Tambang Laut Ilegal, Aliansi Nelayan Teluk Kelabat Dalam Gelar Aksi Damai

Nkripost, Belinyu Babel – Nelayan Teluk Kelabat Dalam, kembali melakukan aksi damai mengenai tambang laut ilegal yang beroperasi di area tangkap ikan mereka. Kali ini mereka bergabung bersama seluruh perwakilan Nelayan yang datang dari berbagai Desa yang ada di daerah Pesisir Teluk Kelabat Dalam Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka.

Di sampaikan salah satu perwakilan Nelayan, ‘Wisnu’, ia menjelaskan kegiatan ini hanya menyampaikan tuntutan dari Masyarakat Nelayan dan Masyarakat Pesisir untuk menolak keberadaan tambang ilegal yang ada di wilayah Teluk Kelabat Dalam.

“Yang jelas untuk kegiatan hari ini kami menyampaikan tuntutan dari Masyarakat Nelayan dan Masyarakat Pesisir umumnya yang selama ini menolak keberadaan tambang Timah laut yang beroperasi di wilayah Teluk Kelabat Dalam. Dan yang ke dua, hari ini kami tetap konsisten dengan aksi damai, tidak ada kegiatan yang bersifat anarkis apa lagi bakar membakar dan kontak fisik dengan penambang”, Ungkap Wisnu, Jum’at (30/10/2020).

Hal ini akan terus mereka lakukan sampai wilayah Teluk Kelabat Dalam bebas dari tambang laut ilegal sesuai dengan Perda yang telah di sahkan, karena hal tersebut mereka, khususnya Nelayan Teluk Kelabat Dalam merasa teraniaya dan hak-hak mereka terimitidasi.

“Kami sudah berulang kali melakukan dengan cara-cara yang mesti kami lakukan seperti birokrasi dan aksi damai, tapi tetap saja pertambangan ini tidak pernah berhenti itu yang sangat kami sesalkan atas permasalahan ini. Kami akan terus melakukan hal seperti ini berulang-ulang. Tetapi, walaupun aksi ini berulang-ulang dilakukan, kami juga tidak menjamin bisa menahan gejolak yang dirasakan Nelayan dan masyarakat, apakah kedepannya aksi damai ini tetap harmonis atau berakhir tragis”, Ungkapnya.

Mereka berharap, dengan adanya hal ini maka akan bertemu titik terang atas tuntutan yang mereka harapkan, yakni zero tambang di wilayah Teluk Kelabat Dalam sesuai Perda RZWP3K No 3 Tahun 2020 di Provinsi Kepulaun Bangka Belitung.

Loading...

“Sudah kurang lebih Tujuh Tahun kami memeperjuangkan wilayah ini. Perjuangan ini dilakukan dari Tahun 2014, kemudian Tahun 2016 mulai dibentuk Tim Pejuang Teluk Kelabat Dalam, Tahun 2017 dimulai lah Raperda RZWP3K, Nelayan dan masyarakat tetap mengawal penyusunan Raperda Tersebut yang mana berharap Raperda ini bisa menjadi dasar-dasar hukum perjuangan Nelayan menolak aktivitas Tambang Laut Ilegal (TI). Hingga Tahun 2020 perda RZWP3K tersebut dishkan oleh Gubernur Bangka Belitung, dan jelas wilayah Teluk Kelabat Dalam adalah zero tambang. Tetapi masuk akhir tahun 2020 ini seolah-olah Perda tersebut tidak dilaksanakan dengan semestinya dan masih saja banyak tambang-tambang Timah Laut bekerja dizona yang tidak boleh bekerja diwilayah tersebut sesuai Perda RZWP3K No 3 Tahun 2020”, Tegas Wisnu.

Kegiatan tersebut dimulai dari dermaga bukit tulang, peserta membawa karton dengan tulisan yang bersifat menolak keberadaan tambang timah laut ilegal, sebagai bentuk menyampaikan orasi secara tulisan. Nelayan pun melakukan konvoi melewati Pulau Dante dan menuju Pulau Mengkubung.

“Kami tetap konsisten dengan kegiatan kami hari ini, yakni aksi damai dan menyampaikan orasi dengan tertib, tidak ada kegiatan yang bersifat anarkis, hingga menjelang malam hari rekan-rekan nelayan yang berkumpul dari berbagai daerah pulang kerumah masing-masing dalam keadaan selamat dan tetap kondusif”, Ujarnya.**

Loading...

Sumber Setwil Babel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *