Sidang Pemeriksaan Kasus Pembunuhan, Saksi Inti: Lihat Dibuang Ke Dalam Jurang

BAGIKAN :
Persidangan

NKRIPOST NTT, Kupang –  Pemeriksaan Saksi inti Pembunuhan Yornimus Nenabu di Jalur 40 Sikumana pada tanggal 28 Juni 2016 lalu, saksi inti Marthen Rohi yang melihat langsung Pelaku yang mengangkut korban dengan mobil pick up hitam dan buang ke jurang.

Hal ini disampaikan oleh saksi inti Marthen Rohi di hadapan Jaksa Penuntut Umum dan Hakim ketua dan anggota serta para penasehat Hukum di Pengadilan Negeri Kupang pada hari Rabu 07/10/2020.

Menurut saksi Marthen Rohi, ia melihat para pelaku enam orang, namun yang memegang korban dan dibuang ke dalam jurang adalah 4 orang yakni, Yunus Nenabu, Stefanus Nenabu, Nus Tefa dan Semi Tualaka, masing-masing memegang di tangan dan kaki korban kemudian dibuang. Kata Marthen Rohi.

“Saya melihat para pelaku 6 orang namun mereka tidak melihat saya, karena sudah magrib atau malam saat itu, “saya lihat mereka tutup mayat menggunakan kertas/ baliho dalam mobil”, ketika sampai di jurang mengangkat dan membuang mayat, kemudian mobil pick up itu jalan terus ke arah barat.” Jelas Rohi.

Sesuai pengakuan saksi bahwa dia tidak melaporkan kejadian itu kepada siapapun, baik itu anak-anak maupun istri, apalagi orang lain, tetapi pada tahun 2017 polisi panggil ke Polda dan mengambil keterangannya, kemudian ia menjelaskan kejadian yang terjadi pada saat itu.

Saat dikonfirmasi secara online oleh Hakim Ketua,  para tersangka keberatan dengan keterangan saksi Marthen Rohi, karena keterangan saksi itu tidak benar menurut para tersangka. Tegas para tersangka secara online itu.

Selain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Siska Gita Marpaung, SH. MH kepada media ini menjelasakan bahwa, Sidang pemeriksaan saksi inti hari ini ada 5 orang saksi yang harus diperiksa.

“Saksi ada 5 orang, namun yang hadir 4 orang saja, namun semuanya tidak bisa diambil keterangan, 2 orang saja yakni Anak Marwin Kapitan yang melihat korban di dalam gorong-gorong dan saksi yang melihat 6 orang yang membawa korban dengan mobil pick up dan 4 orang yang membuang atau melempar ke gorong-gorong. Perkara ini, saksi tinggal 3 orang.” Jelas Gita.

Penasehat Hukum (PH) Bernard S. Anin, SH.MH, pada saat selesai sidang kepada media ini menyampaikan kekesalannya terhadap pengakuan saksi.

“Berdasarkan keterangan saksi Marthen Rohi jelas terlihat  yang pertama, saksi mengatakan bahwa pembuangan mayat itu magrib yang disesalkan oleh penasehat hukum karena Saksi Marthen Rohi tidak mengetahui pasti  posisi setiap orang yang ada di atas mobil. Pada sesuai pengakuannya jarak antara mobil dan saksi 10 meter.”Kesal Bernard Anin.

Lanjutnya, sedangkan ia bisa melihat jelas siapa yang menurunkan mayat dengan jarak 250 meter dengan waktu magrib maka itu diragukan, maka tidak mungkin kita hukum orang dengan fakta yang ragu-ragu. “Ragu-ragu artinya kabur”. Mobil pick up yang dilihat nanti pada saat pemeriksaan di tempat. Yang disampaikan Saksi Marthen Rohi jauh berbeda dengan pemilik mobil Yosep Tamonob beberapa minggu yang lalu.

Bernard Anin, sangat yakin kalau itu bukan mobil milik Yosep Tamonob yang dilihat oleh Marthen Rohi. Dalam artian bahwa Marthen Rohi salah melihat dan keterangan itu bohong, jika dikaitkan dengan keterangan pemilik mobil. Keterangan Marthen Rohi itu kabur dan mengada-ada dan mau dibilang “saksi yang tidak benar, karena keterangan jauh berbeda dengan keterangan pemilik mobil.

Menurut PH. Bernard S. Anin, SH, MH kepada media ini bahwa, bahkan keterangannya tidak tegas dan makin kabur, Marthen Rohi tidak melihat siapa-siapa yang duduk di bagian kiri kanan mobil, siapa-siapa yang turun duluan dari mobil. Tidak boleh menghukum orang dengan keterangan yang kabur-kabur dan tidak jelas. Tegas Bernard.

Terpantau langsung media ini hadir pada saat itu Penasehat Hukum dari keenam terdakwa yakni, Bernard S. Anin, SH.MH, Joni Liunima, SH.MH, Ferdianto Boimau, SH. MH, Kiki Lakapu, SH. Hakim Ketua dan Hakim anggota 1, Hakim Anggota 2 serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siska Gita Marpaung, SH. MH. (*)

NKRIPOST NTT. Y TAMONOB.

Publikasi : 8 Oktober 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami