NKRI POST.

Berita Seputar NKRI

Ratusan Pedagang Bentrok Dengan Satpol PP Bahkan Alami Luka-luka

SHARE ya:

NKRI POST RIAU | Pekanbaru – Ratusan Pedagang penghuni Tempat Penampungan Sementara (TPS ) Sukaramai Trader Center Menolak Pembongkaran Tps oleh Petugas Satpol PP Sehingga Mengakibatkan Tiga orang luka Selasa, ( 24/02/2020)

Pembongkaran tersebut masih menuai penolakan dari para pedagang, Ratusan pedagang sudah sejak pagi berada di lokasi pasar. Karena penolakan tersebut, bentrokan pun tak terhindarkan antara ratusan pedagang dengan petugas Satpol PP yang melakukan pembongkaran TPS.

Akibat bentrokan yang terjadi, tiga orang pedagang dikabarkan terluka. “Ada tiga orang tadi bang yang luka tapi sekarang Sudah dibawa ke rumah sakit,” Ucap salah seorang pedagang kepada Nkripost.

” Mereka duluan, tadi kami bilang bang kepada satpol PP nya, kami dari pedagang tidak duluan Mulai, Tapi Kalo Satpol PP mulai kami dari pedagang tidak mau diam.” Tambah Tori Yang juga salah satu korban yang mengalami luka di tangan atas bentrokan tersebut.

Loading...

Fatrizul selaku Perwakilan pedagang mengatakan, petugas melakukan penertiban dengan arogansi dan itu tidak tepat. Karena seharusnya dilakukan secara kedua belah pihak berdasarkan hasil mediasi.

“Selesaikan lah dulu STC. Kami bukan nya tidak mau pindah, Karena STC belum 100 persen selesai. Kami pun diperlakukan dengan arogansi,” ujarnya Fatrizul.

Menurut Fatrizal, pedagang siap pindah ke dalam kawasan STC asal pembangunan selesai.

“Ada sekitar 3 orang pedagang yang luka tadi pada bagian kepala, sudah kami bawa ke Rs.Santa Maria. Kepala nya yang bocor. Kami tidak menginginkan ribut seperti ini. Karena sudah ada pedagang yang terluka maka nya jadi rusuh. Kita tidak pernah memulai untuk ricuh.”Ujarnya.

Sementara itu, Kasat Satpol PP Kota Pekanbaru, Agus Pramono ketika Awak Media Menanyakan terkait bentrokan antara Petugas Satpol PP dengan Pedagang, Ia mengatakan yang sudah kosong itu kami coba bongkar namun ada sedikit tadi perselisihan antara petugas dengan pedagang

“Kami melakukan pembongkaran terhadap TPS yang telah ditinggal penghuni. Yang sudah kosong itu kami coba bongkar, namun ada terjadi sedikit perselisihan. Yang ribut pun, pedagang yang bukan penghuni TPS, tapi pedagang yang berjualan di pasar Agus Salim sana.” Katanya.

Agus menjelaskan, penertiban untuk membongkar TPS akan tetap terus berlanjut. Karena terhitung sejak 22 Februari kemarin pedagang tidak dibenarkan lagi menghuni TPS. Mereka harus pindah ke kios dalam STC.

“Tambahnya pedagang yang masih menghuni TPS hingga saat ini merupakan pedagang ilegal. Karena berdasarkan surat peringatan yang telah dilayangkan kepada pedagang, mereka di deadline mengosongkan TPS hingga Jumat (21/2/2020) kemarin.

“Hari ini kita kosongkan, Sampai benar benar kosong kita akan tetap lakukan penertiban. Tidak ada yang bisa hentikan, saya tetap lanjut, kecuali Ketua tim memerintahkan melakukan penundaan,”Tegas agus.

Pantauan Awak Media Nkripost di lokasi, sejumlah perwakilan pedagang masih melakukan mediasi dengan petugas dan Pemerintah Kota Pekanbaru. Sementara itu, ratusan pedagang masih tampak berada di sekitar pasar dan juga Puluhan aparat kepolisian dan Petugas Satpol PP juga masih tampak bersiaga di Seputaran area Sukaramai Trader Center (STC) untuk menjaga situasi tetap kondusif. [Srianto].

SHARE ya:
Loading...
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...
error: Content is protected !!