Tiada Kemuliaan Tanpa Salib (Renungan Jumat Agung)

BAGIKAN :

Rm. Yudel Neno, Pr

(Pastor Pembantu Paroki Santa Maria Fatima Betun)

Ada ungkapan menarik ; Tiada Paskah tanpa Jumat Agung; Tiada Kemuliaan Tanpa Salib, dan akhirnya Kubur Kosong bukan omong kosong.

Perayaan paskah tahun ini, situasinya berbeda dari perayaan-perayaan sebelumnya. Ditengah dunia ini dilanda pandemi covid-19, umat manusia diinstruksikan untuk tinggal di rumah; jaga jarak, dan tidak perlu saling mengunjungi hanya kecuali ada urusan mendadak.

Pandemi covid-19, berhasil memantik suatu suasana baru, yang didalamnya umat manusia terpanggil untuk menghayati bahwa Kristus; Sang Juru Selamat itu,  kebenaranNya sungguh tak terkalahkan oleh siapapun dan apapun.

Sungguh tiada kemuliaan tanpa Salib. Upacara Jumat Agung, mengingatkan umat manusia bahwa kemuliaan dapat menunjukkan diri melalui jalan penderitaan. Karena dalam kesendirianNya, Kristus telah menderita maka dalam kesepian yang suci, berhimpun di rumah masing-masing, doa-doa dilantunkan dengan harapan bahwa semoga wabah covid-19 ini, segeralah berakhir.

Sebagaimana dilukiskan dalam bacaan pertama hari ini, yang diambil dari Yesaya, 52: 13-53:12, benar bahwa Kristus menderita karena kedurhakaan dan kejahatan umat manusia. Walaupun Ia dihina, menjerit kesakitan penuh sengsara tetapi pada akhirnya semua mata terbelalak karena kemenanganNya.

Kita hanya dapat menggenggam kemenangan, kalau kita taat di dalam pengakuan iman akan penderitaan dan kelak kebangkitanNya. KetaatanNya menuntun kita pada jalan keselamatan. KetaatanNya mengingatkan kita untuk berpegang teguh pada pengharapan bahwa tidak mungkin Ia membiarkan kita hanyut dalam rasa sendiri dan binasa. Dalam kesanggupanNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluh kesah; Bapa, semoga badai ini cepat berlalu dari umat ciptaanMu (Ibrani, 4:14-16;5:7-9).

Perayaan Jumat Agung ini, dirayakan dalam “kesepian” yang berkerohian tinggi. Dalam kesepian yang sakit karena Ia tak bersalah, dalam kesepian yang sakit karena DiriNya disangkal oleh muridNya sendiri, keberanianNya sebagai Raja dan jalan kebenaran, dalam perjumpaanNya dengan kehendak Bapa, lantas Ia menegaskan, kalau Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.

Tuhan, kalau memang wabah ini adalah cobaanMu, bawalah dia kembali, kalahkan dia dengan kemenanganMu karena hanya Engkaulah gunung batu, kekuatan kami; tempat kami bersandar. Hanya kepadaMulah dan hanya di dalam Engkaulah, langkah dan jiwa kami menjadi tenang.

Sementara orang-orang Yahudi, menolakMu, ya Tuhan, janganlah kami Dikau tolak tetapi selamatkanlah kami.

Semoga kami, bukan karena wabah ini, lalu kami menyangkalMu sampai tiga kali. Sebab Engkau sendiri telah mengatakannya; Semua yang diberikan kepadaKu, tidak akan kubuang.

Semoga kamilah yang Engkau bebaskan sama seperti Dismas, yang ada di sampingMu, karena ia tahu, Engkau Putera Allah, Sang Maha Kuasa dan kekal.

Semoga kami tidak cuci tangan bak Pilatus dan saling mempersalahkan, saling menyudutkan terutama karena wabah covid-19 ini.

Tuhan, SalibMu bagi orang-orang Yahudi-Romawi adalah hukuman dan rajam-an, semoga kami tidak Dikau hukum dengan wabah ini. Tuhan SalibMu bagi orang-orang Yunani adalah kebodohan, semoga karena iman akan SalibMu, iman dan pengetahuan kami Dikau tambahkan guna menemukan solusi untuk kesehatan dan keselamatan kami.

Tuhan, SalibMu bagi orang-orang Kristen adalah tanda kemenangan. Semoga dengan iman akan SalibMu, kami Kau menangkan dari rasa egois kami. Semoga apa yang kami derita, Dikau bawa dalam SalibMu, agar kelak karena kuat kuasaMu, kamipun Dikau menangkan.

Semoga kami selalu haus akan tubuh dan darahMu yang suci dan mulia; haus akan kebenarabMu, haus akan kasihMu dan akhirnya semuanya selesai karena kuat kuasaMu.

Sungguh semua itu, kami imani, sebab tiada kemuliaan tanpa Salib; Tiada Paskah tanpa Jumat Agung, tiada menang tanpa derita dan akhirnya kubur kosong bukan omong kosong.

Bawalah kami anak-anakMu, untuk dirangkul oleh IbuMu Maria, agar kasih sayang ini tetaplah meraja selamanya dalam seluruh kehidupan kami.

Publikasi : 10 April 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami