Satukan Tekad, Bersama Lawan dan Akhiri Pandemi Dengan Silaturahmi Tanpa Mudik

Perkembangan Covid 19 di India

NKRIPOST.COM, JEPARA –  Hari Raya Idul Fitri tentunya menjadi moment yang sangat di nanti-nanti Berkumpul bersama keluarga, merayakan hari kemenangan dengan suka cita

Tahun ini kita masih harus bersabar

Bersabar untuk tidak bertolak kekampung halaman, yang tentunya demi keselamatan dan kesehatan diri kita, Jangan Abaikan Pandemi Walau tak mudik, silaturahmi masih tetap dapat terjalin melalui virtual

Masa pandemi belum berakhir, kami dari Media NKRIPOST.COM Menghimbau kepada masyarakat luas untuk Selalu Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penularan Covid 19. Jangan meremehkan virus Covid-19, jangan lengah dan jangan seperti yang terjadi di Negara India, Akibat Meremehkan, Covid-19 di India menyebar di seluruh Negara India.

BACA BERITA:

Perseteruan Gubsu Edy Ramayadi Dengan Wali kota Medan: Aku Nggak Peduli Bobby Siapa!

Loading...

 

Hanya dalam waktu sepekan, Covid-19 di India bertambah 1,57 juta kasus akibat tsunami virus corona. Terbaru, Jumat (7/5/2021), India melaporkan 414.188 kasus harian terbaru dan 3.915 kematian akibat virus corona dalam sehari.

Banyak warga menganggap pandemi telah berakhir dan virus corona hanya menjangkiti orang-orang di perkotaan. Akibatnya, gejala Covid-19 disepelekan sebagai penyakit biasa. Sebuah video di India memperlihatkan pasien Covid-19 meninggal karena kekurangan oksigen di bangsal yang terkunci.

Loading...

Sejumlah negara mengirim pasokan medis darurat untuk membantu penanganan tsunami Covid-19 di India. Namun, beberapa bantuan medis ditahan. .

PM India Narendra Modi dikecam karena mendorong anggaran 1,8 miliar dollar AS (Rp 25,8 triliun) untuk renovasi gedung parlemen dan pengadaan rumah baru bagi pejabat negara, ketika bangsanya sedang berduka dilanda tsunami Covid-19.

Nepal juga menghadapi peringatan kasus Covid-19 yang berpotensi menimbulkan krisis kesehatan menyerupai India. Sekitar 20 kasus Covid-19 setiap hari per 100.000 orang, jumlahnya hampir sama dengan yang dilaporkan India. Penasihat ilmiah India, VijayRaghavan memperingatkan bahwa negara itu pasti akan menghadapi gelombang Covid-19 lebih lanjut.

Varian B.1.617 pun ditemukan di beberapa negara bagian yang melaporkan lonjakan termasuk Maharashtra, Karnataka, West Bengal, Gujarat, dan Chhattisgarh. Krematorium juga sangat sibuk, sehingga keluarga yang datang dengan kerabat yang sudah meninggal sekarang diminta untuk mengambil tiket. Mereka harus bergabung dalam antrean untuk menunggu giliran pembakaran.***

NkriPost – Purnomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *