Satu Lagi Orang Dekat Jokowi Meninggal, Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko: Innalillahi

Satu Lagi Orang Dekat Jokowi Meninggal, Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko: Innalillahi

8 Juli 2021 0 By Tim Redaksi

SATU lagi orang dekat Presiden Jokowi kembali meninggal dunia yakni Sekretaris Jenderal Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Dedy Mawardi, SH.

Informasi mengenai wafatnya Deddy Mawardi seperti disampaikan oleh salah satu Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara.

Dedy Mawardi, SH. ( Sumber Istimewa)

Beka Mengungkapkan bahwa Deddy Mawardi meninggal melalui cuitan di Twitter pribadinya Rabu, 7 Juli 2021.

Loading...

Dikatakan bahwa Dedy meninggal karena terpapar virus corona (Covid-19).

“Satu lagi orang baik berpulang karena Covid, Bang Dedy Mawardi SH, Sekjen Seknas Jokowi,” cuitnya melalui akun @Bekahaspara.

Tidak hanya itu, ia juga menyebutkan bahwa istri dari Dedy juga ikut terpapar dan kini masih dilakukan perawatan.

“Istrinya, Kak Siti Noor Laila, Anggota Komnas HAM Periode 2012-2017 juga sedang dirawat karena terpapar virus yang sama.” ungkapnya.

Cuitan itu lantas mendapat tanggapan dari politikus PDIP, Budiman Sudjatmiko.

Budiman Sudjatmiko tampak berduka dan sebelumnya memiliki kedekatan dengan mendiang Dedy sebagai aktivis 98.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un, orang-orang yang selamat dari kerasnya Orde Baru, berguguran karena COVID,’ tulis Budiman melalui Twitter.

“Turut berduka untuk Bung Dedy. Salam untuk Bung Yamin dan Bung Yuli, kenanglah keriuhan Gg Rode dulu di tempatmu kini, dimana tak ada lagi orang miskin Bung Dedi,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Dedy Mawardi meninggal dunia akibat Covid-19 saat dalam perawatan di RS Hermina, Rabu, 7 Juli 2021.

Selain menjadi petinggi Seknas Jokowi, Dedy Mawardi juga pernah menjabat Komisaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI.

Dedy Mawardi lahir di Tanjungkarang pada tanggal 26 Mei 1963, menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta tahun 1991 dan hingga saat ini menempuh pendidikan Magister Hukum Program Pasca Sarjana Universitas Bandar Lampung.


(NKRIPOST/Galamedianews)