Sail Nias 2019 Diharapkan Memberikan Dampak Bagi Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

BAGIKAN :

NKRI POST, NIAS — Daerah Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara sedang dipersiapkan menjadi tuan rumah Sail Indonesia tahun 2019. Daerah terakhir yang menjadi tuan rumah penyelenggara Sail Indonesia ini adalah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada September 2018, yaitu Sail Moyo Tambora.

Tahun ini Sail Nias, yang merupakan rangkaian dari kegiatan tahunan Sail Indonesia, diharapkan benar-benar memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan jangan hanya menjadi kegiatan seremoni belaka.

Ketua Harian Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia, Moh Abdi Suhufan, menuturkan bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap konsep Sail yang selama ini dilakukan.

“Nampaknya kurang terkoordinasi dengan baik, minim partisipasi dan dukungan swasta, terkesan hanya hanya menjadi kegiatan seremoni tanpa konsep yang jelas,” kata Abdi Suhufan, seperti yang dikutip dari Antara, Jumat (15/3/2019).

Abdi menjelaskan dulu Dewan Kelautan Indonesia (Dekin) yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Sail, tetapi setelah Dekin dibubarkan dinilai menjadi tidak jelas koordinasinya.

Untuk itu, ia menambahkan, semestinya Kemenko Kemaritiman mengambil peran untuk melakukan evaluasi dan reformulasi konsep sail sehingga tidak hanya terkesan menghamburkan uang negara tanpa manfaat bagi ekonomi lokal.

Abdi juga menginginkan persiapan Sail Nias mesti dievaluasi sudah sampai sejauh mana, pihak mana yang bertanggung jawab, serta perlu ada indikator kesuksesan penyelenggaraan di berbagai aspek.

Kepulauan Nias terdiri atas lima wilayah administrasi, yaitu Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias Induk, Nias Utara, Nias Barat, dan Nias Selatan. Kelimanya memiliki potensi wisata yang sama baiknya, terutama pemandangan pantai dan bawah laut.

Surganya wisata bahari di Kepulauan Nias terletak di Kepulauan Hinako, Nias Barat. Kegiatan terkait wisata bahari mulai dari surfing, snorkeling, menyelam, memancing, berjemur di pantai adalah hal yang bisa dilakukan di sini.

Sementara itu, di Nias Utara terdapat ‘pink beach’ Gawu Soyo yang tak kalah indah dengan pantai pink di pulau Komodo. Nias Selatan memiliki acara budaya yang unik seperti Ya’ahowu Nias Festival, yang akan menjadi daya tarik utama pada Sail Nias 2019 nanti.

Selain ajang tersebut, Nias juga memiliki Nias Pro yang merupakan kejuaraan surfing dunia. Nias Pro 2018 digelar di pantai Sorake pada Agustus lalu. Ajang tersebut dihadiri para surfer dari manca negara ini bertujuan memperkuat posisi Nias sebagai destinasi wisata surfing dan mempromosikan keindahan bahari kepulauan Nias.

(RED: AR/Sumber: CNN)

Publikasi : 19 Juni 2019 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami