Raja Kaberan Rai di Malaka Sebut Singkatan Nama Sejarah Kereana- Sulit

Nkripost, Malaka- Pemangku Adat Raja Kaberan Rai menyebut singkatan nama tradisi sejarah dan budaya Kereana dan Sulit. Kereana disebut singkatannya Kerajaan Anametan dan Sulit disebut Suman Liurai Tuan.

Sebutan itu dikemukakan Pemangkut Adat Raja Kaberan Rai, Paulo Roberto Taruk saat kampanye pasangan calon (paslon) Bupati, Dr. Simon Nahak, SH, MH berpasangan dengan Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT di Tualaran Dusun Lanain Desa Kereana Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka, Kamis (22/10/20).

Raja Kaberan Rai yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malaka dalam orasinya menyebut akronim nama Desa Kereana dan pusat desanya, Sulit karena ingin meletakan pentingnya sejarah dan budaya dalam pengelolaan pemerintahan (politik) dan pembangunan.

Karena pembangunan itu bisa berhasil, juga ditentukan berhasil landasan sejarah dan budaya. Tanpa sejarah dan budaya, politik dan pembangunan tidak memiliki arti dan nilai. Jangan mengartikan nama Kereana dan Sulit dengan stigma yang melemahkan semangat juang dan membangun.

Kereana dan Sulit, kata Raja Kaberan Rai nama berbudaya. Karena itu, pilih pemimpin berbudaya agar politik di Kabupaten Malaka terhindar dari tekanan kekuasaan dan pembangunan dinikmati semua masyarakat Desa Kereana bukan segelintir orang.

Paslon SN-KT, lanjutnya sosok pemimpin berbudaya yang bisa membawa masyarakat Malaka kepada perubahan. Warga Malaka akan bersama-sama membangun tanpa tekanan dan diskriminasi dengan menjunjung tinggi nilai budaya dan tradisi adat setempat. (Km- tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *