Tangkap TKA China Pemalsu KTP, Gubernur Tegaskan Polisi

NKRIPOST.RIAU | Kendari –Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Provinsi Sulawesi Tenggara, Sudah Mulai Berani memalsukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai Identitas kependudukannya di Negara Republik Indonesia.

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi mengambil kebijakan tegas, meminta Polisi segera menangkap Pelaku pemalsu KTP sebagai Identitas Kependudukan RI, yang dilakukan oleh Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China berinisial Mr Wang, yang Bekerja di perusahaan Tambang Nikel.

Loading...

Dugaan pemalsuan Identitas Mr. Wang terungkap setelah dilaporkan oleh seorang Babinsa Kecamatan Motui, yang kedapatan memiliki KTP palsu Dalam kegiatan rutin Pemeriksaan warga dari luar daerah yang masuk ke Perusahaan Pertambangan tersebut.

Ali Mazi Mengatakan, siapa pun yang memalsukan Identitas kenegaraan harus diproses sesuai hukum yang berlaku,
“Kalau palsu ya harus ditangkap, Benar atau salah, serahkan kepada yang berwajib.
Siapapun yang memalsukan KTP, itu namanya pemalsuan identitas Negara, ”tegas Ali Mazi usai Memimpin rapat dengan jajaran di Kantor Gubernur Sultra, dikutip Asiatoday Rabu, 6/5/2020.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenkumham Sultra, Sofyan  yang dimintai keterangan usai mengikuti rapat tersebut, tidak bersedia memberikan keterangannya.

“Ditreskrimum Polda Sulawesi Tenggara telah menindaklanjuti kasus tersebut dengan memeriksa pelaku beserta istrinya dan beberapa saksi lainnya, Kami sudah memeriksa Mr Wang dan istrinya inisial N. Kami mendatangi rumah mereka di Desa Wawoluri, Kecamatan Motui Konawe Utara, bukan di Polda Sultra, dikarenakan saat ini Konawe Utara tengah melakukan karantina wilayah, ”jelas Kasubdit III Jatanras Polda Sultra, Kompol Singgih Hermawan.

Setelah memeriksa Mr Wang dan istrinya, penyidik Ditreskrimum Polda Sultra juga akan memeriksa beberapa saksi lainnya untuk mempercepat proses penyelidikan terkait KTP palsu TKA China tersebut.
Diketahui, Mr Wang yang lahir di Provinsi Shanxi tahun 1964 mengubah identitas dirinya sebagai Wawan Saputra Razak beralamat tinggal di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Akibat tindakannya itu, Mr Wang terancam Pasal 264 Undang-Undang No 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.***[BDM]

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *