Stunting di Indonesia Masih Cukup Tinggi, Bagaimana Kebijakan Pemerintah?

Stunting di Indonesia Masih Cukup Tinggi, Bagaimana Kebijakan Pemerintah?

3 Agustus 2021 0 By Tim Redaksi

STUNTING adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi, ciri-cirinya seperti berikut.

  1. Pertumbuhan melambat, seperti pertumbuhan gigi melambat
  2. Wajah anak tampak lebih muda dari anak seusianya.
  3. Alami performa yang buruk pada kemampuan fokus dan memori belajarnya.
  4. Berat badan tidak naik, bahkan cenderung menurun.
  5. Mudah terserang berbagai penyakit.
  6. Di usia 8-10 tahun, anak akan menjadi lebih pendiam dan tak mau melakukan banyak kontak mata dengan orang sekitar.
  7. Perkembangan tubuh anak pun akan terhambat, seperti telat menstruasi untuk anak perempuan.

Berdasarkan Pemantauan Status Gizi atau PSG, Prevalensi stunting bayi Indonesia menggapai 30,8%, sedangkan World Health Organization (WHO) permasalahan Kesehatan warga bisa kronis apabila prevalensi lebih dari 20%.

‘Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa permasalahan stunting di Indonesia terkategori kronis.’

Loading...

Apa penyebab stunting pada anak?

Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga periode awal kehidupan anak (1000 hari setelah lahir).

Beberapa faktor yang mengakibatkan kekurangan gizi kronis, antara lain:

  1. Faktor gizi buruk yang dialami ibu hamil dan anak balita
  2. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan
  3. Terbatasnya akses pelayanan kesehatan, termasuk layanan kehamilan dan postnatal (setelah melahirkan)
  4. Kurangnya akses air bersih dan sanitasi
  5. Kurangnya akses makanan bergizi karena ketidakmampuan biaya

Pemerintah Indonesia sudah membentuk strategi intervensi stunting, pada tahun 2019 sudah menargetkan bisa mencakup 160 kabupaten kota sampai 514 kabupaten kota pada tahun 2021.

Selain itu, Presiden Jokowi sudah berjanji akan mengalokasikan 5% APBN 2020 untuk zona Kesehatan seperti pemberantasan stunting kurang gizi serta keselamatan bunda berbadan dua.

“Permasalahan stunting tidak boleh dianggap remeh sebab kedepannya permasalahan stunting akan mempengaruhi mutu generasi Indonesia,” tegas Jokowi.

Setelah ditelusuri ternyata tahun 2020 Indonesia terletak diperingkat ke-4 penyumbang paling banyak anak stunting didunia dengan total 6 juta anak.

Berdasarkan data perlindungan anak tahun 2019, hampir 10% atau lebih tepatnya 9,87% anak Indonesia masih kekurangan gizi.

Cara Mengatasi Stunting

1.Perhatikan Kondisi Kehamilan dengan Lebih Baik

Saat hamil, Anda disarankan untuk rutin memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter. Anda juga perlu memenuhi asupan nutrisi dengan menu sehat seimbang.

Jangan lupa, asupan mineral, seperti zat besi, asam folat, dan yodium wajib tercukupi, ya!

2. Terapkan IMD!

Setelah anak lahir, segera lakukan inisiasi menyusui dini (IMD) agar berhasil menjalankan ASI eksklusif.

Lalu, jangan lupa periksa ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan, seperti posyandu atau puskesmas secara berkala.

Tujuannya, untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan buah hati.

3. Imunisasi

Patuhi jadwal imunisasi rutin yang ditetapkan pemerintah agar anak terlindungi dari berbagai macam penyakit.

4. Berikan ASI Eksklusif

Berikan ASI eksklusif sampai si Kecil berusia 6 bulan dan diteruskan dengan pemberian MPASI yang sehat dan bergizi.

5. Selalu Terapkan Pola Hidup bersih dan Sehat

Terapkan pola hidup bersih dan sehat sedari dini. Misalnya saja, rutin mencuci tangan sebelum makan dan sehabis dari toilet. Lalu, pastikan air yang diminum merupakan air bersih, dan lain sebagainya.

Penulis: Zahira Hananda Naila Rozni