NKRIPOST.COM

Berita Seputar NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Ratusan Massa HMI Gowa Raya Desak Presiden Jokowi Terbitkan Perppu KPK

BAGIKAN :
HMI Cabang Gowa Raya menggelar aksi unjuk rasa peringati Hari Anti Korupsi dan Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional

MAKASSAR, NKRIPOST.COM – Ratusan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Desakan itu dikemas dalam aksi unjuk rasa peringatan Hari Anti Korupsi dan Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional di depan Kampus I UIN Alauddin Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Selasa (10/12/2019).

Aksi unjuk rasa ini dipimpin langsung oleh Ketua Formatur HMI Cang Gowa Raya Ardiansyah, sekaligus bertindak selaku Jenderal Lapangan Aksi.

Menurut Ardiansyah, Undang-Undang (UU) KPK nomor 19 tahun 2019 yang baru saja disahkan DPR RI secara substansial ada upaya melemahkan lembaga anti rasuah dalam memberantas korupsi.

“KPK sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi coba dikebiri dengan hadirnya undang-undang ini. Komitmen pemberantasan korupsi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf harus dibuktikan dengan menerbitkan Perppu KPK,” tegas Ardiansyah.

Ketua HMI Cabang Gowa Raya, Ardiansyah saat menyampaikan orasinya di atas mobil truk

Mahasiswa program Magister Ilmu Komunikasi Unhas itu berpendapat, dalam menerbitkan Perppu KPK, Jokowi tak harus mempertimbangkan proses uji materil UU KPK yang saat ini disidangkan Mahkamah Konstitusi.

Loading...

“Apalagi mempertimbangkan aspek politik parlemen. Jokowi wajib menerbitkan Perppu KPK, jika tidak maka pantas saja pemerintahan saat ini dicap sebagai pemerintah yang pro koruptor,” pungkasnya.

Selain itu, HMI Cabang Gowa Raya juga meminta penuntasan pelanggaran HAM berat khususnya kematian sejumlah aktivis mahasiswa saat unjuk rasa penolakan RUU yang tidak pro rakyat pada September 2019 di berbagai kota.

“Kami mendesak pemerintah menangkap para pembunuh sejumlah aktivis seperti yang terjadi di Kendari dan Jakarta. Mandegnya kasus ini menjadi preseden buruk bagi penegakan HAM dan demokratisasi di era Jokowi-Ma’ruf,” tandas Ardiansyah.

Dari pantauan awak media, massa HMI Cabang Gowa Raya menahan satu mobil truk yang dijadikan sebagai mimbar orasi.

Terbitkan Pada: 10 Desember 2019 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami