Tiga Tersangka Pendukung SBS-WT bakal Dijemput Paksa terkait Kasus Penganiayaan Wartawan

Nkripost, Malaka- Tiga tersangka masing-masing berinisial, SFK, RSK dan JS, pendukung pasangan calon (paslon) bupati, Stefanus Bria Seran dan wakil bupati, Wendelinus Taolin dengan tagline SBS-WT yang diduga terlibat kasus penganiayaan Yohanes Seran Bria alias Bojes, wartawan media online Gardamalaka bakal dijemput paksa jika tidak memenuhi panggilan penyidik Polres Malaka.

Sesuai pantauan di Kantor Reskrim Polres Malaka, Jumat (23/10/20) sejak pagi hingga berita ini diturunkan, tiga tersangka kasus yang terjadi di ruas jalan sekitar Sekretariat Tim Pemenangan Paslon SBS-WT yang beralamat di Desa Haitimuk Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka, Kamis (15/10/20) sekitar pukul 17. 00 Wita belum memenuhi panggilan penyidik.

Padahal, Polres Malaka sudah melayangkan surat panggilan kepada ketiga pendukung SBS-WT tersebut untuk dimintai keterangan sebagai tersangka. Hingga berita ini diturunkan, pihak penyidik belum dikonfirmasi terkait kehadiran tiga tersangka untuk diperiksa. Karena belum memenuhi panggilan, tidak menutup kemungkinan bagi penyidik untuk menjemput paksa tiga tersangka tersebut.

Di sisi lain, tuntutan mahasiswa dari berbagai forum dan organisasi kemahasiswaan mendesak Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno dan jajarannya agar segera menangkap dan menahan pelaku penganiayaan wartawan yang sudah mendapat atensi begitu meluas.

Forum dan organisasi mahasiswa di antaranya Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi (AM Prodem) yang sudah menggelar demo untuk menyampaikan tuntutannya pada aksi demo damai di Markas Polres Malaka, Senin (19/10/20). Sedangkan, Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Cabang Belu menggelar demo untuk menyampaikan tuntutannya di Markas Polres Malaka, Kamis (22/10/20).

Kapolres Albert juga telah menyatakan sikap tegas penyidik Polres Malaka terkait penanganan kasus penganiayaan wartawan yang juga mantan aktivis Persatuan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI) Cabang Kefamenanu. Sebagaimana dilansir, penyidik tidak akan mentolerir pelaku kejahatan tindak pidana.

Loading...

Kasus tersebut, kata Kapolres Malaka saat aksi demo AM Prodem, Senin (19/10/20), sudah dibentuk tim khusus untuk mempercepat pengungkapannnya. Karena, kasus ini mendapat atensi khusus Polda NTT. (km-tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *