SN- KT Paham Bangun Daerah Perbatasan dalam Konteks Membangun dari Pinggiran ala Presiden Jokowi

Nkripost, Malaka- Pasangan calon (paslon) Bupati, Dr. Simon Nahak, SH, MH yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT lebih paham membangun daerah perbatasan dalam konteks membangun dari pinggirian ala Presiden Joko Widodo.

Hal itu mengemuka dalam debat publik paslon bupati dan wakil bupati Pilkada Malaka yang berlangsung di aula Susteran SSpS Betun yang beralamat di Dusun Misi Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah, Rabu (4/11/20).

Dalam debat, Cabup Simon mengemukakan hal-hal yang mendorong percepatan pembangunan daerah perbatasan di antaranya membuka diri untuk investasi, membangun komunikasi antara daerah, provinsi dan pusat, mengelola potensi daerah untuk mendukung pembangunan daerah perbatasan dalam segala aspek dan membangun sumber daya manusia (SDM).

Dijelaskan, komunikasi pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi dan pusat berkaitan dengan anggaran, program dan kebijakan pembangunan. Upaya ini dilakukan atas pertimbangan kemampuan keuangan dan potensi daerah.

Kedua, mengelola potensi daerah untuk percepatan pembangunan daerah perbatasan demi ketahanan negara. Bicara soal ketahanan negara tidak sebatas memperkuat angkatan persenjataan. Akan tetapi, mencakup aspek lain seperti sosial, budaya dan pertanian.

Menurut Cabup Simon, sosial dan budaya menjadi salah satu potensi lokal yang perlu dikelola secara baik untuk membangun ketahanan nasional. Alasannya, warga Kabupaten Malaka memiliki kesamaan budaya, tradisi adat yang sama dengan penduduk negara Timor Leste.

Loading...

Kesamaan kultur ini menjadi pemersatu dua warga negara dalam wilayah administrasi negara yang berbeda. Pendapat Cabup Simon ini berkaitan dengan upaya membangun ketahanan nasional yang berhadapan dengan tantangan perang ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya sebagai bentuk penjajahan modern.

Sedangkan, membangun SDM agar berpikir global dan bertindak lokal dalam konteks membangun di daerah perbatasan. Globalisasi dan modernitas akan menjadi tantangan bagi generasi baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang. Ke depan, dunia tidak akan ada batasnya dengan segala pengaruhnya.

Sehingga, mau tidak mau sangat diperlukan generasi dengan kualitas SDM yang handal dalam mana mampu berpikir global dalam pergaulan dengan bangsa-bangsa lain. Di sisi lain, generasi yang handal dapat mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal sebagai kekuatan dalam membangun ketahanan daerah sebagai bagian dari ketahanan nasional. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *