karena justeru keberhasilan sejarah, semua orang terpanggil untuk membangun Malaka. Demikian pun, menjadi spirit dan motivasi agar semua pihak terlibat dalam pembangunan dan tidak boleh merampas hak-hak rakyat sesuai filosofi pemekaran. (km-tim)

Publikasi : 28 Oktober 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami