Sebelum Tewas Bersimbah Darah, Siswa SMP Ini Sempat Kirim Pesan ke Ibunya

Sebelum Tewas Bersimbah Darah, Siswa SMP Ini Sempat Kirim Pesan ke Ibunya

30 Juli 2021 0 By Tim Redaksi

KEJADIAN tragis menimpa seorang Siswa SMP berinisial YP (16).

Bocah asal RT 08 Padukuhan Kedulan, Kalurahan Tirtomartani, Kalasan, Sleman itu ditemukan tewas bersimbah darah, Rabu (28/7/2021) petang.

Saat ini polisi masih menyelidiki terkait pelaku pembunuhan.

Loading...

Adapun korban diotopsi di RS Bhayangkara untuk selanjutnya dimakamkan pada Kamis (29/7/2021).

Dilansir –jaringan Suara.com, diduga ia dibunuh menggunakan senjata tajam saat ditinggal pergi ibunya.

Sebelum ajal menjemput, korban juga sempat meminta sang ibu untuk segera pulang.

Ibu korban pulang pukul pukul 20.00 WIB dan mendapati anaknya sudah bersimbah darah dalam kondisi tak bernyawa, yang kemudian minta tolong tetangganya.

Selama ini, korban tinggal hanya berdua dengan ibunya.

Dari informasi yang dihimpun, Ketua RT setempat, Sriyono, menceritakan sekitar pukul 20.00 WIB ketika tengah ngobrol dengan tetangganya di depan rumah, tiba-tiba mendengar orang teriak.

“Ibu yang punya rumah [tetangga korban] lari bilang, ‘itu tulung mbak Mar ada apa’. Saya lalu masuk ambil masker dan lari ke sini [rumah korban]. Saya tengok sudah [korban] bersimbah darah, dipangku ibunya,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (29/7/2021).

Ia bersama beberapa tetangga lalu memeriksa nadi korban. Setelah diketahui nadinya tidak ada denyut, mereka pun langsung melapor ke polisi.

“Luka-luka di tangan, hampir putus. Yang lain tidak tahu persis karena melihat tidak dari dekat,” ungkapnya.

Ia menuturkan berdasarkan kesaksian tetangga terdekat, saat kejadian tidak terdengar keributan atau suara apa pun dari rumah korban.

“Padahal biasanya kalau ibunya ngajari sekolah sampingnya dengar. Ini tidak ada sama sekali,” katanya.

Kepala Bagian Operasional (KBO) Satuan Reserse Kriminal Polres Sleman, Iptu Sri Pujo, mengatakan korban ditemukan meninggal oleh ibunya, setelah ditinggal sendirian di rumah.

“Ibunya pergi. Korban sempat Whatsapp minta ibunya segera pulang,” ujarnya.

(NKRIPOST/Suara)