Tangis Pilu Warga Jepara Tiada Henti, Kembali 6 Orang Meninggal Dunia Karena Corona

Ilustrasi Virus Corona

NKRIPOST .COM – JEPARA – Sabtu, 26 Desember 2020. Sampai jam 22.00 ini telah dilaporkan 6 orang meninggal dunia dalam status terkonfirmasi dan probable Covid-19. Pasien yang meningal dalam status positif Covid-19 adalah :

  1. Tn. D, 59 tahun penduduk Kecamatan Jepara. Almarhum meninggal dini hari di RS Mardi Rahayu Kudus tempat almarhum dirawat sejak pertengahan bulan ini. Swab telah dilakukan pada tanggal 17 Desember dengan hasil positif. Pemakaman dilakukan dengan protokol pemulasaraan Covid-19.
  2. Ny. S, 38 tahun, penduduk Kecamatan Pecangaan.  Almarhum dirawat di RSI Kudus sejak tanggal 15 Desember dan telah dilakukan swab 2 kali yang hasilnya positif pada tanggal 15 dan 16 Desember 20220.
  3. Tn K, 59 tahun dari Kecamatan Pakis Aji. Almarhum meninggal di RSI Sultan Hadirin pagi tadi dengan status probable Covid-19 dan dimakamkan dengan pemulasaraan Covid-19.
  4. Ny M, 47 tahun, penduduk saalah satu Desa di Kecamatan Bangsri meningal saat dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus pagi tadi.  Ia dirawat dirumah sakit tersebut sejak 22 Desember 2020 dan telah dilakukan swab dengan hasil positif pada tanggal 23 Desember 2020. Almahum juga dimakamkan oleh relawan pemakaman Covid-19.
  5. Tn S, dari dari salah satu Desa di Kecamatan Donorojo. Almarhum sebelumnya dirawat di RSUD RA Kartini sejak 16 Desember 2020 dan diumumkan positif terkonfiormasi Covid-19 tanggal 19 Desember. Namun almarhum pulang paksa pada tanggal 25 Desember dan kemudian meninggal  pagi tadi di rumahnya. Kendati demikian keluarga menyetujui pemakaman dengan protokol Covid-19.
  6. Pada Jumat kemarin 25/12/2020, pasien dengan probable Covid-19 yang keluarganya menolak dimakamkan dengan standar pemulasaraan Covid-19 adalah Tn S, 40 tahun dari Wilayah Kecamatan Pakis Ajji. Sebelumnya almarhum telah diperiksa di RSUD RA Kartini 25 Desember. Namun ketika disarankan untuk rawat inap di ruang isolasi ia menolak.

Keluarga juga sudah diedukasi untuk dilakukan pemakaman dengan standar Covid-19 namun menolak. Sementara istri dan anak almarhum telah dilakukan rapit tes dengan hasil keduanya reaktif.

Angka kematian di Jepara setelah masuk kembali ke zona merah  terus merangkak naik, baik dalam status positif maupun probable Covid-19. Ironisnya, masih saja tetap ada yang menolak pemakaman dengan  protokol pemulasaraan jenazah yang dalam banyak kasus mengakibatkan klaster penularan baru.

NKRIPOST : Purnomo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *