Warga Kerjakan Jalan Sendiri, Ini Tanggapan Anggota DPRD TTS Dan Kadis PUPR

Nkripost, TTS – Terkait keluhan masyarakat untuk ruas jalan kabupaten yang berada di dusun 3 desa Fatu’ulan kecamatan Ki’e,Kabupaten TTS,ditanggapi oleh Kepala Dinas PUPR TTS Lens Liu ,dan Juga Anggota DPRD TTS fraksi PDIP Pitersius Kefi,ST.

Menurut Kepala Dinas PUPR TTS Lens Liu saat Ditemui media Nkripost.com pada hari ini senin 02/11/2020, Ia menjelaskan bahwa terkait keluhan masyarakat tersebut PUPR pada dasarnya selalu siap untuk mengerjakan namun menurutnya semua dapat terlaksana tergantung pada alokasi anggaran yang ada di Pemda TTS.

“Keluhan masyarakat dari desa Fatu’ulan soal ruas jalan di dusun itu, dari dinas PUPR siap saja untuk mengerjakan tetapi tergantung pada dana yang ada.ungkap Kadis.

Berita Terkait: Tak Diperhatikan Masyarakat Desa Fatuulan Kerjakan Jalan Kabupaten Dengan Alat Seadanya/

Terpisah, Pitersius Kefi,ST., anggota DPRD fraksi PDIP Daerah Pemilihan(Dapil) VI, ketika dikonfirmasi melalui kontak telepon dirinya menjelaskan bahwa, khusus untuk Ruas jalan Tesi Ayofaun Fatuulan Binenok, sudah Di anggarkan di APBD induk 2020 dengan kisaran dana kurang lebih sembilan ratus juta lebih.

Tetapi karena ruas jalan tersebut dikenakan rasionalisasi karena akibat Covid 19 ,sehingga ada perubahan walaupun sudah di angkat pada saat paripurna,. Sehingga ruas jalan tersebut akan usahakan untuk masuk pada APBD Induk 2021.

Menurutnya bahwa,sesuai jawaban pemerintah bahwa jalan ruas jalan tersebut akan dibantu untuk membuatkan proposal agar dimasukan ke Provinsi untuk kalau bisa dianggarakan ke tahun mendatang.

Loading...

Adapun harapan dari Kristo Efi,ST bahwa semoga pemerintah konsikuen dengan apa yang sudah dibicarakan terkait semua pekerjaan yang sudah dikenakan rasionalosasi, agar bisa di masukan ke APPBD 2021.

Dan juga adapun usulan-usulan dari dinas PUPR bahwa sesuai laporan LKPJ 2020 itu banyak jalan sertu yang rusak, sehingga mereka memberikan solusi untuk kalau bisa perlahan-lahan kalau bisa ruas jalan itu dianggarkan untuk Hot Miks saja,agar lebih bagus. Karena terkait ruas jalan tokoh grafiknya seperti fatu’ulan itu kita tidak bisa kerjakan jalan sertu,karena itu akan rusak setiap tahun dan akan membuat masyarakat mengeluh terus-menerus.”pungkasnya

Masih Piter Kefi,dalam penjelasannya bahwa kalau bisa di urut perlahan-lahan sesuai keuangan daerah walaupun setiap tahun 1 kilo saja,yang penting hot mix,karena jalan itu pasti diprioritaskan untuk jalan menuju tempat pariwisata.

Video Warga Kerjakan Jalan
Loading...

Diketahui sebelumnya masyarakat yang berada di dusun 3 desa Fatu’ulan kecamatan Ki’e,Kabupaten TTS Dengan antusias mengerjakan jalan di dusun 3 yang berkisar kurang lebih 4 kilo, walaupun hanya dengan alat-alat manual yakni Derum dipakai untuk menggantikan penggilas,besi gali dipakai untuk menggali,serta karung dan ember dipakai untuk mengangkut tanah okfol.

Adapun hal-hal yang disampaikan masyarakat bahwa jalan tersebut dari tahun ke tahun sudah di usulkan untuk memperbaiki,tetapi sampai hari ini tidak diperhatikan sama sekali.

Tetapi mereka tetap bersemangat untuk tetap mengerjakan jalan tersebut agar bisa memperlancar ekonomi mereka,karena di desa Fatu’ulan terkhususnya dusun 3 yang memiliki 4 RT itu,mereka punya hasil yang sangat besar,contohnya wortel,kacang merah,kentang,dan lain-lain.

Menurut penjelasanan salah satu masyarakat dusun 3 Ariskus Natonis bahwa ,untuk ke jalan negara mereka harus jalan kaki menempuh jarak kurang lebih satu kilo untuk membawakan hasil-hasil tersebut,karena mobil tidak bisa masuk.

Jalan tersebut sudah dikeluhkan dari tahun 2003 lalu,namun hingga kini mereka hanya mendapatkan janji saja,terkadang sudah diusulkan ke kecamatan,dan mereka yang terkait akan menjawab jalan ini sudah P 1.

Bahasa P1 inilah yang membuat masyarakat bertanya,apakah P1 ini,memang P1 betul atau “POE OKE” (omonong kosong/berbohong).kesalnya

“kami tiap tahun harus kerja ,sudah usul ke sini sana tapi dong jawab kami ,ini jalan sudah P1,na ini P 1 betul atau P 1 Poe Oke”

Menurut penjelasan kepala dusun 3 Frits H.Natonis bahwa,jalan tersebut adalah jalan kabupaten yang sangat-sangat dibutuhkan karena,bukan hanya untuk memperlancar hulu hasil saja,tetapi juga untuk memperlancar pengunjung pariwisata di Fatuulan dari selatan. (Ray)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *