Kategori
HUKUM

Vonis Sidang Narkoba 32 Kg Kembali Di Tunda

BAGIKAN :
Penasehat Hukum Dr. Fauzan Ramon SH MH didampingi Pengacara Budi Prayitno SH MH

Nkripost, Banjarmasin – Sidang lanjutan perkara narkoba seberat 32 kilogram dengan menyeret dua terdakwa yaitu Said Akhmad Zais Assegaf alias Habib (berkas terpisah ) dan terdakwa Jayadi warga sungai Lulut, Kabupaten Banjar, amar vonis dari majelis hakim kembali ditunda, saat sidang digelar di PN Banjarmasin, Senin, ( 19/10) siang tadi.

Sidang penundaan dengan videoconference diruang aula tersebut, dihadiri majelis hakim dipimpin langsung Ketua PN Banjarmasin Moch. Yuli Hadi SH MH dengan kedua anggotanya Jamser Simanjuntak SH dan Daru S R SH MH dan turut hadir Jaksa Penuntut Umum Agus Subagya SH MH dari Kejati Kalsel dan turut hadir Penasehat hukum Dr. Fauzan Ramon SH MH bersama rekan Budi Prayitno SH MH.

Adapun alasan penundaan pembacaan putusan disampaikan oleh majelis hakim dalam persidangan tersebut lantaran amar putusan belum selesai dibuat.
Dan oleh majelis hakim sidang putusan ditunda selama sepekan yaitu tanggal 26 oktober 2020 mendatang.

” Untuk pembacaan putusan bagi kedua terdakwa Habib sapaan bagi Said Akhmad dan Jayadi, ditunda hingga Senin minggu depan yaitu tanggal 26 oktober 2020 nanti, ” jelas Moch. Yuli Hadi SH MH, saat sidang.

Sementara Penasehat Hukum Dr. Fauzan Ramon SH MH yang didampingi Pengacara Budi Prayitno SH MH membenarkan bahwa pembacaan putusan terhadap kedua kliennya yaitu Said Akhmad dan Jayadi kembali mengalami penundaan.
Namun menurutnya bahwa belum siapnya surat amar putusan tersebut adalah hal yang wajar dimana dalam membuat pertimbangan hukum tidaklah mudah.

” Tidak mungkin dalam waktu seminggu bisa rampung amar putusan bagi kedua kliennya, dan Kami memaklumi hal itu, ” kata Pengacara Fauzan Ramon yang cukup terkenal di Kalimantan Selatan ini.

Namun harapannya agar majelis hakim bisa memberikan putusan dengan seadil-adil, dimana yang salah satunya bisa mendapatkan keringanan dan yang dianggap tidak bersalah bisa diputuskan sesuai perbuatannya.

Untuk sekedar diketahui kedua terdakwa sama dituntut hukuman seumur hidup.
Dan dianggap bersalah melakukan tindak pidana melawan hukum sebagai mana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 114 ayat ( 2) jo pasal 132 (1) UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, Penasehat Hukum untuk Jayadi diminta bebas dan untuk Habib diminta keringanan hukuman.

REPORTER : YUSI

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *