NKRIPOST.COM

Berita Seputar NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Puluhan Mahasiswa Desak Inspektorat Usut Kasus Korupsi ADD Berutallasa

BAGIKAN :
Puluhan mahasiswa padati Kantor Inspektorat Gowa di Jalan Tumanurung, Rabu (30/10/2019) kemarin.

GOWA – Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) menggeruduk Kantor Inspektorat Gowa, Jalan Tumanurung, Sungguminasa, Rabu (30/10/2019) kemarin.

Massa menuntut pekerjaan fisik oleh Kepala Desa (Kades) Berutallasaa, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa yang disinyalir ada praktek korupsi terkait penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2018 lalu.

Jendral Lapangan Aksi, Hendrawan menyebut, penyelewengan ADD dan DD tersebut di antaranya, pembangunan talud sepak bola, pemerataan jalan tani, pembangunan wc umum dan wc khusus yang bentuk fisiknya tidak diperiksa oleh pihak inspektorat.

Sebelumnya, kata Hendrawan, bahwa sejumlah mahasiswa telah melaporkan kasus ini tahun lalu. Namun, tak direspon oleh Polres Gowa.

“Kasus ini kami sudah laporkan di polres gowa 1 tahun yang lalu, akan tetapi pihak polres menunggu hasil audit dari pihak inspektorat sehingga kami mendatangi kantor inspektorat meminta hasil audit sesuai pemeriksaan lapangan,” ungkap Hendrawan, selaku jendral lapangan aksi.

Seperti diketahui, bahwa pihak inspektorat telah melakukan pemeriksaan pembangunan yang dilakukan beberapa desa yang ada di Kabupaten Gowa.

Loading...

Disisi lain, pihak inspektorat yang menemui massa aksi mengatakan bahwa sesuai hasil pemeriksaan lapangan memang ditemukan kerugian negara di pembangunan talud.

“Sehingga kami merekomendasikan kepada mantan Kepala Desa Berutallasa untuk mengembalikan uang negara. Dan itu sudah dikembalikan sama yang bersangkutan,” ungkap salah satu perwakilan Inspektorat Gowa.

Berdasarkan pernyataan pihak Inspektorat, Wawan tak menerima hal itu. Sebab, ia hanya meminta hasil audit dari Inspektorat.

“Kalaupun mantan kepala desa sudah mengembalikan kerugian negara. Kami minta pihak inspektorat memberikan hasil auditnya kepada kami. Agar kasus ini bisa lebih terang lagi dan tidak ada lagi hal-hal yang ditutupi,” tegas Wawan di sela-sela massa aksi.

Wawan kembali menegaskan dan mengancam pihak Inspektorat Gowa. Ia mengimbau, kalaupun pihak inspektorat tidak mampu menyelesaikan kasus ini, ia akan menghadirkan massa lebih banyak.

“Kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan meminta kepada Bupati Gowa agar mencopot kepala inspektorat yang dianggap tidak mampu mengembang amanah,” tutup wawan.(SA)

Terbitkan Pada: 31 Oktober 2019 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami