Kategori
KOMUNITAS & BUDAYA

Puluhan Mahasiswa Minta Kepala BPN Makassar Dicopot, Ini Alasannya

BAGIKAN :
Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor BPN Kota Makassar, Jl. AP Pettarani, Kamis (13/02/2020).

MAKASSAR, NKRIPOST.COM – Puluhan mahasiswa dan pemuda menggeruduk Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar di Jl. AP Pettarani, Rappocini, Kamis (13/02/2020).

Massa ini tergabung dalam Dewan Mahasiswa Poros Perjuangan Rakyat (Dema Pospera) Kota Makassar dengan beberapa kelompok mahasiswa lainya.

Sejumlah massa ini meminta Kepala BPN Kota Makassar untuk menanggalkan jabatannya. Hal itu dibuktikan dengan bentangan spanduk bertuliskan “Copot Kepala BPN Makassar” dan mereka pun melakukan orasi saling bergantian.

Mereka menyebut bahwa kepala BPN Makassar, Andi Bakti harus mempertanggung jawabkan tanah masyarakat yang berlokasi di Jalan Perintis, Kecamatan Tamalanrea.

Pasalnya, tanah milih warga dijanji bakal diberi ganti rugi kurang lebih 5 milliar atas pembebasan lahan.

Mereka menyebut, sudah 4 tahun sejak keputusan PN Makassar, hingga saat ini BPN Makassar belum memenuhi tanggungjawabnya terkat bayaran pembebasan lahan ganti rugi kepada pemilik lahan dan pihak lain yang memiliki hak yang sama

“Kasihan warga di sana, sudah 4 tahun kasus itu belum diselesaikan oleh BPN Makassar. Uang 5 miliar itu dikemanakan,” kata Awaluddin, Jenderal Lapangan Aksi, Kamis (13/02).

Ia menilai, bahwa tidak terlihat adanya usaha aktif yang ditunjukkan BPN Makassar untuk menuntaskan tanggungjawabnya.

“Sebagaimana dengan statement Presiden Jokowi meminta kementerian ATR/BPN segera menyelesaikan permasalahan sengketa tanah diselesaikan secepat-cepatnya, dituntaskan agar rakyat memiliki kepastian hukum ada rasa adil,” jelas Jendral Lapangan, Awaluddin.

BPN Makassar dinilai lambat dan seolah-olah tidak ada usaha aktif menyelesaikan sengketa tanah sehingga masyarakat menjadi korban berkepanjangan.

Sementara orator lainnya, Randi meminta dengan tegas agar Andi Bakti yang memiliki kewenangan soal sengketa tanah dapat dituntaskan.

“Maka kami meminta penyelesaian pembayaran (konsignasi) agar dapat diproses lebih cepat untuk terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jangan uang 5 milliar muncul dugaan bahwa pak Andi Bakti melakukan penggelapan dana,” teriak Randi di sela-sela aksi.

Terpantau, aksi unjuk rasa di depan Kantor BPN Makassar sempat terjadi gesekan antara pihak polisi dan pengunjuk rasa yang mencoba masuk ingin bertemu Kepala BPN Makassar, namun dihalau oleh polisi, sehingga ada 3 orang massa aksi mendapat refresif oleh oknum aparat kepolisian.

Aksi unjuk rasa ini selesai pada pukul 16.15 Wita, namun Kepala BPN Kota Makassar, Andi Bakti enggan menemui puluhan massa aksi.

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *