Tewas Saat Demo, Ternyata Randi Anggota IMM, PMII dan HMI

BAGIKAN :
Randi, mahasiswa kendari yang meninggal saat demo

JAKARTA – Tewasnya mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Ole atas Randi (21), akibat aksi represif polisi saat aksi demonstarasi penolakan RUU KUHP di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Usai aksi bentrok dengan aparat kepolisian, diduga Randi tertembak di dada kanan, kemudian sekitar pukul 15.00 Wita.

Randi dibawa oleh sejumlah rekannya ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit (RS) Dokter Ismoyo dalam keadaan kritis. Namun nahas, nyawa Randi tidak tertolong.

Randi, mahasiswa kendari yang meninggal saat demo

Almarhun Randi, ternyata merupakan anggota dari tiga organisasi mahasiswa Islam di Sulawesi Tenggara.

Diketahui, Randi pernah mengikuti jenjang kaderisasi di tiga organisasi mahasiswa Islam, yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Ketua DPD IMM Sultra, Marsono mengatakan, almarhum Randi merupakan kader IMM di Universitas Halu Oleo. Selain itu, kata dia, almarhum juga pernah ikut jenjang kaderisasi organisasi Islam lainnya.

“Almarhum pernah ikut pelatihan kader dasar di HMI dan PMII,” kata Maraono, Kamis (26/9/2019).

Lanjut Marsono, Randi adalah mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo. Ada luka tembak di bagian dada kanannya.

Ucapan belasungkawa pun disampaikan oleh tiga organisasi mahasiswa Islam, baik PMII, HMI, dan IMM. Di PMII, Randi tercatat sebagai kader PMII Rayon Perikanan Komisariat Universitas Halu Oleo, dan di HMI, Randi aktif sebagai kader IMM Cabang Kendari.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Najih Prastiyo mengutuk keras aksi brutal polisi ini. Menurut Najih, peristiwa ini adalah bukti nyata dari tindakan represif yang dilakukan oleh pihak keamanan terhadap mahasiswa yang ingin menyuarakan aspirasinya.

“Kami, IMM se-Indonesia menyatakan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya salah satu kader IMM yang tertembak peluru tajam ketika melakukan aksi unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ini adalah kehilangan yang sangat besar bagi kami,” ungkap Najih. (*)

Publikasi : 26 September 2019 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami