Kategori
DAERAH

Soal BPJS dan Subsidi Listrik, Begini Reaksi Pengurus DEMA UIN Alauddin

BAGIKAN :

MAKASSAR – Rencana kenaikan iuran BPJS hingga 100% dan penghapusan subsidi listrik golongan 900 VA pada tahun 2020, sedang dalam pembahasan serius dan kemungkinan itu bukan hanya sekedar wacana tapi akan direalisasikan.

Adanya kebijakan kenaikan iuran BPJS hingga 100% mendapat perhatian oleh pengurus Dewan Eksekutif (DEMA) Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Edi Satriawan, pengurus DEMA UIN Alauddin Makassar mengatakan, salah satu faktor kebijakan itu diberlakukan adalah terjadinya defisit pada BPJS yang setiap tahun semakin meningkat dan untuk penghapusan subsidi listrik 900 VA sebagai faktornya adalah penurunan alokasi subsidi Energi yang di alami negara hari ini.

“Namun jika itu dijadikan sebagai alasan kebijakan itu keluarkan, maka perlu kita pertanyakan kondisi objektif yang di alami masyarakat hari ini dan apakah kebijakan bersifat solutif untuk meretas problem yang ada”, ucapnya kepada awak media, Senin (09/9/2019).

Justru masyarakat berpikir hari ini, lanjut Edi, bahwa hadirnya kebijakan tersebut akan membuat masyarakat Indonesia semakin sulit mengakses BPJS dan Listrik.Tentunya, imbas terburuknya adalah kelemahan ekonomi yang akan di rasakan oleh masyarakat.

“Kita bayangkan saja ketika subsidi listrik dihapus dan akan dilarikan ke skema tarif adjustment, artinya penentuan besaran tarif harus mengacu pada Harga Minyak Indonesia (ICP), Inflasi dan kurs Dollar Amerika Serikat, jika itu di jadikan sebagai parameter maka potensinya adalah pembayaran masyarakat perbulannya dengan tarif yang tinggi”, tambahnya.

Bagaimama dengan BPJS, ejauh ini kita sering mendengar tentang keluhan masyarakat tentang pelayanan BPJS, mulai dari fasilitas obat maupun pelayanan Rumah sakit.

“Artinya efektivitas pelaksanaan BPJS hari ini belum berjalan secara maksimal, akan tetapi pemerintah malah membuat sebuah kebijakan baru dengan menaikkan iuran BPJS hingga 100%”, terangnya.

Menurutnya, hal ini tentunya tidak boleh dibiarkan dan harus segera disikapi terkhusus mahasiswa yang notabenenya sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan kepentinga Rakyat.

Harapan masyarakat terhadap perjuangan mahasiswa harus tetap di jaga oleh sebab Issu Nasional seperti ini harus menjadi pembahasan urgen di setiap Kampus.

“Untuk mahasiswa UIN Alauddin Makassar khususnya, saya selaku pengurus DEMA Universitas tentunya harapan terbesar saya bagi seluruh lembaga kemahasiswaan sama-sama berinisiatif untuk membuka forum diskusi guna membahas lebih lanjut persoalan negara hari ini”, harapnya. (SLB)

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *