Sidang Pemeriksaan Saksi Terdakwa Pembunuhan Tahun 2016 Lalu

Sidang Pemeriksaan Saksi Terdakwa Pembunuhan Tahun 2016 Lalu

NKRIPOST- NTT-Kupang – Pemeriksaan Saksi terdakwa Pembunuhan Yornimus Nenabu pada tanggal 28/06/2016 lalu di Jalur 40 Sikumana. Pemeriksaan saksi terdakwa dalam pekerjaan Jalan di Kelurahan Naikolan yakni Naftali Tefa dan Aser Natonis.

Sidang ini dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kupang pada hari Senin, 02/11/2020. Naftali Tefa dengan tegas menyampaikan bahwa Pekerjaan jalan itu terjadi pada bulan Juni dan diikuti oleh terdakwa Sulianus Tefa, saksi Trayanus Benu, saksi Aser Natonis dan saksi Samuel Selan.

Lanjut Naftali Tefa, benar Trayanus Benu datang di tempat kerja terlambat, jadi Saya marah karena datang terlambat lalu Trayanus Benu menyampaikan bahwa ia terlambat karena masih melihat ada penemuan mayat di Jalur 40 Sikumana sehingga dia terlambat datang. Jelas Naftali Tefa.

Penasehat Hukum Bernard S. Anin, SH., MH Kepada media ini bahwa, Aser Natonis dan Naftali Tefa, dengan tegas menyampaikan bahwa pernah kerja bersama Trayanus Benu dan Sulianus Tefa. Pekerjaan jalan pada bulan Juni 2016. Aser Natonis mengakui dia kerja selama 2 Minggu, Aser mengakui bahwa Trayanus Benu kerja selama 3 Minggu juga.

Lanjut Anin, Naftali Tefa dengan tegas mengatakan bahwa Trayanus Benu juga kerja di Naikolan bersama-sama dengan Sulianus Tefa. Terlihat sangat sinkron kesaksian Aser Natonis, Trayanus Benu dan Naftali Tefa. Perlu kita ingat bahwa tanggal 28 Juni 2016 itu tepat pada hari Selasa, jadi semua berada di tempat kerja, dan Trayanus Benu tidak berada di rumah dan tidak melihat kejadian pembunuhan tersebut.

Lanjutnya, kedua orang saksi ini mengatakan bahwa mereka berada ditempat kerja, Trayanus Benu pun mengakui bahwa ia pernah kerja juga di Naikolan dan dia juga menyebut Naftali Tefa juga. Berarti keterangan bahwa ia melihat kejadian itu salah. Jelas Bernard Anin.

Loading...

Menurut Bernard bahwa, sesuai teori hukum pidana bahwa (unus testis, lulus testis) satu saksi bukan saksi. Sejauh ini saksi dari Jaksa 1 orang saja yang melihat bahwa terjadi pemukulan yakni Trayanus Benu namun saksi terdakwa 2 orang yakin Naftali Tefa dan Aser Natonis dari kuasa hukum hari ini sudah patahkan Saksi Trayanus Benu bahwa kesaksian Trayanus Benu tidak benar. Jelas Bernard.

Bernard mengatakan bahwa “enam orang terdakwa tidak bersalah, keterangan dari saksi Jaksa unus testis nullus testis”. Ini sangat bertentangan dengan teori hukum maka tidak bisa menggunakan untuk menuntut terdakwa. Tegas Bernard Anin.

Saksi-saksi yang lain juga bertentangan, seperti Nona Kapitan melihat korban pada saat jam 4 sore, korban masih dalam keadaan hidup di dalam gorong-gorong, sedangkan Marthen Rohi mengatakan bahwa ia melihat pembuangan mayat saat magrib. Berarti kesaksian-kesaksian itu tidak Sinkron dan putus-putus. Ucap Bernard.

Loading...

Jaksa Penuntut Umum Rahman SH kepada media ini bahwa, sesuai dengan keterangan saksi Aser Natonis bahwa dia juga bekerja dengan Naftali Tefa pada bulan Juni tahun 2016. Keterangan Aser Natonis sangat bertentangan dengan Yaner Saluk karena tidak mungkin dalam pekerjaan yang sama tidak saling mengenal.

Selain itu keterangan Naftali Tefa mengatakan bahwa pekerjaan Jalan gang di perkampungan Naikolan sedangkan kesaksian Samuel Selan mengatakan bahwa mereka kerja di jalan lurus di Naikolan. Ucap Rahman.

Lanjut Rahman, keterangan Samuel Selan bahwa pekerjaan itu dibagi menjadi 2 kelompok jadi Samuel Selan 1 kelompok dengan Sulianus Tefa, dan diakui juga oleh terdakwa Sulianus Tefa. Namun keterangan Aser Natonis dan Naftali Tefa membenarkan keterangan Sulianus Tefa bahwa mereka bekerja beda kelompok.

Kita akan melanjutkan pemeriksaan terhadap keenam terdakwa ini, kemudian dibandingkan dengan saksi-saksi karena saksi yang melihat saat pemukulan, saksi yang melihat saat pembuangan dan saksi alibi-alibi, kemudian itu baru disiapkan tuntutan. Terang JPU Rahman SH.

Saat mengkonfirmasikan dengan para terdakwa, terdakwa Sulianus Tefa mengakui dan menerima keterangan saksi Naftali Tefa dan Aser Natonis bahwa keterangan kedua saksi ini benar. Jelasnya.

Terpantau langsung media ini hadir pada saat itu Penasehat Hukum dari keenam terdakwa yakni, Bernard S. Anin, SH., MH, Joni Liunima, SH., MH, Ferdianto Boimau, SH., MH, Kiki Lakapu, SH. Hakim Ketua dan Hakim anggota 1, Hakim Anggota 2 serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siska Gita Marpaung, SH., MH. Rahman, SH. Jelas.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *