Sidang Kasus Pembunuhan, Pemeriksaan Saksi Alibinya Sulianus Tefa

Sidang Kasus Pembunuhan, Pemeriksaan Saksi Alibinya Sulianus Tefa

NKRIPost.com, NTT, Kupang – Sidang Kasus Pembunuhan Yorinumus Nenanu pada tahun 2016 lalu kembali di gelar, sidang kali dengan Pemeriksaan Saksi Samuel Selan sebagai alibinya Sulianus Tefa di pengadilan Negeri Kupang.

Sidang pemeriksaan saksi Samuel Selan berlangsung kurang lebih 3 jam lamanya, mulai dari pukul 13-16 di Pengadilan Negeri Kupang pada hari Rabu, 02/09/2020 siang.

Pantaun awak media ini selama sidang pemeriksan saksi Samuel Selan berlangsung, sejumlah pernyataan yang berubah, seperti BAP Polisi tidak ada Sumpah namun dalam materi perkara ada hasil sumpah, dan disaksikan oleh Majelis Hakim diruang sidang.

Lanjut saksi Samuel Selan, Pada awalnya ia menyampaikan terkait pekerjaan jalan di Kelurahan Naikolan bersama Sulianus Tefa dan rekan-rekan lain. Pemeriksaan saksi Samual Selan awalnya tidak mengenal Sulianus dan tidak bertemu dan tidak ada hubungan keluarga namum pada akhirnya juga berubah menjadi kenal dan Sulianus Tefa adalah keluarganya Samul Selan.

Terkait Sulianus Tefa pernah menginap di Rumahnya Saksi Samuel Selan, Samuel Selan memberikan keterangan bahwa tidak pernah menginap tetapi pada saat di tanya Sulianus Tefa menyampaikan bahwa pernah menginap di rumahnya Samul Selan, jadi saksi dan tersangka tetap mempertahankan pernyataan masing-masing di ruang sidang itu.

Saksi Samual Selan melanjutkan bahwa ia tidak pernah angkat sumpah sebelum BAP dirinya di Polda NTT tetapi dalam BAP ada sumpah.

Loading...

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahman, SH, seusia sidang kepada media ini bahwa, inti sidang hari ini bahwa saudara Sulianus Tefa perna menginap di rumahnya saksi Samul Selan pada tahun 2016 pada saat pekerjaan pengaspalan di Naikolan. Intinya poin bahwa, sesuai pengakuan saksi Samuel Selan bahwa saudara Sulianus Tefa tidak perna menginap di Rumahnya saksi. Kata Jaksa Rahman, SH.

Selain itu, Penasehat Hukum dari enam tersangka yakni, Bernard S. Anin, SH.MH. Joni Liunima, SH.MH.
Ferdianto Boimau, SH. MH.
Beny Taopan, SH. MH
Kiki Lakapu, SH. PH Bernard S. Anin, SH. MH mewakili rekan-rekannya kepada media ini bahwa, fakta persidangan sudah dikonfirmasi langsung oleh Majelis Hakim bahwa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) betul ditandatangan pada saat itu, tetapi tidak dibacakan ulang, namun keesokan harinya penyidik bawa hasil (BAP) ke rumahnya Saksi Samuel Selan untuk membacakan, namun di rumah tidak ada Samuel Selan karena ia sedang menjual tahu, tetapi penyidik membacakan hasil BAP kepada isterinya Samuel Selan di rumah. Jelas Anin.

Lanjut Bernard S. Anin, SH. MH, Ketika saksi pulang isterinya menyampaikan bahwa tadi Polisi datang bacakan BAP. Yang kedua saksi Samuel Selan secara tegas bahwa dia tidak perna di sumpah di Polda tetapi dalam berkas ada berita acara ada sumpah saksi. Pertanyaannya berita acara sumpah terhadap saksi yang mana?. Surat tersebut sudah dikonfirmasi dalam persidangan oleh Majelis Hakim bahwa perna disumpah. Namun saksi dengan secara tegas bahwa tidak pernah disumpah.

Loading...

Penasehat Hukum Bernard S. Anin, SH. MH, mengatakan bahwa prosedur seperti ini tentunya salah, kita mencari kebenaran harus dengan cara yang benar, tidak mungkin mendapatkan suatu kebenaran dengan cara yang salah. Namun ketika ini terjadi kita pahami bahwa prosedur untuk klien kami, ada yang cacat hukum. Keterkaitan cacat hukum maka berkaitan dengan sumpah seseorang. Tegas Anin.

“Sangat-sangat krusial, maka itu kami pasti ada tindakan hukum soal penemuan fakta hukum dipersidangan ini terhadap saksi, kemudian terhadap polisi terkait Prosedural karena menyalahi kode etik saksi. Kami sangat sesali kalau tadi saksi tidak hadir dan dibacakan ulang berita acara sumpah berarti kita sesat hukum semua, padahal nyatanya dia tidak perna di sumpa. Beruntung tadi dikonfirmasi dan mendapat, kami sangat sesalkan poin itu.” Jelas

Selain itu, saksi menyampaikan bahwa dia cuman mengenal 1 orang dalam 6 tersangka, namun ditanya berkali-kali saksi mengenal 3 orang dari 6 tersangka itu, salah satu dari 3 orang tersebut adalah ( Atoin Amaf) Bapak Pohon. Pada saat itu Majelis Hakim sangat marah.

Saksi Samuel Selan pada awalnya mangakui bahwa isterinya menyiapkan makan untuk 2 orang saja yakni dirinya bersama keponakannya Nus Selan saja. Tetapi pada akhirnya dikonfrontasi bersama Sulianus Tefa, Saksi Samuel Selan mengakui bahwa kontraktor memberikan uang kepada istrinya untuk menyiapkan makan untuk semua pekerja dan termasuk Sulianus Tefa juga. Jelas Penasehat Hukum. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *