Tampang Remaja Sok Jago yang Pukuli dan Tendangi Kepala Temannya Tanpa Ampun


INILAH tampang remaja SMP yang viral di media sosial, yang memukuli seorang remaja lain yang merupakan teman sekolahnya sendiri di lorong sekolah SMA Negeri 4 Lebong, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, Bengkulu.

Baik pelaku maupun korban diketahui sama-sama bersekolah di SMP Negeri 7 Lebong.

Sejauh ini belum diketahui identitas lengkap remaja berinisial GS tersebut. Namun dalam video yang beredar, wajahnya terlihat cukup jelas.

Remaja berinisial GS tersebut pun bikin netizen geram.

“Klo itu ankku yg d buly..q buat membusuk d penjara ben kapok,” komentar akun Instagram @tami24984 di unggahan akun @bengkulu_terkini.id.

“Sudah dibanting sama bapak korban blm itu yg ngebuly?” komentar akun roni_oct.

Sementara itu, remaja yang jadi korban penganiayaan diketahui bernama Farizal. Ia tinggal di Desa Suka Negeri, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong.

Seperti tampak dalam video yang beredar, ia sama sekali tidak memberi perlawanan saat dipukuli dan ditendangi oleh GS. Ia ditendang dan dipukul di bagian kepala, wajah, hingga badan.

“Mereka minta uang rokok kepada saya, dan karena saya tidak punya rokok mereka mengeroyok saya,” kata Farizal, Rabu (4/8/2021).

Loading...

Akibatnya, ia kini mengalami memar-memar di bagian tubuhnya yang terkena pukulan dan merasakan pusing dan mual. Hidungnya pun mengalami pendarahan.

Menurut Farizal, ia tak berani melawan karena GS tidak sendirian. GS didampingi oleh dua temannya. Tak cuma itu, GS juga membawa senjata tajam.

“Mereka bawa senjata tajam, saya takut,” katanya.

Farizal sendiri akhirnya menyerahkan uang Rp2.500 kepada GS. Uang itu tadinya untuk ongkos dia pulang ke rumah. Itupun, setelah menyerahkan uang, ia masih ditendang sekali lagi.

Loading...

Kepala Desa Suka Negeri, Jhon Kenedi mengatakan bahwa kasus tersebut akan dimusyawarahkan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Kasus tersebut diupayakan damai secara kekeluargaan.

“Kita juga akan membuat semacam sanksi adat untuk ke 3 pelaku, dan kita juga akan kasi efek jera ke pelaku. Kita serahkan ke pihak yang berwajib supaya memberikan pembinaan, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Baik terhadap mereka ataupun orang lain,” kata Jhon Kenedi.

(NKRIPOST/Indozone)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *