Kategori
DAERAH

Ribuan Serikat Buruh Bakal Demo pada 23 Maret, Ini Imbauan Polrestabes Makassar

BAGIKAN :
Puluhan anggota DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia silaturahmi bersama Satuan Intelkam Polrestabes Makasaar di Cafe CCR Toddopuli Makassar, Rabu (18/3/2020) malam.

MAKASSAR, NKRIPOST.COM – Satuan Intelkam Polrestabes Makassar mengundang Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Sulsel dalam rangka membahas rencana aksi unjuk rasa pada 23 Maret 2020.

Aksi yang bakal digelar tersebut menyoroti dan menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai merugikan masyarakat khususnya kelompok buruh.

Diskusi dan silaturahmi ini dipimpin langsung oleh Kanit IV Intelkam Polrstabes Makassar Iptu Erwin Amran, S.Sos di CCR Toddopuli Makassar, Rabu (18/3/2020) malam.

Rencananya, aksi ini bakal digelar di sejumlah titik, seperti area depan Kantor Gubernur Sulsel, Fly Over Jalan Urip Sumoharjo dan area Bandara Sultan Hasanuddin dengan jumlah sekitar ribuan massa.

Kanit IV Intelkam Polrestabes Makassar, Iptu Erwin Amran, S.Sos dalam arahannya mengatakan sangat mengapresiasi kepedulian rekan-rekan kelompok buruh untuk menyampaikan aspirasi rakyat.

“Kami apresiasi rekan-rekan federasi buruh menggelar demo, namun kami selaku aparat kepolisian berharap banyak agar ketika di lapangan tetap menjaga keamanan dan ketertiban lalu litas,” ucapnya.

Menurut Iptu Erwin, pertemuan ini bersifat himbauan agar massa aksi tidak terpancing atau terprovokasi dengan kelompok lain saat berunjuk rasa. Dirinya berharap kepada pimpinan kelompok buruh mampu mengontrol massanya agar tidak cepat terprovokasi.

“Tetap bisa kontrol anggotanya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi kalau sudah masuk di rana tindak pidana. Menyampaikan pendapat di muka umum adalah hal dianjurkan selama tidak melanggar aturan,” ungkapnya.

“Aagar tetap melakukan koordinasi dan tidak melibatkan kelompok-kelompok lain. Pada 23 nanti kami akan kawal mulai di titik kumpul hingga di titik aksi, kalau bisa kami all out untuk mendampingi aksi ini,” pungkasnya.

Ia pun mengimbau, agar pihak KSPSI Sulsel bisa melaporkan estimasi massa yang bakal bergabung dalam aksi rasa.

“Kami tunggu estimasi massa rekan-rekan serikat buruh, karena jangan sampai ada kelompok yang berpotensi mengganggu dan menimbulkan hal yang tak diinginkan,” tuturnya.

Ketua DPD KSPSI Sulsel, Basri Abbas, SH mengatakan dalam kondisi saat ini pihaknya tetap menghargai situasi negara akan menyampaikan estimasi real massa aksi. Intinya tidak ada masalah tetap siaga, nanti dikoordinasikan pada hari sabtu untuk dikawal dengan baik.

“Insya allah KSPSI selama turun selalu berkoordinasi. Untuk federasi tetap federasi jadi sistemnya satu komando Jika sampai hari sabtu memang situasi negara parah maka kami akan mengambil kebijakan sebagai asas kemanusiaan dan akan melakukan koordinasi. Namun untuk sejauh ini masih tetap melakukan konsolidasi persiapan tanggal 23 maret 2020,” katanya.

Sementara, Sekretaris DPD KSPSI Sulsel, Abd Muis, SH menegaskan bahwa pihaknya sangat menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang dipandang merugikan para pekerja buruh Indonesia.

“Kami secara tegas menolak rencana pemerintah dan DPR untuk men-sahkan undang-undang tersebut, sebab banya regulasi yang menurut kami tidak cocok diterpakan hanya merugikan para buruh,” katanya.

Sebelumnya draf yang dikirim DPR, lanjutnya Muis, pihaknya meras kaget saat menerima drat UU Omnibus Law yang dimana isi pasal-pasalnya dapat merugikan buruh.

“Kami merasa kaget di awal bulan februari saat pemerintah mengirim draf ke DPR, kami membaca dan merasa dirugikan jika UU Omnibus Law ini disahkan. Pasal-pasal rujukan untuk mendapatkan pesangon itu sudah tidak ada,” ujarnya.

Selain itu, Abd Muis berharap kepada aparat kepolisian agar tetap mengawal sebagai pengayom masyarakat. “Kami sangat berharap pak Kanit agar pihak polisi bisa mengawal aspirasi kami pada aksi nantinya di tanggal 23,” ujarnya.

Sekedar diketahui, sejumlah kelompok buruh bakal bergabung dalam aksi unjuk rasa pada 23 Maret 2020, FSP NIBA KSPSI, FSPTI KSPSI, FSP-P KSPSI, FSP RTMM, FSP KEP KSPSI, FSPMI Maritim KSPSI, FSP Farker KSPSI, FSP BPU KSPSI, dan sejumlah massa dari daerah seperti DPC KSPSI Maros, DPC KSPSI Pangkep, DPC KSPSI Gowa, DPC KSPSI Bulukumba, DPC KSPSI Barru.

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *