Usai Keroyok Perwira Polisi, 4 Oknum Pemuda Pancasila Ditangkap

POLISI menangkap empat orang dari massa Pemuda Pancasila yang berdemo di depan gedung DPR.

Mereka ditangkap karena diduga mengeroyok seorang perwira polisi.

“(Diamankan) karena ada dugaan tindak pidana,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, saat ditanya alasan keempatnya ditangkap, di depan DPR, Jl Gatot Subroto, Jakpus, Kamis (25/11/2021).

Loading...

Namun Tubagus belum mengetahui jumlah anggota Pemuda Pancasila yang ditangkap.

Polisi kini tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Iya (berkaitan dengan pemukulan terhadap anggota kepolisian). Masih kita teliti, sementara masih dilakukan pemeriksaan,” ucap Tubagus.

Berdasarkan pantauan di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pukul 16.10 WIB tampak sejumlah anggota PP ditangkap polisi.

Ada empat orang yang terlihat dibawa masuk ke dalam gedung DPR RI.

Saat digiring, mereka tidak melakukan perlawanan. Setelah masuk ke dalam gerbang DPR RI, sejumlah petugas kepolisian pun langsung menutup gerbang kembali.

Kapolda Metro Jaya IrjenFadil Imran tampak juga ada di lokasi. Massa kini telah membubarkan diri.

Kapolres Jakpus Sebut Perwira Dikeroyok

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan ada seorang polisi yang terluka akibat dikeroyok massa Pemuda Pancasila.

Hal itu diungkapkan Hengki saat bicara di depan massa dari atas mobil komando.

Hengki mengatakan aparat telah memberikan pelayanan kepada massa untuk menyampaikan pendapatnya.

Namun yang terjadi, massa ricuh dan bahkan melukai polisi.

“Tugas kami dari pihak kepolisian adalah menjaga dan melayani rekan-rekan sekalian. Sekaligus sebenernya saat ini adalah menjaga protokol kesehatan–saya terpaksa buka masker biar (terdengar) jelas–tapi kegiatan rekan-rekan sekalian sekarang dinodai oleh ulah rekan-rekan,” kata Hengki.

“Perwira kami, AKBP dikeroyok luka-luka, apakah itu tujuan rekan-rekan datang kemari? Melawan kami, mengeroyok kami yang mengamankan rekan-rekan. Saya minta pimpinan aksi ini bertanggung jawab. Perwira menengah. Perwira menengah dikeroyok padahal beliau mengamankan kegiatan ini,” tutur Hengki dengan nada tinggi.

(NKRIPOST/Detik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *