Warga Kecamatan Dendang Beltim Bersikukuh Keras, Punahnya Ribuan Pohon Kelapa Akibat Replanting PT. SMM

*KepedulianĀ  LIN BABEL : Siap Dampingi Warga Kecamatan Dendang Sampai Tuntas Permasalahan Hama Kumbang

NKRIPOST, BANGKA BELITUNG – Sampai saat ini masyarakat di Kecamatan Dendang di beberapa Desa masih menunggu kejelasan nasibnya. Pasalnya, hampir beberapa tahun belakangan ini, persoalan keluhan masyarakat di Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tak kunjung tuntas lantaran ribuan pohon kelapa milik warga setempat kini tak lagi produktif alias punah diduga akibat penyebaran hama Kumbang Tanduk “Replanting” disalah satu perusahaan yang ada dikawasan daerah tersebut.

Persoalan ini dialami oleh sejumlah warga yang mengaku saat ini kondisi pohon kelapa milik mereka kini mengalami kepunahan lantaran diduga berawal dari kegiatan peremajaan (replanting) di lahan perkebunan PT Sahabat Mewah Makmur (SMM) cukup dekat dengan kebun warga di lingkungan kecamatan setempat (Dendang).

Bahkan kegiatan replanting pun justeru dianggap warga menimbulkan dampak negatif yang sangat besar terhadap tanaman pohon kelapa milik warga setempat lantaran berakibat munculnya hewan pengganggu tanaman pohon kelapa atau disebut hama Kumbang Tanduk.

Seperti halnya diakui oleh seorang tokoh masyarakat Desa Jangkang, Kecamatan Dendang. Zulman (65) saat ditemui tim Lembaga Investigasi Negara (LIN) Provinsi kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rabu (17/9/2020) di kediamannya.

Menurut mantan kepala desa (Kades) Jangkang ini kondisi sejumlah pohon kelapa miliknya itu mengalami punah tak lain disebabkan oleh serangan hama Kumbang Tanduk atau akibat dampak dari kegiatan replanting di lahan kebun sawit milik PT SMM yang berada di Kecamatan Dendang hingga mengakibatkan sejumlah pohon kelapa miliknya kini mengalami kerusakan atau punah.

Loading...

Kegiatan replanting perusahaan perkebunan sawit ini pun menurutnya justeru sejak tahun 2015 lalu, dan perusahaan ini pun menurutnya justeru telahi hadir di Kecamatan Dendang sejak tahun 1980-an.

Persoalan hama Kumbang Tanduk diakuinya memang menjadi musuh utama para petani pohon kelapa, terlebih Kumbang Tanduk ini merupakan hama pengganggu tanaman pohon kelapa.

“Dalam satu pohon kelapa sawit saja bisa mencapai ratusan Kumbang Tanduk itu ada di dalamnya jika hama ini sudah menyerang tanaman pohon kepala warga,” ungkapnya.

Loading...

Hanya saja menurutnya sampai saat ini persoalan keluhan dirinya ini termasuk warga lainnya terkait persoalan hama Kumbang Tanduk ini sampai saat ini sayang disesalkanya justeru tak kunjung tuntas.

“Sebab pihak perusahaan itu (PT SMM — red) merasa jika persoalan hama Kumbang Tanduk ini bukanlah disebabkan kegiatan replanting itu,” sesalnya.

Persoalan serangan hama Kumbang Tanduk ini pun sempat pula diketahui pihak pemerintah daerah maupun intansi terkait, bahkan lebih dari satu kali diadakan pertemuan dengan intansi terkait termasuk pihak legislatif (DPRD Kabupaten Betim) hingga melibatkan pihak perusahaan (PT SMM) dan sejumlah warga guna membahas persoalan ini.

“Namun sampai sekarang belumlah ada titik terangnya. Nah inilah yang sangat kami sesalkan itu hingga sampai sekarang masih terkesan berlarut-larut. Apa mesti menunggu kemarahan para warga memuncak?,” tegas Zulman.

* Makan Sehari-Hari dan Kuliah Anak Dari Hasil Kebun Kelapa

Kejadian serupa pun tak saja dialami oleh Zulman, namun sejumlah warga desa lainnya pun mengalami nasib yang sama, bahkan menurut seorang warga Dusun Air Asam, Desa Jangkang, Kecamatan Dendang, Ki Masha (77) menyebutkan adanya kegiatan replanting kebun sawit oleh PT SMM tak sedikit kerugian materi yang dialami kakek ini, bahkan akibat kejadian serangan hama Kumbang Tanduk justeru sekitar 400 batang poohon kelapa di kebun miliknya kini rusak atau mengalami kepunahan total.

“Jadi sekarang mau gimana lagi. Terpaksa sekarang saya berusaha dengan berkebun sayur. Padahal dari kebun kelapa itu justeru sebagai modal makan sehari-hari kami sekeluarga termasuk membiayai kuliah anak-anak,” tutur Ki Masha saat itu ditemui sekretaris LIN Provinsi Babel bersama timnya di Dusun Asam, Jangkang, Kamis (18/9/2020) siang.

Selama ini atau sebelum ratusan batang pohon kelapa miliknya mengalami kerusakan, kakek ini mengaku dari lebih pohon kelapa justeru dianggapnya sumber pendapatan keluarganya yakni guna memproduksi minyak kelapa selanjutnya dijual demi memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Loading...

Kendati pun begitu, kakek ini (Ki Masha) sangat berharap agar persoalan serangan hama Kumbang Tanduk yang menyenangkan ratusan pohon kelapa miliknya kini punah yang diduganya dampak dari kegiatan replanting oleh perusahaan perkebunan sawit tersebut.

Sementara itu ketua kelompok tani di Dusun Air Asam Desa Jangkang,  Ainal (52) pun mengharapkan agar persoalan keluhan sejumlah warga di dusunnya segera cepat ditanggapi pihak pemerintah daerah termasuk intansi terkait.

“Jangan sampai keresahan sejumlah para petani di dusun kami ini (Air Asam — red) nanti terjadi gerakan yang menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan,” ungkap Ainal.

Keluhan warga itu pun dibenarkan oleh kepala dusun (Kadus) Air Asam, Sardi. Hal serupa pun diungkapkan pula oleh warga lainnya di Desa Dendang, Thamrin (62). Menurutnya akibat replanting di kebun sawit milik perusahaan perkebunan sawit PT SMM yang dekat dengan kebunnya itu justru saat ini sekitar 68 batang pohon kelapa miliknya kini punah.

Loading...

* Usai Menyerap Aspirasi Warga, Tim LIN Langsung Temui Wakil Bupati Beltim

Terkait permasalahan keluhan sejumlah warga di wilayah Kecamatan Dendang ini, sekretaris LIN Provinsi Babel, Ryan A Prakasa mengaku pihaknya saat ini merasa prihatin terkait kejadian yang dialami oleh sejumlah warga dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Dendang Beltim ini.

“Miris dengan kejadian dialami sejumlah warga di Kecamatan Dendang itu. Sebab sampai saat ini terkesan tak ada sama sekali solusi bagi masyarakat. Saya merasa sangat sedih jika memang kondisinya sebagaimana diungkapkan warga kepada kita (LIN Provinsi Babel — red),” kata Ryan.

Meski begitu, Ryan mengaku pihaknya berencana akan membawa persoalan keluhan sejumlah warga tersebut ke pihak pemerintah daerah termasuk intansi terkait guna mencari solusi untuk penyelesaian permasalahan tersebut.

Loading...

“Nah jika memang dianggap perlu maka persoalan ini akan kami tindak lanjuti hingga ke Kementerian terkait bahkan ke ranah hukum apabila kami pandang perlu,” katanya.

Sebaliknya menurutnya persoalan keluhan masyarakat ini sesungguhnya tak begitu sulit untuk diselesaikan dengan baik, namun hal itu justeru kembali kepada niat pemerintah daerah setempat.

“Ya kembali ke pemerintah daerah mau diselesaikan seperti apa asalkan jangan ada pihak manapun yang dirugikan dalam kasus ini,” tegasnya.

Sebab menurut Ryan saat ini informasi yang diperoleh tim LIN Provinsi Babel yakni menyebutkan jika perusahaan itu perusahaan perkebunan sawit itu (PT SMM) sampai saat ini masih berpendapat jika kejadian munculnya sekaligus terjadinya serangan hama Kumbang Tanduk terhadap tanaman pohon kelapa milik masyarakat di Kecamatan Dendang itu bukanlah akibat dampak dari kegiatan replanting perkebunan sawit PT SMM.

Sebaliknya informasi lainnya yang didapat pihaknya justeru pihak perusahaan ini siap untuk dilakukan penelitian oleh tim ahli guna membuktikan apakah hama Kumbang Tanduk itu memang berawal dari kegiatan replanting perkebunan sawit milik PT SMM.

“Ada baiknya jika yang melakukan penelitian itu dari pihak pemerintah daerah dan bukan sebaliknya. Sehingga keluhan masyarakat tersebut bisa terjawab kan dan masyarakat pun akhirnya memahami apa yang menjadi penyebab kejadian serangan hama Kumbang Tanduk itu,” tegas Ryan lagi.

Tak cuma itu, bahkan tim LIN Provinsi Babel sendiri saat telah berhasil mengumpulkan sejumlah data jumlah masyarakat yang mengaku kerugian secara materi lantaran tanaman pohon kelapa warga saat ini mengalami kerusakan atau punah akibat diduga dampak dari kegiatan replanting oleh PT SMM.

Selain itu, Ryan pun menambahkan jika persoalan keluhan sejumlah warga di Kecamatan Dendang itu tak segera diselesaikan dengan baik hingga nantinya berujung kepada masyarakat yang dirugikan ia justeru mengkhawatirkan tak menutup kemungkinan akan terjadi konflik berkepanjangan antara masyarakat dengan pihak perusahaan (PT SMM).

“Ini sangat vital jika persoalan keluhan sejumlah warga dilarut-larutkan. Sebab saya khawatir nantinya tak menutup kemungkinan timbul gejolak di masyarakat setempat. Terlebih lagi saat ini di Kabupaten Beltim mau menjelang pilkada 2020 maka suatu daerah mesti kita jaga situasi keamanan yang kondusif,” terang Ryan.

Selanjutnya, Kamis (17/9/2020) sore itu tim LIN pun usai mendengarkan keterangan dari sejumlah warga, melanjutkan kegiatan pertemuan dengan pejabat pemerintah daerah setempat yakni Burhanudin selaku wakil bupati Beltim

Dalam pertemuan sore itu di sebuah warung atau kedai Kopi di kawasan Manggar Beltim, Burhanudian mendengarkan informasi yang disampaikan oleh sekretaris LIN Provinsi Babel, Ryan A Prakasa terkait persoalan keluhan masyarakat Kecamatan Dendang.

Sebaliknya penjabat yang dikenal dengan sebutan nama panggilan ‘bang A’an ini mengaku jika permasalahan tersebut sudah diketahui pihak pemerintah daerah (Pemkab Beltim) temasuk dirinya mengaku sangat mengetahui permasalahan tersebut.

“Sampai saat ini kita masih mencari solusi guna penyelesaian yang terbaik dalam kasus itu. Namun berikan kami waktu untuk menyelesaikan masalah rumah tangga kami ini,” kata wakil bupati Beltim saat itu di hadapan sekretaris LIN Provinsi Babel dan timnya.

Meski begiitu pihak pemerintah daerah ditegaskanya sampai saat ini tetap memperhatikan keluhan masyarakat yang merasa dirugikan akibat serangan hama Kumbang Tanduk.

Sejauh ini tim reporter media spotberita.com masih mengupayakan konfirmasi pihak PT SMM selaku perusahaan pengelola kebun sawit di wiayah Kecamatan Dendang terakait keluhan sekaligus tudingan sejumlah warga yang menduga jika tanaman pohon kelapa milik warga kini punah lantaran dampak dari kegiatan replanting. (tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *