Mendapat Penghargaan Destinasi Wisata Favorit Lonely Planet, Sebagian Desa Di Rote Ndao Masih Masuk Ketegori Tertinggal

BAGIKAN :
Festival Teluk Mulut Seribu Rote Ndao, Viktor: NTT Mendapat Penghargaan Destinasi Wisata Favorit Lonely Planet
Pembukaan Festival Teluk Mulut Seribu Rote Ndao dibuka langsung Gubernur NTT Viktor B Laiskodat, berlangsung di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao. (Foto Trans89)

NKRIPOST, KUPANG/ROTE NDAO – Pembukaan Festival Teluk Mulut Seribu Rote Ndao dibuka langsung Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B Laiskodat dihadiri sekitar 4.000 orang tamu undangan dan pengunjung, berlangsung di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (26/10/2019).

Dilansir dari trans89, Pada sambutan Pembukaan Festival Teluk Mulut Seribu Rote Ndao, Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat mengatakan pariwisata telah ditetapkan sebagai kekuatan ekonomi dunia, karena seluruh bidang terkait pariwisata.

Infrastruktur menjadi salah satu faktor pendukung yang sangat penting untuk menunjang tempat – tempat pariwisata dalam menarik para wisatawan baik wisatawan asing maupun wisatawan lokal.

Di kutip dari Viktory News, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur menyatakan puluhan desa di wilayah tersebut masuk kategori desa tertinggal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao bersama pemerintahan desa sedang berupaya menempuh sejumlah kebijakan inovatif untuk membawa desa-desa tersebut keluar dari kategori tertingal.

Demikian disampaikan Kepala DPMD Kabupaten Rote Ndao Yames MK Therikh saat dikonfirmasi VN di ruang kerjanya, Jumat (18/10), terkait dampak pengucuran triliunan rupiah Dana Desa oleh Pemerintah Pusat untuk membawa desa-desa tersebut keluar dari kategori desa tertinggal.

Therikh mengatakan, dari total 112 desa di Kabupaten Rote Ndao, jumlah desa tertinggal pada 2019 mencapai 62 desa, di mana dua desa dikategorikan sangat tertinggal dan 60 desa masuk dalam kategori tertinggal. Sedangkan sisanya 43 desa sudah naik menjadi desa berkembang serta tujuh desa lainnya sudah masuk kategori desa maju. Menurutnya, jumlah desa tertinggal di Kabupaten Rote Ndao sudah berkurang dibandingkan dengan tahun 2018 yang mencapai 76 desa, yakni tujuh desa sangat tertinggal dan 69 desa tertinggal.

Sementara jumlah desa berkembang bertambah dari 31 desa menjadi 43 desa, serta desa maju dari lima desa menjadi tujuh desa.

Jumlah desa tertinggal ini, kata dia, merupakan hasil pemetaan sesuai Indeks Desa Membangun (IDM) oleh Pemerintah Pusat, dengan mengukur sejumlah indikator, di antaranya ketersedian sarana dan prasarana desa, infrastruktur dasar, kondisi pendidikan dan kesehatan masyarakat, tingkat perekonomian, serta jumlah keluarga miskin.

Ia mengakui, masih banyaknya desa tertinggal di Rote Ndao dikarenakan ada sejumlah penyebab, di antaranya rendahnya tingkat pendidikan (SDM), minimnya sarana dan prasarana dasar, terbatasnya lapangan pekerjaan, keterbelakangan perekonomian, dan sejumlah keterbatasan lainnya.

Hal lain yang juga tak kalah pentingnya, kata dia, adalah penggunaan Dana Desa yang selama ini hanya terfokus digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Padahal, seharusnya kepala desa dan perangkatnya melakukan intervensi dengan mengalokasikan dana tersebut untuk pemberdayaan ekonomi kreatif.

“Dengan Dana Desa ini seharusnya menjadi daya ungkit bagi desa keluar dari zona merah kategori tertinggal. Namun, kita harus jujur bahwa kenyataannya hal tersebut belum maksimal dilakukan. Oleh karena itu diharapkan ke depan desa-desa di Rote Ndao lebih banyak mengalokasikan dana untuk pemberdayaan ekonomi kreatif warga,” ujarnya.

Soal target, Therikh mengatakan, setiap tahun Pemkab Rote Ndao menargetkan ada lima desa yang naik kelas, dari sangat tertingal menjadi tertingal, yang kategori tertinggal menjadi berkembang, dan seterusnya.

“Yang paling penting untuk dilaksanakan sekarang adalah bagaimana bisa memacu desa-desa agar bisa naik status, paling tidak menjadi desa berkembang. Mulai tahun 2020 nanti kami sudah tergetkan lima desa setiap tahunnya harus bisa naik status,” katanya.

Alokasinya Bervariasi
Terpisah Kepala Bidang Bina Pemdes dan Kelurahan pada DPMD Kabupaten Rote Ndao Handryan Bessie menjelaskan, dari 112 desa di Kabupaten Rote Ndao terdapat sebanyak 30 desa pemekaran baru pada tahun 2017 lalu. Besar alokasi Dana Desa bervariasi, di mana Tahun Anggaran 2018 alokasi terendah adalah Desa Ofalangga Rp 679.094.000 dan tertinggi Desa Mbokak Rp 1.270.328.000. Sementara Tahun Anggaran 2019 terendah Desa Nemberala Rp 765.111.000 dan tertinggi Desa Boni Rp 1.299.052.000.

Menurutnya, sesuai IDM tahun 2019, dua desa yang masih berada pada kategori sangat tertinggal, yakni Desa Lalukoen, Kecamatan Rote Barat Daya dan Desa Oematamboli, Kecamatan Lobalain. Sementara tujuh desa masuk kategori maju, yakni Desa Siomeda, Kecamatan Rote Tengah dan Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, yang merupakan desa pemekaran 2017. Selain itu Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru, Desa Oelua, Kecamatan Rote Barat Laut, serta Desa Nemberala, Oenggaut, dan Sedeoen di Kecamatan Rote Barat. Sedangkan 43 desa lainnya sudah naik status ke kategori berkembang, dan 60 desa masih berstatus tertinggal.

Bessie mengatakan, untuk mewujudkan target kenaikan status bukan merupakan hal yang mudah karena butuh intervensi banyak pihak dan tidak bisa hanya mengandalkan DPMD saja. Apalagi, tidak semua indikator penilaian desa tertinggal menjadi ruang lingkup DPMD.

Ia mencontohkan, dalam hal penyedian sarana dan prasarana dasar merupakan ranahnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kemudian soal peningkatan kualitas kesehatan menjadi tugasnya Dinas Kesehatan, serta dalam hal penyiapan jaringan telekomunikasi, kewenangannya ada di tangan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Butuh kolaborasi dan sinergisitas untuk memacu desa-desa agar bisa secepatnya keluar dari ketegori tertinggal, dan bisa naik status paling tidak menjadi desa berkembang,” katanya. (VN/TRANS89)

Publikasi : 30 Januari 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami