SURAT CINTA BUAT ADINDA DEVI HERMIN NDOLU!

Dari Kakanda Benyamin Mali – Jakarta

Nkripost, Malaka- Shalom, adindaku sayang!
Selamat bersua kembali di ujung Pesta Demokrasi. Kutulis SURAT CINTA ini di ujung Pesta Demokrasi Malaka buatmu sebagai kenangan. Kakanda mencoret-coretnya buatmu seorang. Maksud kakanda, bukan untuk sekedar meluapkan emosi bahagia yang mendera hati, pikiran, dan rasa kakanda, oleh karena kemenangan yang diraih mayoritas rakyat Malaka bersama SN-KT, tetapi lebih dari itu, untuk sesegera mungkin menyentil hati adek, agar tidak lupa dengan isi dari dua pesan kakanda terdahulu di tengah-tengah deru kampanye dinda yang militan, guna menyukseskan tugas kepartaian dan tugas pemenangan pilkada yang dibebankan kepada dinda.
++
Kakanda berharap dinda masih ingat baik dua pesan kanda terdahulu, yang semuanya berintikan satu pesan tunggal: “JANGAN TERPROVOKASI!” dengan aneka postingan dan berita yang menggoda emosi politik dinda, agar dinda bisa melakoni peran dinda sesukses-suksesnya.
++
Senang hati kanda dengan tanggapan dinda atas dua pesan kanda terdahulu, yang merefleksikan suatu militansi dan keyakinan diri yang luar biasa kokoh tak tergoyahkan, bahwa pada akhirnya dinda bersama kawan-kawan akan meraih sukses dan keluar sebagai “the winner” dalam Pesta Demokrasi Malaka.
++
Apa yang terjadi KEMARIN, Senin, 14 Desember 2020, lima hari setelah hari penyelenggaraan Pesta Demokrasi itu? Apakah militansi dan keyakinan dinda membawa buah manis? Jawablah sendiri. Kanda tak sudi menjawabnya.
++
Dinda sayang,
Kakanda HANYA mau menutup sekaligus menyempurnakan dua pesan kanda terdahulu dengan sebuah CATATAN PUJIAN dengan empat butir pokok pikiran. Tentu saja masih seputar Politik Pilkada di Malaka. Semoga catatan kanda ini masih relevan dan aktual. Semoga juga BERKENAN DI HATI dinda!
++
PERTAMA, kakanda mau bilang bahwa dinda SUKSES, HANYA SAJA TIDAK BERUNTUNG. Dari segi TUGAS sebagai Ketua Tim Pemenangan SBS-WT, kanda menilai dinda SUKSES. Bahkan SPEKTAKULER! JEMPOL kaNDA buatmu, dinda! Jempol ini tentu saja punya alasannya; dan alasan itu ialah bahwa di tengah gempuran taufan-badai yang dahsyat bukan main terhadap bahtera SBS-(WT), beliau MASIH TETAP MERAIH DUKUNGAN SUARA yang LUMAYAN TINGGI. Hal ini membuktikan bahwa masih banyak juga rakyat Malaka yang meng-IDOLA-kan SBS dan mengharapkan beliau melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua. Ini PRESTASI KERJA dinda yang tidak main-main. SALUT BUATMU, dindaku!
++
Bahwa posisi junjungan dinda menjadi seperti sekarang ini, itu bukan karena dinda GAGAL memimpin pasukan dinda dalam pertempuran di berbagai titik tempur, melainkan lebih karena soal KEBERUNTUNGAN! Keberuntungan TIDAK BERPIHAK pada junjungan dinda. Juga pada dinda, sebagai orang yang dipercayakan memimpin pasukan. Maka menurut kanda, KURANGLAH TEPAT bila posisi junjungan dinda sekarang ini digambarkan dengan istilah KALAH. Menurut kanda, BUKAN “KALAH”, tetapi “TIDAK BERUNTUNG”. Dewi FORTUNA rupanya terserang COVID-19, lalu mengisolasi diri di kamarnya dan tak mau diganggu oleh dinda, meski dinda (barangkali) tak kenal lelah berseru-seru “minta tolong” kepada sang dewi.
++
KEDUA, absennya dewi keberuntungan itu tentu ada alasannya. Dan dalam perkiraan kanda, alasan itu antara lain karena DINDA KELEWAT PERCAYA DIRI, tanpa sedikit pun menunjukkan SIKAP MERENDAH dan WAS-WAS dengan KEKUATAN yang dimiliki pasangan SN-KT sebagai PENANTANG. Sikap “kelewat” ini didorong dan dirangsang lebih-lebih oleh KEBANGGAAN PALSU dan PIKIRAN MIRING, KELIRU, dan MENYESATKAN, bahwa 20 KURSI DPRD dari Partai-partai Besar yang punya KURSI di DPR SENAYAN akan secara otomatis mengalahkan pihak lawan yang HANYA PUNYA 5 KURSI dari partai-partai GUREM yang masih bau kencur dan tak punya kursi di Senayan, terkecuali PKB. Dan Dewi Fortuna biasanya TIDAK SUKA dengan orang-orang yang suka BERBANGGA PALSU sebab hal itu mengandung arti “TIPU-DIRI” dan ”TIDAK TAHU DIRI”. Dewi Fortuna pun TIDAK SUKA dengan orang-orang yang gemar menganggap enteng dan meremehkan orang lain, sebab sikap itu mengandung arti SOMBONG, ANGKUH, AROGAN, lalu KEPALA BATU. Itulah barangkali alasan dia mengisolasi diri. Cobalah dinda adek berdiam diri sejenak dalam keheningan malam, dan bertanya diri: “SIAPAKAH AKU INI DI MALAKA?”
++

KETIGA, Kakanda tahu baik – dan dinda pun tahu baik bahwa kakanda tahu baik – SEJARAH HIDUP dinda di dunia POLITIK, sejak Pemilu Perdana Masa Reformasi tahun 1999, pasca runtuhnya Orde Baru. SIAPA yang berdiri di panggung Atambua, Betun, Besikama, Wemasa di tahun itu untuk berteriak-teriak menggugah hati massa yang datang berkumpul? Dinda tahu baik SIAPA-SIAPA MEREKA ITU! Kanda tak mau menyebutnya di sini. Biarlah hal ini menjadi RAHASIA dinda dan kanda. Dunia perpolitikan BELU berubah drastis ketika itu, karena ada TIGA ORANG GILA, sekali lagi TIGA ORANG GILA, mengguncang BELU saat itu. Dan sejak saat itu, sejarah mencatat bahwa dinda berpindah PROFESI menjadi seorang POLITIKUS hingga kini.

Hanya sayang seribu sayang, pemahaman dinda tentang ‘POLITIK’ dan tentang posisi PARTAI POLITIK di NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA yang DEMOKRATIS ini belum cukup matang, selaras matangnya usia dinda di panggung politik.
++
Apa dasarnya kakanda mengatakan begitu? Inilah dasarnya, yaitu bahwa dinda begitu bangga dengan JUMLAH PARTAI dan JUMLAH KURSI yang mendukung pasangan yang dinda ketuai tim pemenangannya. Dinda beranggapan bahwa BANYAKNYA JUMLAH PARTAI PENDUKUNG dan JUMLAH KURSI di DPRD MALAKA akan dengan OTOMATIS memenangkan FIGUR junjungan dinda. Tampak suatu kesan yang kuat sekali bahwa dinda berpikiran “jumlah kursi dan jumlah partai pendukung akan dengan sendirinya mendulang suara mayoritas rakyat Malaka, lantaran masing-masing kursi mempunyai sekian ribu SUARA RAKYAT yang akan dengan otomatis pula menjatuhkan pilihan politisnya pada figur junjungan dinda. Rakyat pendukung yang ketika Pemilu menghasilkan 20 kursi itu, dinda anggap sebagai MODAL DASAR BAGI KEMENANGAN DINDA PADA PESTA DEMOKRASI MALAKA 2020.
++
Ini pemahaman dinda yang keliru dan menyesatkan tentang DEMOKRASI, yaitu bahwa kekuatan demokrasi ada pada PARTAI POLITIK, tidak lagi tetap melekat erat pada DEMOS itu sendiri. Sama sekali di luar dugaan dinda bahwa DEMOS yang menciptakan 20 KURSI DPRD itu adalah massa mengambang yang dapat saja berubah pilihan politisnya, karena mereka tidak merasakan MANFAAT dari KURSI yang telah mereka ciptakan. Itulah sebabnya kakanda bisa memahami jika Dewi Fortuna menutup telinganya terhadap seruan-seruan dinda meminta tolong kepadanya.
++
KEEMPAT, kakanda menghimbau kepada adinda untuk secara TERBUKA dan GENTLE, atas nama 20 KURSI DPRD MALAKA dari Partai-partai Pendukung Sang Idola, MENGAKUI KETIDAK-BERUNTUNGAN dinda dalam Pilkada Malaka 2020 ini, kepada seluruh rakyat pendukung Sang Idola, dan secara khusus kepada SN-KT beserta seluruh pendukungnya. Kakanda berkeyakinan penuh, bahwa sikap ini nantinya akan menciptakan KEDAMAIAN di antara dua kubu yang bertarung di medan laga Pilkada Malaka 2020.
++
Sangat bisa jadi, menurut perkiraan kakanda, bahwa iklim politik Malaka yang masih terus terasa panas ini dikarenakan dinda sebagai Ketua Pemenangan SBS-WT BELUM MENGAKUI secara terbuka dan gentle posisi sang junjungan sekarang ini.
++
Dinda sayang,
Berat memang rasanya pengakuan terbuka dan gentle itu, karena pengakuan seperti itu membutuhkan suatu KEBERANIAN TINGKAT DEWA dan KERENDAHAN HATI luar biasa. Mungkin juga perlu suatu KEPUTUSAN BERSAMA internal: BOLEH DAN TIDAK BOLEH dilakukan. Mungkin saja karena BELUM WAKTUNYA pengakuan itu diberikan.
++
Namun, kakanda merasa, adalah SANGAT BAIK, jika pengakuan itu dilakukan. Dan kakanda mendorong adinda agar dengan jiwa besar, dinda memberikan pengakuan terbuka dan gentle itu. Karena, PENGAKUAN TERBUKA dan GENTLE itu, secara psikologi politik, sangat penting, untuk menciptakan kedamaian dan ketenteraman di tengah rakyat Malaka. Dan hal ini, menurut kanda, tak perlu dirasa berat, lebih-lebih karena ketidakberuntungan itu juga dialami oleh petahana lain di 9 kabupaten di Provinsi NTT, termasuk di Kabupaten Belu.
++
Sebagai PENUTUP, kakanda berharap semoga CATATAN kanda ini mendapatkan tempat di hati dinda. Teriring Shalom dan Doa dari Kakanda.
++
@Benyamin Mali
Jakarta, Selasa, 15 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *