Unras di Kejati Sulsel, GPMI Laporkan Direktur RS Makkatutu Bantaeng

BAGIKAN :

MAKASSAR – Direktur Rumah Sakit (RS) Prof Makkatutu Kabupaten Bantaeng mendapat sorotan oleh sejumlah aktivis mahasiswa terkait kasus alat kesehatan (Alkes).

Salah satunya dari Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI), dengan menggelar aksi demontrasi depan Kantor Kejati Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo, Kamis (10/10/2019).

Mereka menilai, Perlakuan Dirut RS Prof Makkatutu Bantaeng melanggar Undang-Undang (UU), sebab melakukan pelelangan E-Katalog senilai Rp.25.060.927.700 tahun 2018 lalu.

Dalam orasinya, Bimbing selaku Jenderal Lapangan Aksi mengatakan, bahwa adanya kasus di kabupaten bantaeng yaitu kasus anngaran alat-alat kesehatan yang bernominal sekitar 25 milliar.

Dimana, pihak Direktur RS Prof. Makkatutu diduga telah melakukan pelelangan dana anngaran alat kesehatan.

“Seharusnya anngaran pembelanjaan sistem E-katalog itu tidak boleh dilelang, karna apabila dilakukan pelelangan maka telah melanggar undang-undang,” terikak Bimbing dengan suara lantang.

Atas dasar itu, puluhan massa aksi mendesak Kejati Sulsel segera memeriksa Direktur RS Prof Makkatutu Bantaeng.

“Kami meminta Kejati Sulsel segera memeriksa beliau (Dirut RS) yang telah melakukan korupsi alat kesehatan”, tegasnya.

Ia pun menegaskan, bagi pihak penegak hukum segera menangkap dan mengadili.

“Tangkap dan adili segera yang melakukan tindak pidana korupsi dana alat-alat kesehatan RSUD anngaran tahun 2018”, pungkasnya.

Mereka juga mengimbau, jika tentunya tidak segera ditunaikan, maka GPMI akan menghadiri massa lebih banyak.

“Jika tututan kami tak diindahkan, maka kami akan turunkan lebih banyak massa”, ancam Bimbing.(AS)

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami